Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Din Syamsuddin: Demokrasi Liberal Ancam Politik Umat

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Dr KH Din Syamsuddin menyatakan dampak dari demokrasi liberal.

KH. Din Syamsuddin
“Kehidupan politik yang menerapkan demokrasi liberal pada ajaran ajarannya yang paling liberal menciptakan sistem politik, sistem ketatanegaraan, sistem pemilu, dan budaya politik pragmatis telah membawa peluang, tantangan, dan ancaman terhadap efektivitas peran politik umat Islam,” ungkapnya saat memberikan sambutan dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII), Senin (9/2) di Yogyakarta .

Penerapan demokrasi liberal di bidang energi dan sumber daya alam telah membawa bangsa dan negara dikuasai atau dijajah kembali oleh pihak luar.

“Dampaknya, umat menjadi lemah dalam penguasaan sumber daya politik, hilangnya kuasai materi dan memudarnya watak positif progresif,” pungkas Din.

Di tempat yang sama, kepada Media Umat, delegasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang hadir pada KUII ini, menyetujui apa yang disampaikan ketua MUI Pusat tersebut. Menurut Dr Rahmat Kurnia, demokrasi liberal memang menjadi pintu imperialisme di dunia Islam termasuk Indonesia.

“ Melalui sistem demokrasi Barat memperkuat penguasa-penguasa boneka di negeri Islam yang pro Barat dan melegitimasi penjajahan Barat melalui UU yang merupakan produk demokrasi,” tegasnya.


Sebagai solusi melawan imperialisme Barat ini, menurut Ketua DPP HTI ini tidak ada jalan lain kecuali umat Islam kembali ke syariah Islam yang totalitas di bawah naungan Khilafah Islamiyah ala minhajin nubuwah.

“ Umat Islam tidak ada pilihan lain , kecuali berjuang bersama menegakkan Khilafah Islam yang akan menerapkan syariah Islam secara totalitas,” ujarnya. [joy] [visimuslim.com]

Sumber : hizbut-tahrir.or.id

Posting Komentar untuk "Din Syamsuddin: Demokrasi Liberal Ancam Politik Umat"

close