Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Khilafah Mewujudkan Peradaban Mulia dan Agung Selama 1400 Tahun

negara khilafah

Islam muncul sebagai agama pembebas manusia, sebagai jalan penerang yang menunjukkan ke arah kebaikan bagi manusia dalam menjalani kehidupannya. Islam menjadi agama universal yang menantang peradaban-peradaban besar pada masa awal diutusnya, yaitu Romawi dan Persia, dan selama hampir 14 abad, umat Islam mampu berjaya atas peradaban-peradaban lain yang silih berganti ada di muka bumi. 

Apakah sekarang umat Islam masih berjaya dengan peradaban yang bintang gemilang? Umat Islam saat ini tidak lagi berjaya. Banyak saudara-saudara kita di luar sana, yang masih memahami bahwa peradaban gemilang yang dihasilkan selama hampir 14 abad adalah akibat kehebatan individu-individu umat Islam pada masa itu.

Itu betul, tapi perlu kita pahami juga bahwa itu bukanlah satu-satunya faktor, justru harus dikatakan bahwa kapasitas individu-individu yang hebat itu juga adalah buah diterapkannya Islam sebagai sistem hidup, baik dalam tataran individu, kelompok, hingga negara. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, 

الاَخْلَاقِ مَكَارِمَ لاُتَمِّمَ بُعِثْتُ إِنَّمَا
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”, akhlak dan peradaban mulia adalah buah yang dihasilkan oleh aqidah dan syariat Islam yang terterapkan secara sempurna dalam seluruh aspek kehidupan.

Islam sedari awal diutus memberikan petunjuk jalan yang harus ditempuh oleh manusia. Islam memberikan hal penting yang memberikan arti sesungguhnya dari kehidupan manusia. Hal penting tersebut adalah alasan dan tujuan hidup manusia di muka bumi.

Allah Swt berfirman dalam QS adz Dzariyat ayat 56,

لِيَعْبُدُونِ إِلاَّ وَاْلإِنْسَ الْجِنَّ خَلَقْتُ وَمَا

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

Dalam ayat tersebut, Allah Swt menegaskan bahwa tujuan manusia diciptakan adalah untuk mengabdi kepada-Nya. Maka segala aktivitas manusia, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, sepenuhnya tidak terlepas dari tujuan tersebut.

Keterpaduan antara ketakwaan individu yang dibingkai oleh sebuah negara yang mewadahinya inilah yang menghasilkan perubahan signifikan dalam kancah peradaban dunia. Dahulu, perempuan dihinakan sedemikian rupa, bahkan karena saking memalukannya banyak bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup. Setelah Islam hadir, perempuan diangkat derajatnya.

kebangkitan Islam dalam pentas sejarah sendirinya menimbulkan kebencian orang-orang yang tidak menyukai Islam. Dengan segenap cara dan upaya, pemikiran umat Islam dikebiri sedemikian rupa sehingga tidak tersisa melainkan kulitnya semata.

Umat Islam termasuk yang di Indonesia, banyak yang terjebak pada pemikiran sekuler liberal beserta segala turunannya, dan ini tidak terkecuali bagi para generasi muda. Tanpa disadari oleh mereka, pemikiran sekuler liberal telah banyak menuntut korban termasuk para penggiatnya di negeri barat sana.

Sementara itu, pemikiran liberal menghasilkan orientasi hidup yang serba permisif. Dengan dalih selama tidak merugikan orang lain, liberalisme menghasilkan kerancuan dan kekacaukan dalam tatanan sosial kehidupan.

Sosialisme komunisme membutuhkan waktu beberapa dekade untuk membuktikan kehancurannya. Kapitalisme, demokrasi, sekulerisme, dan liberalisme pun, tidak akan membutuhkan waktu lama untuk sampai kepada kehancuran.

Ini justru semakin memperkuat keyakinan kita akan kebenaran al Qur’an. Dalam QS. ali ‘Imran ayat 140, Allah Swt berfirman,

شُهَدَاءَ مِنْكُمْ وَيَتَّخِذَ آمَنُوا الَّذِينَ اللَّهُ وَلِيَعْلَمَ النَّاسِ بَيْنَ نُدَاوِلُهَا الأيَّامُ وَتِلْكَ

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang Kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'.”

Kegemilangan peradaban Islam akan terwujud bersama dengan kembalinya Khilafah Rasyidah. Jika kita memang betul rindu dengan peradaban Islam, maka sudah semestinya kita harus berjuang sekuat daya dan upaya untuk mengembalikan kembali tegak Daulah Khilafah ‘ala minhajin nubuwah. [roy/vm]

Posting Komentar untuk "Khilafah Mewujudkan Peradaban Mulia dan Agung Selama 1400 Tahun"

close