Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembangunan Ekonomi Inklusif IMF Ranjau bagi Perempuan


Beberapa waktu lalu Managing Director IMF Christine Lagarde menyatakan, peningkatan akses perempuan ke layanan keuangan memiliki manfaat ekonomi dan sosial yang luar biasa. Hal ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang sedang mengalami pelemahan. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyebutkan pentingnya peranan wanita dalam menjaga stabilitas perekonomian. Hal tersebut juga dianggap dapat merangsang pertumbuhan ekonomi. Menurut IMF lebih banyak perempuan memiliki peran kepemimpinan di bidang keuangan dan dapat mendukung stabilitas keuangan. (okezone.com, 02/09/2015)

Kedatangan Managing Director IMF ditengah kondisi perekonomian negeri ini yang sedang melemah tentu saja menimbulkan pertanyaan. Tahun 1998 lalu disaat negeri ini tengah terpuruk ekonominya uluran bantuan dari asing itu semakin kencang. Saat itu bantuan tersebut bak obat yang diperkirakan akan mujarab, tapi sayangnya obat yang diberikan tidak mampu menyelesaikan permasalahan.

Belajar dari pengalaman, apakan bantuan yang ditawarkan saat ini adalah solusi menyelesaikan permasalahan yang sedang membelit negeri ini ? ataukah justru menghancurkan perempuan sebagai sosok individu yang sangat dimuliakan di dalam Islam ? ataukah bantuan dari IMF dan sejenisnya memang murni membantu negeri ini ataukah ada tujuan yang terselubung ?

Kondisi ekonomi negeri ini semakin memburuk. Efek domino perlambatan ekonomi dan penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar makin dirasakan. Kenaikan harga bahan pangan ditengah menurunnya daya beli masyarakat bisa dinilai merupakan kegagalan pemerintah mengatasi berbagai krisis. Hingga terjadinya PHK massal. Dampak memburuknya kesejahteraan keluarga sudah didepan mata. Kemiskinan dan kesengsaraan masih menimpa jutaan perempuan di negeri ini. Dalam keterpurukan ekonomi masyarakat, perempuan dianggap sebagai tenaga potensial yang harus diberdayakan secara ekonomi untuk menambah penghasilan keluarga. Pemberdayaan ekonomi perempuan yang gencar diaruskan, sejatinya adalah eksploitasi tenaga perempuan. Sering kita melihat perempuan dianggap sebagai promo produk untuk mendongkrak penjualan. Mencari nafkah bukanlah tanggung jawab perempuan, justru sebaliknya perempuan berhak mendapatkan nafkah yang layak dari suaminya/walinya. 

Islam memposisikan perempuan di tempat yang bergengsi, menempatkan perempuan sebagai manusia yang bermartabat, yaitu: Ummun wa Robbatul Bait (sebagai ibu dan manager rumah tangga). Di dalam Islam perempuan sangat dijaga kehormatannya, Islam memberikan hak-hak yang sama kepada perempuan seperti halnya laki-laki dalam hal ibadah dan meraih ketakwaan setinggi-tingginya. Islam juga menetapkan hukum-hukum yang memelihara hak-hak perempuan, menjaga kemuliaan, serta menjaga potensi yang dimilikinya. 

Keterpurukan ekonomi saat ini karena menggunakan sistem kapitalis, obat yang mereka gunakan tak benar-benar menyelesaikan permasalahan hingga terus berulang terjadi. Sesungguhnya sistem ekonomi Islamlah satu-satunya solusi yang ampuh dan steril dari semua krisis ekonomi. Karena sistem ekonomi Islam benar-benar telah mencegah semua faktor yang menyebabkan krisis ekonomi. Sebagai sebuah institusi, Negara Islam (Daulah Khilafah Islamiyah) memiliki berbagai kebijakan yang mencegahnya terperosok dalam krisis, termasuk kebijakan moneter.

Jelaslah bagaimana Islam terbukti mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Maka sudah semestinya, kita tidak lagi mencari solusi masalah kesejahteraan umat pada sistem di luar Islam. Kembalilah pada Islam, niscaya kita akan mendapati konsep-konsep yang gemilang yang menjanjikan kesejahteraan hakiki saat diterapkan. Terlebih lagi, menerapkan aturan Islam adalah perintah Allah Subhanahu Wa Ta’aalaa, bukti kesempurnaan iman kita akan Maha Sempurnanya aturan Allah Subhanahu Wa Ta’aalaa yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk seluruh makhluk-Nya.
Maha Benar Allah dengan firmanNya :

“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (Q.S al-Mulk : 14). [Henny Ummu Ghiyas Faris] [www.visimuslim.com]

Posting Komentar untuk "Pembangunan Ekonomi Inklusif IMF Ranjau bagi Perempuan"

close