Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gema Pembebasan Kota Parepare Selenggarakan Islamic Intellectual Challenge


Parepare, visimuslim.com - Hujan deras yang mengguyur kota Parepare, tidak menghalangi Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kota Parepare menyelenggarakan IIC (Islamic Intelectual Challenge) yang mengangkat tema “Demokrasi: Melahirkan Rezim Neolib dan Konstruksi Hukum yang Rapuh, Saatnya Mahasiswa Mengawal Perubahan”(28/03/2015). Acara yang dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus dan pergerakan ini juga menghadirkan tiga pembicara yakni Marino, SH., MH. (Polres Kota Parepare), Tamsil Hadi, SE. (Pakar Ekonomi), dan Andi Muh. Syakir (Pengurus Daerah Gema Pembebasan Kota Parepare). 

Marino memberikan pandangannya tentang konstruksi hukum di Indonesia dan beliau sependapat bahwa hukum ini memang telah rapuh, “Memang betul kalau di katakan hukum di Indonesia telah rapuh, ini ditinjau pada lima hal yakni penegak hukum, sistem UU, masyarakat, sosial budaya, dan sarana dan prasarananya. Kelima hal itulah yang menetukan hukum itu. Jadi, polisi hanya menjalankan aturan hukum saja”. Jelasnya.

Pembicara yang lain, Tamsil Hadi mengungkapkan ada upaya liberalisasi di segala sektor yang di dukung oleh Undang-Undang, “Undang-Undang yang dihasilkan dari Demokrasi ada upaya untuk mendorong liberalisasi di semua sektor dan inilah yang sebenarnya menjadi ancaman negeri ini ketika SDA kita sedikit demi sedikit pengelolaannya kepada swasta. Fakta yang bisa kita lihat bahwa sekitar 80 % pengelolaan sumber daya alam kita dikelola oleh asing.” Ungkap Tamsil.

Sementara itu Syakir mengatakan bahwa sebagai mahasiswa yang memiliki peran agen perubahan harus kembali bergerak menyongsong perubahan itu, “Kita ingat waktu Rezim Orde Lama dan Orde Baru runtuh oleh mahasiswa sebagai ketidakpuasan, begitupun ketika kondisi yang ada semakin rusak seperti saat ini kita perlu kembali bergerak dengan mengganti sistem dan rezim”. Selain itu dia melihat rezim yang saat  ini berkuasa lebih buruk dibandingkan sebelumnya, “Pada rezim sekarang ini, saya melihat justru lebih parah dari sebelumnya. Setelah kita melihat dengan pencitraanya, pada akhirnya kita melihat bahwa Jokowi benar-benar neolib”. Tegas Syakir.


Meski sebagian undangan tidak dapat hadir karena cuaca yang tidak bersahabat menurut info dari panitia, namun suasana forum tetap interaktif. Hal ini terlihat antusiasme para peserta menyimak dan memberikan pertanyaan serta tanggapan. Muhammad Said, salah satu penanya yang merupakan anggota HPMM Korwil Kota Parepare memberikan pertanyaan kepada Syakir, “Menurut saya, Indonesia belum siap menjalankan Demokrasi secara sempurna dengan mempertimbangkan beberapa hal. Kalau memang Demokrasi rusak, lalu apa solusinya?”. Syakir kemudian menjawab, “Gema Pembebasan senantiasa memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan memberikan solusi Syariah Islam dalam memperbaiki masyarakat. Gema Pembebasan pusat hingga ke daerah-daerah kemarin melakukan aksi marathon yang memahamkan bahwa kita dalam ancaman neoliberalisme dan neo imprealisme dengan memberikan solusi Syariah dan Khilafah.”

Acara ditutup dengan doa dan setelah berakhirnya acara di adakan foto bersama. Forum berakhir pukul 23.30 Wita.[www.visimuslim.com]

Posting Komentar untuk "Gema Pembebasan Kota Parepare Selenggarakan Islamic Intellectual Challenge"

close