Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Islam dan Pilihan Cerdas Generasi Akhir Zaman




Oleh: Yulida Hasanah (Pembina Komunitas Smart Moslem Generation Brebes)


Menarik sekali untuk dibahas, saat membaca sebuah laman berita yang mengungkapkan hasil studi lembaga survei di Jerman. Berdasarkan survei yang dilakukan Institut Penelitian Kriminolog di Lower Saxon (KFN), ditemukan sebanyak 67,8% pelajar dan generasi muda Jerman percaya hukum syariat dalam Islam adalah sistem hukum yang baik. Mayoritas pelajar dan generasi muda yang notabene muslim tersebut, menganggap peraturan berlandaskan Alquranlebih penting daripada hukum negara. Selain itu, 51,5% responden percaya bahwa hanya Islam yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan zaman sekarang. Dan 45,8% lainnya percaya bahwa sistem kekhilafahan Islam adalah bentuk negara terbaik. (detikhikmah.com/24-04-2024)

Dari hasil survei tersebut, terlihat bahwa perkembangan opini dan kesadaran umat Islam khususnya generasi muda Jerman tak bisa dianggap biasa saja. Negara kedua setelah Prancis dengan jumlah muslim terbanyak di Benua Eropa ini pernah menjadi perhatian internasional karena Islamophobia di sana. Di sisi lain, politik yang buruk di negeri ini juga sedikit banyak memberi pengaruh terhadap masyarakatnya untuk menoleh pada agama dan sistem fitrah yakni Islam. Meskipun tidak dipungkiri sejarah awal perkembangan Islam di Jerman juga dipengaruhi oleh banyaknya imigran asal timur tengah yang masuk ke negeri tersebut. 

Namun secara fitrah, setiap manusia pasti akan memiliki kecenderungan pada sebuah keyakinan dan syariat/aturan yang mampu mengakomodasi sisi kemanusiaan mereka. Misalnya adalah menolak kekerasan yang tidak manusiawi seperti fakta kejahatan Israel ke penduduk Palestina. Atau secara fitrah, manusia itu butuh terhadap aturan hidup yang memiliki batasan-batasan tertentu dalam mengatur perbuatan manusia. Karena sejatinya manusia yang serba bebas kehidupannya tidaklah mencerminkan sebuah kehidupan yang manusiawi, melainkan lebih dekat kehidupan binatang. Misalnya, saat aurat manusia tidak diatur, pergaulannya dibiarkan bebas. Tidak mengenal mana saja batasan aurat laki-laki dan mana saja batas aurat perempuan. Tidak jelas standar pergaulan laki-laki dan perempuan dan lain sebagainya. Akhirnya, kehidupan manusia bak kehidupan binatang bahkan lebih liar. Na’udzubillah

Maka, sangatlah manusiawi saat generasi muda muslim di Jerman percaya bahwa Islam adalah pilihan terbaik dalam segala hal, sebagai aturan hidup, solusi masalah hingga menjadi landasan politik sebuah negara. Bukan sekadar asumsi atau hayalan belaka, Islam telah diturunkan sebagai jalan hidup terbaik kepada Nabi dan Rasul terbaik. Dan hal tersebut terbukti nyata sejak 1400 tahun lalu. Di mana saat Islam datang, maka perubahan besar terjadi dalam sejarah manusia. Mulai dari mengajak manusia menggunakan akal mereka dalam mencari Tuhannya hingga mengarahkan manusia bagaimana membangun peradaban yang tinggi dan mulia. Melalui Rasulullah Saw, Allah menghadirkan penjelasan pada kita tentang siapa orang-orang yang sejatinya bodoh/jahiliah, dan siapa orang-orang yang sejatinya cerdas. 

Memilih Islam jelas menjadi pilihan cerdas generasi akhir zaman. Saat generasi hari ini tidak bisa lagi berharap pada ‘sekulerisme’ meraih kehidupan yang menjamin kebahagiaan dunia tanpa harus menggadaikan kebahagiaan hakikinya di akhirat nanti. Saat mereka tak lagi berharap ‘keadilan kapitalisme’ dalam menciptakan kesejahteraan di tengah masayarakat. Generasi justru dijerumuskan dalam kehidupan ‘yang terhimpit oleh beban ganda’, hingga memaksa mereka terperangkap mnejadi generasi ‘sandwich’. Dan Islam akhirnya akan menjadi pilihan terbaik dan terakhir saat sistem politik hari justru menggunakan generasi mudanya sebagai tumbal bobroknya demokrasi. Yakni melahirkan generasi apolitik. Jikapun mereka berpolitik, maka politik yang diperjuangkan sungguh sangat jauh dari ajaran Islam. 

Setidaknya, ada 3 alasan kuat mengapa Islam menjadi pilihan terbaik, baik sebagai keyakinan/agama, sebagai solusi bagi masalah kehidupan manusia hari ini dan sebagai sistem politik terbaik di antara sistem politik yang ada di dunia ini.

Pertama, Islam bersumber dari Allah SWT. Sedangkan Allah SWT adalah Pencipta, Pengatur dan Pemilik Kekuasaan seluruh alam, termasuk bumi yang menjadi tempat tinggal kita. Siapapun yang memiliki akal, pasti akan sampai pada keyakinan akan adanya Allah SWT dengan segala sifat Uluhiyah-Nya, yang itu tidak dimiliki oleh manusia serta makhluk lainnya.

Kedua, Islam memberikan jalan petunjuk hidup yang manusiawi. Dan siapapun yang mengambil jalan hidup ini, maka jaminannya langsung dari Allah Yang Maha Benar dan Maha Menepati janji. Mulai dari jaminan kebahagiaan hidup di dunia hingga akhiratnya. Dan jalan petunjuk hidup tersebut telah termaktub dalam Alquran. Sedangkan seluruh isi Alquran telah dijamin kebenarannya oleh Allah SWT. Maka barang siapa yang mengikuti jalannya akan selamat, sedangkan yang melalaikan dan menentangnya akan tersesat.

Ketiga, sebagai agama universal dan sempurna. Islam telah Allah SWT turunkan sebagai Rahmat bagi seluruh alam. Kesempurnaan Islam telah diwujudkan oleh ‘sang Uswatun hasanah’ sekaligus pemimpin negara dan politikus terbaik sepanjang sejarah manusia. Yang hingga hari ini, namanya tidak tergantikan oleh pemimpin negara dan politikus manapun. Kehidupan dan perjuangan Rasulullah Saw Muhammad adalah realitas nyata dari manivestasi penerapan Islam sebagai syariat yang kaffah(sempurna), dari kehidupan berkeluarga hingga bernegara. Maka, benarlah jika Khilafah menjadi pilihan sistem pemerintahan terbaik karena yang mencontohkannya adalah manusia terbaik. Tidak hanya itu, generasi muda juga harus memahami bahwa Khilafah merupakan salah satu dari tiga warisan yang Rasulullah tinggalkan untuk umat ini. 

Ingatlah bahwa ada tiga hal yang diwariskan oleh Rasulullah Saw untuk umat ini. Selama tiga warisan ini dipelihara dengan baik, maka akan baiklah kondisi umat ini. ketiga warisan itu adalah Islam, Ulama dan Khilafah. Mengenai warisan pertama, yakni Islam. Rasulullah Saw. bersabda, “Telah aku tinggalkan di tengah kalian dua perkara. Kalian tak kan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya. Yakni Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya (HR. Malik, Al Muwaththa’, no 1594)

Sedangkan warisan yang kedua adalah ulama. Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham melainkan mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambil ilmu, maka dia telah mengambil bagian yang cukup (banyak).” (HR. Tirmidzi no 2682)

Dan mengenai warisan ketiga yakni Khilafah. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul Saw., “Dahulu bani Israel diatur hidupnya oleh para nabi. Setiap nabi meninggal, dia digantikan oleh nabi lainnya. Dan sesungguhnya tidak ada nabi setelahku. Dan akan ada para Khalifah yang jumlah mereka akan banyak.” (HR. Muslim no 1842)

Jelaslah, Islam menjadi pilihan cerdas bagi generasi-generasi cerdas yang mereka melek terhadap ajaran agamanya. Dan mereka inilah yang siap menjadi pemelihara warisan Nabi-Nya. Wallaahua’lam 

Posting Komentar untuk "Islam dan Pilihan Cerdas Generasi Akhir Zaman"

close