Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

“ Fenomena Gunung Es Maraknya Pembunuhan Anak Secara Sadis Yang Dilakukan Oleh Ibu ”


Oleh : Hardita Amalia, M.Pd.I
(Aktifis Muslimah HTI, Dosen STAI PTDII Jakarta Utara,
Penulis Buku Anak Muda Keren Akhir Zaman Gramedia)

Masih menjadi sorotan publik terkait makin maraknya kasus ibu mutilasi bayinya  yang merupakan anak kandungnya sendiri hingga tewas.Yang begitu menggegerkan publik, diantaranya  di Cengkareng, Jakarta Barat kasus mutilasi anak yang di lakukan Muthmainah, wanita berusia 28 tahun merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus istri dari anggota provost Bidang Propam Polda Metro Jaya berpangkat Aipda yakni Deni Siregar. Deny dan Mutmainah dikaruniai dua anak KAR (3) dan Arjuna (1).

Muthmainah di duga mengalami depresi berat hingga dengan sadis membunuh Arjuna dan memutilasi bayi 1 th tersebut dengan sadis yakni memotong bagian kelamin ,tangan kemudian di letakkan dalam piring.tak hanya kasus muthmainah,di Indonesia semakin massif kasus kriminalitas pembunuhan yang dilakukan oleh ibu kepada anaknya.sebagaimana dilansir di laman liputan6.com,baru -baru ini di Depok,seorang ibu bernama Dede dengan tega membekap,dan memasukkannya ke dalam mesin cuci kemudian membuangnya ke gerobak sampah.

Ironis,ibu yang sejatinya fitrahnya sebagai pendidik pertama dan utama bagi buah hati sekaligus pengayom bagi buah hatinya,namun dalam era kapitalisme demokrasi ini semakin lama makin tergerus menjadikan sosok ibu yang arogan tanpa belas kasih ,yang bahkan tega menghabisi nyawa anaknya sendiri dengan berbagai cara yang sadis.

Akar Masalah “ FENOMENA GUNUNG ES MARAKNYA PEMBUNUHAN ANAK SECARA SADIS YANG DILAKUKAN OLEH IBU ”

Bila kita menelisik serta menganalisis lebih mendalam, ada beberapa faktor yang menyebabkan maraknya kasus  sadis pembunuhan yang di lakukan oleh seorang ibu. Diantarannya penulis klasifikasikan dlam dua  faktor yakni   internal dan faktor eksternal. Faktor internal diantaranya muncul dari individu seorang ibu.

Yakni dari segi lemahnya aqidah, yang memicu seorang ibu melakukan tindakan sadis pembunuhan terhadap anak. Sejatinya  the golden key dalam pendidikan keberhasilan anak, dimulai dari kokohnya aqidah seorang ibu , sehingga menjadikan  ibu tetap tangguh dalam menghadapi berbagai masalah yang menerpa.

Selanjutnya  faktor psikologis ibu yang terguncang, hingga menyebabkan ibu depresi dan menjadikan ibu hilang kesadaran, seperti kasus Muthmainah misalnya, yang mengalami depresi akut hingga menjadikanya melakukan tindakan sadis memutilasi anaknya sendiri  disebabkan  tidak adanya kepeduliaan, support dan kasih sayang suami untuk menjadikannya kuat dalam mendidik buah hati. Oleh karena itu dalam mendidik buah hati maka sesungguhnya merupakan tanggung jawab ibu dan ayah sebagai satu tim pendidik bagi buah hatinya.  

Faktor Eksternal penyebab fenomena gunung es pembunuhan sadis yang dilakukan oleh ibu diantaranya dari beberapa aspek yang penulis kritisi diantaranya faktor eknomi , yakni mahalnya biaya hidup yang makin melambung tinggi. Tak bisa dipungkiri, minimnya penghasilan suami misalnya sebagai income utama , sedangkan di sisi yang lain tak mampu mencukupi berbagai kebutuhan hidup  dalam keluarga, termasuk kebutuhan anak. Hal ini pun mampu memicu faktor stress yang di alami oleh ibu , Hingga pada akhirnya seorang ibu harus ikut bekerja membanting tulang demi keberlangsungan keluarga, sedangkan di sisi lain ibu pun mempunyai tanggung jawab yang besar dalam memantau tumbuh kembang anak juga mengurusi berbagai kebutuhan suami dan anak. 

Tingginya biaya hidup saat ini, serta problem – problem kriminalitas yang terjadi, juga berbagai permasalah yang ada , tak pelak merupakan tamparan bagi  negara yang sejatinya gagal hingga hari ini mengurusi dan mensejahterahkan rakyatnya. 

Masyarakat, dengan berbagai  elemen individu di dalamnya, adalah tanggung jawab  dan maint point kewajiban utama negara . Maka,  jika dalam realitasnya masih terjadi berbagai problem yang menimpa individu , sungguh pada dasarnya bermuara pada kemampuan negara dalam mengayomi dan mengatur warga negaranya. 

Sejatinya negara yang mampu menciptakan situasi dan kondisi yang baik bagi warganya , secara kausalitas akan mampu melahirkan individu-individu terbaik. Hari ini, negara yang menerapkan ideologi sekuler, yakni sistem demokrasi , nyatanya  telah gagal mencetak individu-individu yang memiliki kemampuan menjadi problem solver. 

Islam Solusi Berbagai Macam Problematika  Masyarakat 

Bila kita berbicara Islam, maka sejatinya Islam mempunyai berbagai macam solusi yang comprehensive atas berbagai macam masalah dalm kehidupan. Tak terkecuali dalam problematika maraknya pembunuhan sadis yang dilakukan oleh ibu kandung. 

Ada dua aspek solusi bila ditinjau dari sudut pandang Islam, untuk menyelesaikan fenomena gunung es maraknya problematika pembunuhan sadis anak yang dilakukan ibu yakni dalam tataran individu juga dalam tataran masyarakat dan  sistem negara . 

Pertama dalam tataran individu, seorang ibu harus  berusaha memantik semangatnya  untuk memiliki  aqidah yang murni dan kokoh. Seorang ibu harus mengisi hari – harinya dengan ketakwaan kepada Allah, dengan meningkatkan taqarub pada  Allah dalam ibadah mahdhah  seperti shalat, puasa,dll juga spirit aqidah dalam menambah tsaqafah ( Ilmu Islam ) sebagai bekal dalam mendidik buah hati. 

Dalam Islam, kewajiban mendidik generasi adalah kewajiban bersama , yakni suami dan istri.Karna Islam memandang hubungan suami istri adalah hubungan persahabatan sehingga bukan sebagaimana pandangan perpektif Barat yakni atasan dan bawahan, atau memandang perempuan sebagai kaum streotype. Islam memandang proses mendidik anak di butuhkan sinergis kerjasama antara suami istri,saling mensupport dan saling membantu dalam mendidik buah hati. Sehingga kewajiban ini tidak secara menyeluruh di bebankan kepada ibu, yang menjadikan beban psikis yang berat  bagi ibu. Dalam Islam, Ayah sebagai qawwam dalam rumah tangga sehingga, ayah menjadi prototype  teladan bagi istri dan anak – anak yang mempunyai kewajiban membimbing istri dan anak – anak dalam jalan ketaatan kepada Allah. 

Kedua, solusi Islam dalam tataran masyarakat dan  sistem kenegaraan. Berbicara problematika masyarakat tak terlepas dari berbicara negara. Dan berbicara Islam, maka sesungguhnya Islam bukan sebatas mengatur masalah teologis individu , namun  Islam pun mengatur berbagai solusi atas berbagai aspek  masalah kehidupan manusia termasuk masalah sosial kenegaraan .  

Dalam perspektif Islam penyelesaian masalah masyarakat dan negara bertujuan untuk menghilangkan penyebab sistemik (eksternal) pada kasus maraknya pembunuhan anak secara sadis  oleh ibu diantaranya muncul disebabkan faktor depresi , beban sosial dan ekonomi yang kerap membelit ibu esensinya berasal dari sistem sekular kapitalis yang saat ini  diterapkan oleh masyarakat dan negara. Oleh karena itu, diperlukan langkah bersama untuk mewujudkan masyarakat dan negara yang yang madani yang bebas dari berbagai problematika yang membelit saat ini yang merupakan buah dari sistem demokrasi yang  rusak dan merusak.

Maka betapa urgentnya penerapan syariah Islam kaffah dalam lingkup institusi negara yang dalam Islam disebut negara  khilafah Islamiyah. Dan dibutuhkan kesadaran bagi setiap individu  muslim untuk  berdakwah agar terbentuk masyarakat. Masyarakat Islam dalam wadah Negara Khilafah akan memberlakukan syariah Islam secara kâffah hingga mampu mengeluarkan masyarakat dari berbagai problematika termasuk  problematika yang dialami oleh para ibu era modern kini. 

Negara Khilafah akan menjaga akidah umat sehingga ummat memiliki spirit aqidah yang kokoh. Umat tak perlu tertekan  karena mereka memahami betul hakikat kehidupan. penerapansyariah Islam kaffah dalam berbagai aspek, dalam aspek ekonomi misalnya  meminimalkan kemiskinan, pada aspek sosial menjaga keharmonisan keluarga, pendidikan Islam pun mampu menjaga anak-anak. Negara bertanggung jawab secaramaximal  melindungi rakyatnya dari berbagai ancaman.

Demikanlah yang pernah dirasakan para ibu di masa Kehilafahan Islam nan gemilang. Sehingga tidak ditemui ibu-ibu yang depresi seperti sekarang . Hal ini cukup dibuktikan dari kualitas generasi terbaik yang dilahirkan, generasi khoiruh ummah yang tangguh . Sebab, jika ibu penentu kualitas generasi. Sungguh, begitu indahnya Islam jika diterapkan dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan negara. Layaklah ibu pun mendapatkan rahmatnya; dijauhkan dari depresi dan ditinggikan derajatnya. [VM]

Posting Komentar untuk "“ Fenomena Gunung Es Maraknya Pembunuhan Anak Secara Sadis Yang Dilakukan Oleh Ibu ”"

close