Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aktivitas Se*s Massal, Sejarah di Balik Hari Valentine

Ustadz Felix Siauw sedikitnya memaparkan sejarah terkait hari valentine. Ia mengatakan, valentine sebetulnya berasal dari sejarah Romawi di mana kaum tersebut merayakan sebuah festival guna memeringati hari dewi cinta.

Ilustrasi
"Dan perayaan tersebut ditandai dengan aktivitas sek* massal.  Kemudian kristiani datang lalu mengadopsinya sebagai hari perayaan gereja atau kasih sayang," ujar Ustadz Felix Siauw di Jakarta, Jumat (13/1).

Lebih lanjut Ustadz yang sebelumnya menganut agama Kristen itu menyampaikan, faktanya saat ini aktivitas sek* massal kaum pagan masih dilanjutkan. Yang tak lain terjadi pada saat hari valentine tiba.

Sebagai contoh di beberapa negara, hari valentine ditandai dengan beragam hal yang menyangkut dengan aktivitas sek*.

"Di Amerika, Inggris misalnya ada namanya pekan impotens nasional atau pekan kondom. Artinya seks massal terjadi sepekan sebelum dan sepekan sesudah valentine," lanjut Ustadz.

Saat valentine, penjualan kondom di negara-negara tersebut juga meningkat. Selain itu, pemesanan kamar hotel juga lebih marak dan meningkat secara signifikan.

Ustadz menambahkan, terlepas dari itu semua, sudah jelas bahwa hari valentine tidak ada dalam ajaran Islam. Adapun hal-hal menyangkut dengan hari valentine seperti perzinahan juga jelas dilarang dalam Islam. 

Termasuk melakukan perayaan atau ikut berpartisipasi dalam hari valentine juga haram hukumnya bagi Muslim. [www.visimuslim.com]

Sumber : ROL, 14/02/2015

Posting Komentar untuk "Aktivitas Se*s Massal, Sejarah di Balik Hari Valentine"

close