Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Stop Edan-Edanan, Mari Menuju Ampunan-Nya


Sruput teh… Iklan sirup udah mulai sering muncul di televisi. Itu berarti salah satu dari sekian tanda-tanda datangnya bulan ramadhan udah mulai muncul. Hehehe. Terus, apa aja nich yang udah kamu siapin untuk menyambut ramadhan kali ini. Kalian tentu nggak mau kan kalo ramadhan kita kali ini berakhir seperti tahun-tahun kemarin? Pastinya pengen lebih baik kan. Lantas apa aja nich persiapan kalian sob?

Waktu tepat buat tobat

Sobat rohimakumullah, kalian harus paham bahwa sebejat-bejatnya seseorang insyaallah masih bisa berubah. Tentu jika dia bener-bener pengen berubah. Dan perubahan seseorang nggak datang gitu aja, harus ada ikhtiar untuk menjemputnya. Terkadang, dukungan dari orang-orang di sekitar kita plus timing yang tepat bisa menambah kepedean kita untuk membuka pintu tobat, berubah menjadi sosok yang lebih baik dan lebih sholeh/sholehah.

Sobat yang kucinta, jika kita merasa sebagai manusia yang penuh dengan lumuran dosa, sering bermaksiat. Maka, cepet-cepet lah mendekat ke orang-orang yang sholeh/sholehah. Karena kebiasaan orang itu bisa nular maka, dekat-dekatlah dengan orang sholeh biar ketularan sholeh. Daripada ngumpul-ngumpul sama orang-orang yang  nggak jelas. Ngabisin waktu hanya sekedar ngobrolin hal-hal yang nggak jelas, nggak membuat kita pinter malah nambah dosa sebab sering nge-gosipin orang. Bending kita ngumpul dengan orang sholeh biar hati kita bisa adem, pikiran kita bisa tenang dan hidup kita penuh dengan keoptimisan sebab senantiasa terjaga dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Terus, jika kita menemui orang di sekeliling kita yang suka bermaksiat, maka inilah momen yang pas untuk ngajak dia tobat. Kita tegur dia, ingatkan dia mungkin saja teguran kita kepadanya bisa menjadi wasilah agar dia cepet tobat dan nggak sering bermaksiat. Kita nggak pengen kan punya teman yang suka maksiat? Maka, inilah waktu yang tepat buat nyadarin dia. Kalo bukan kita yang ngingetin lantas siapa lagi, kalo bukan sekarang apa nunggu dia tua? Kan kasian nanti dosanya malah tambah numpuk banyak. Apalagi kita juga nggak bisa memprediksi datangnya ajal. Kan kasian kalo teman kita belum tobat tapi ajal sudah datang menghampiri. Moga aja ini nggak terjadi ya sob...

Oke gaes, kalo gitu kedatangan bulan suci ramadhan kali ini harus kita maksimalkan secara optimal. Kita jadikan waktu yang paling tepat untuk rame-rame menuju pintu tobat. Jika di selain bulan ramadhan, biasanya kalo mau tobat itu sulit ato juga nggak pede. Maka, inilah momen yang tepat buat tobat. Nggak ada orang yang akan ngeledek kita jika kita tiba-tiba jadi alim bin sholeh. Beda jika kita pengen tobat dari maksiat di selain bulan ramadhan. Mau tobat aja di ejek kawan, belum lagi godaan-godaan dunia luar yang begitu menggoda, membuat diri kita makin sengsara dan terus aja berkutat dalam kemaksiatan. Beda kan, sama ramadhan kalo mau tobat semua orang pasti paham. Disamping itu jika di bulan ramadhan suasana buat tobat makin mendukung. Tempat-tempat maksiat biasanya di tutup, dunia luar yang penuh dengan buka-bukaan aurat tiba-tiba langsung tertutup rapi. Di tambah lagi setiap chanel di televisi yang tiba-tiba aja berlomba-lomba nyiarin acara-acara Islami. Jelas, inilah waktu yang paling tepat buat tobat. So, manfaatkan ini dengan baik dan jangan di sia-siakan.

Taat vs Maksiat

Gaes, di bulan ramadhan memang lagi ngetrend rame-rame tobat dan taat. Tapi, nggak bisa di pungkiri kemaksiatan dan ketidaktaatanpun masih juga kita temui dengan mudah.

Nggak percaya, coba di awal ramadhan nanti kalian jalan-jalan ke pasar ato di pinggiran jalan. Pasti dengan mudah kita bisa nemuin orang-orang yang lago kompakan nggak puasa. Kalo di tanya soal agama mereka, kemungkinan besar mereka ngaku sebagai muslim. Tapi, kenapa tidak berpuasa atau bahkan malah terang-terangan jualan di siang hari, buka warung kaki seribu? Maka, disinilah godaan iman kita di pertaruhkan. Pengalaman tahun kemarin malah terjadi salah kaprah dengan yang namanya toleransi. Orang yang berpuasa di minta hormati yang nggak puasa, bukannya yang bener kan yang sebaliknya. Masak iya, orang yang nyata-nyata nodain bulan suci ramadhan dengan cara buka warung ato makan secara terang-terangan di pinggir jalan harus di hormati. Inikan edan, dunia terbalik. Harusnya mereka menghormati yang berpuasa dengan tidak makan di tempat umum secara terang-terangan di siang hari.

Terus, kemudian bulan yang suci penuh berkah ini juga sering di nodai dengan perilaku teman-teman ABG kita. JJP alias Jalan Jalan Pagi ataupun ngabuburit jelang bedug maghrib malah di jadikan ajang PDKT lawan jenis, di jadikan ajang pacaran. Kan, nggak bener ini !!! STMJ, Shaum Tapi Maksiat Jalan. Walah? Rusak-rusak...

Makanya sob, kita perlu nih tuk ngingetin semua orang agar bener-bener menjadi manusia bertaqwa yang sesungguhnya. Bukan cuma mulutnya aja ngaku beriman tapi kelakuannya tidak, kan nggak bener. Kita nggak pengen kan jika umat Islam terjerumus dalam kemaksiatan dan tanggung jawab untuk mencegah itu semua ada di pundak setiap umat Islam, bukan di pundak para alim ulama saja. Bukankah nabi dalam sebuah hadits pernah bersabda, kalo kita ngeliat kemaksiatan kita nggak boleh berdiam aja. Kita harus merubah kemaksiatan yang ada di depan kita. Kalo mampu di ubah dengan tangan, kalo nggak mampu dengan lisan. Kalo dengan lisan masih juga nggak berani, maka dengan hati. Tapi, kalo dengan hati ini adalah selemah-lemahnya iman. Jadi, mari kita sama-sama ngingetin teman-teman kita yang masih aja suka bermaksiat itu. Agar mereka sadar dan tak lagi berbuat dosa. Kalo semuanya bisa taat kan hebat.... Apalagi kalo taatnya secara totalitas secara kaffah di semua lini kehidupan malah makin T.O.P dah. Umat Islam akan benar-benar menjadi umat terbaik, sebab ia akan senantiasa melakukan amar ma'ruf nahi munkar.

Jangan Malu Jadi Orang Sholeh

Sobat, di jaman yang makin edan ini. Orang-orang udah nggak lagi peduli soal halal-haram. Semua akan dilakukan seseorang yang penting keinginannya bisa terpenuhi. Dan fenomena ini terkadang memunculkan fakta jika jadi orang sholeh itu hidupnya pasti miskin dan melarat. Kalo mau kaya ya harus menghalalkan segala cara, kan ini nggak bener!

Jadi, mumpung kita masih di pertemukan dengan ramadhan, maka inilah saat yang tepat buat kita untuk belajar taat. Menjauhi segala kemaksiatan yang biasanya sering kita lakukan. Segera putusin pacarmu! Jauhi yang namanya aktivitas pacaran sebab pacaran hukumnya haram. Kalo memang suka nikahin, kalo belum berani ato belum cukup umur ya persiapkan diri dulu. Cari ilmu yang cukup, dewasakan diri dan persiapkan diri dengan baik. Manfaatkan masa mudamu dengan baik agar tak menyesal di kala tua nanti.

Jadikan ramadhan kali ini sebagai momentum menjadi orang sholeh-sholehah. Karena derajat manusia bukan dinilai dari hartanya, bukan dari ganteng atau cantiknya wajah kita. Tapi, dinilai dari taqwanya. ganbatte! [VM]

Penulis : Aziz Rohman (Soeara Peladjar)

Posting Komentar untuk "Stop Edan-Edanan, Mari Menuju Ampunan-Nya"

close