Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mantan Wapres AS Dick Cheney: Interogator CIA Pahlawan Bukan Penyiksa

Mantan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney membela teknik penyiksaan terhadap para tahanan terduga teroris dengan mengatakan bahwa petugas CIA yang melakukan interogasi terhadap mereka adalah pahlawan dan bukan penyiksa.

ilustrasi - Tahanan Guantanamo
“Saya sangat setuju sekali mereka harus diberi penghargaan, mereka seharusnya dipuji,” kata mantan wakil presiden AS tangan kanan George W Bush itu stasiun televisi NBC dalam program “Meet the Press” hari Ahad (15/12/2014) dilansir Aljazeera. “Kalau saya akan langsung melakukannya lagi.” imbuhnya.

Pernyataannya itu dikemukakan hanya beberapa hari setelah Senat AS mengeluarkan laporan hasil investigasi tentang teknik interogasi yang diterapkan oleh dinas intelijen CIA guna menanyai para tersangka serangan 9/11.

Dalam paparan yang mengerikan, laporan itu menggambarkan cara-cara penyiksaan yang keji seperti waterboarding, menggantung orang di pergelangan tangannya selama berjam-jam dan mengunci mereka di kotak berbentuk peti mati.

Laporan Senat yang lama ditunggu-tunggu itu mempertanyakan keefektifan teknik semacam itu, yang menurut kesimpulan laporan sebenarnya justru kontraproduktif. Laporan itu mengatakan metode yang digunakan tersebut “brutal”.

Cheney mengatakan sangat tidak setuju dengan laporan tersebut.

“(Metode) itu berhasil. Benar-benar berhasil,” kata Cheney, yang sepekan sebelumnya mengatakan bahwa laporan Senat setebal 500 halaman itu “sangat buruk” dan “penuh dengan omong kosong.”

Laporan Senat yang dirilis hari Selasa (9/12/2014) itu menyebutkan bahwa teknik yang dipakai CIA dalam interogasi tersangka Al-Qaidah anatara lain dengan rectal rehydration dan sleep deprivation.

Rectal rehydration, yang dibela oleh para petinggi dan bekas petinggi CIA diklaim sebagai cara untuk memberi makan tahanan lewat anus dan merupakan prosedur medis yang biasa dilakukan para dokter. Padahal menurut para dokter dan psikiater yang dimintai keterangan berbagai mendia menyebutkan teknik itu bukanlah sebuah teknik medis dan tidak mungkin makanan bisa diserap oleh usus besar, dan tindakan itu sebenarnya tidak lain adalah salah satu metode penyiksaan yang dipakai pada era Inkuisisi (masa ketika orang-orang Kristen di Eropa yang dianggap melakukan bid’ah ditangkap, disiksa dan bahkan dibunuh oleh para pendukung setia Gereja Katolik Roma). “Ini merupakan salah satu bentuk penyiksaan di abad pertengahan di mana usus dibuat membengkak dengan cairan guna menghasilkan rasa sakit,” kata Dr. Stevens Miles, seorang profesor bidang kedokteran di University of Minnesota Medical School tentang rectal rehydration dikutip IBTimes.

Sementara sleep deprivation adalah cara penyiksaan dengan mencegah korban agar tidak tidur. Korban dipaksa dengan berbagai cara agar tidak bisa tidur, baik dengan suara keras, bising, dan lainnya dalam waktu lama.

Laporan Senat itu juga menyimpulkan bahwa CIA dengan sengaja mengelabui Kongres dan Gedung Putih tentang nilai informasi intelijen yang didapatnya dari teknik penyiksaan tersebut.

Meskipun sebagian pihak mengatakan bahwa Gedung Putih, dalam hal ini George W. Bush yang ketika itu menjabat presiden, tidak mengetahui adanya penyiksaan tahanan oleh CIA itu, namun sejumlah pihak mengakui bahwa sebenarnya Gedung Putih mengakui semua teknik interogasi yang dipakai CIA dan bahkan menyetujui teknik penyiksaan atasorang-orang yang dituding sebagai teroris itu. Dan hal itu dikonfirmasi oleh Dick Cheney. [visimuslim.com]

Sumber : Hidayatullah.com

Posting Komentar untuk "Mantan Wapres AS Dick Cheney: Interogator CIA Pahlawan Bukan Penyiksa"

close