Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

APMMBR Datangi DPRD Sulsel Tuntut Pemerintah Hentikan Kedzaliman, Upaya Kriminalisasi Ulama dan Pembubaran Ormas Islam


VisiMuslim, Makassar - Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Makassar Bela Rakyat (APMMBR) mendatangi gedung DPRD Sulsel untuk menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah, Rabu (24/05).

APMMBR merupakan gabungan dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang terdiri dari Gema Pembebasan Makassar, LPAS, LPI, BKLDK Makassar, LK-USWAH Unhas, LDK LDM UMI, Majelis Kalam Polimedia Makassar, LDK MPM Asy-Syabab UPRI, LDK Fosdik Al-Umdah UNM, LDK Fuslat Unismuh, LDK Majelis Jihad STIMIK Dipanegara, LDK Humaniora PNUP, serta puluhan Organisasi Pemuda dan Mahasiswa Islam lainnya. 

Aksi damai APMMBR di depan gedung DPRD Sulsel memuat beberapa tuntutan kepada pemerintah diantaranya sebagai berikut :
  1. Menuntut pemerintah untuk menghentikan upaya kriminalisasi terhadap ulama, aktivis Islam seperti Ust. Habib Rizieq Shihab, Ust. Bachtiar Nasir, serta ulama dan aktivis Islam lainnya, dan gerakan dakwah Islam seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
  2. Menolak rencana pembubaran HTI dan ormas Islam lainnya.
  3. Meminta kepada pemerintah untuk instrospeksi diri atas kebijakan-kebijakan neoliberal yang menyengsarakan rakyat dan diskriminasi yang dilakukan terhadap umat Islam, justru hal tersebutlah yang menjadi pemecah-belah Indonesia.
  4. Menuntut kepada pemerintah untuk membebaskan para ulama dan aktivis Islam yang ditahan dengan tuduhan yang mengada-ada serta menghentikan proses hukum yang direkayasa terhadap ulama seperti Ust. Muhammad Al Khathath
  5. Menyerukan kepada masyarakat untuk turut berjuang dengan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Makassar Bela Rakyat melawan kedzhaliman dan kesewenang-wenangan rezim terhadap ummat Islam, ulama kaum muslimin dan gerakan dakwah Islam serta menolak lahirnya rezim represif anti Islam

Panglima LPI Sulsel, Ust. Abdurrahman yang turut hadir dalam aksi tersebut dalam orasinya menyampaikan bahwa jangan jadikan aksi hari ini sebagai aksi yang terakhir, jika ada ulama maupun ormas Islam manapun yang dikriminalisasi jangan diam. Mahasiswa dan pemuda harus senantiasa bersatu melindungi ormas dan ulama.

Aksi kemudian diakhiri dengan Penandatangan spanduk sepanjang 4 meter oleh peserta yang terdiri dari sebagai organisasi, bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah akhir-akhir ini yang selama ini dinilai represif. [VM]

Reporter : Andi Haerul

Posting Komentar untuk "APMMBR Datangi DPRD Sulsel Tuntut Pemerintah Hentikan Kedzaliman, Upaya Kriminalisasi Ulama dan Pembubaran Ormas Islam "

close