Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saya tidak Bertanggung Jawab Atas Serangan Paris atau ISIS dan Tidak Juga Agama Saya


Seperti kebanyakan orang, saya terkejut dan sedih dengan kejadian di Paris. Pikiran saya bersama para korban dan keluarganya atas kejahatan yang mengerikan ini. Tapi saya tidak terkejut. Beberapa hal tidak bisa terelakkan dan telah diprediksi, tulis Jahangir Mohammed dari Pusat Urusan muslim.

Jika Anda pergi ke seluruh dunia dan melakukan kekerasan pada orang lain cepat atau lambat hal itu akan kembali kepada anda. Anda tidak perlu para ahli keamanan dan teori-teori yang kompleks tentang ekstremisme dan radikalisasi untuk memahami hal itu. Bahkan anak-anak sekolah di TK memahami logika sederhana itu.

Pada saat orang sedang menderita saya tidak ingin membahas penyebab kekerasan. Namun reaksi dari media, para politisi dan yang disebut sebagai pakar menunjuk jari pada kaum muslim dan Islam seolah-olah kita semua orang yang disalahkan dan membutuhkan jawaban, jika tidak maka hal ini akan menyebabkan UU yang lebih menargetkan komunitas muslim dan kekerasan Barat yang lebih hebat di negeri-negeri muslim.

Moralitas dan Superioritas Politik Barat

Sebagaimana kaum muslim lain, saya kecewa dengan para komentator Barat dan para politisi yang menggunakan kata-kata seperti “tindakan perang,” “nilai-nilai kita” dan “keunggulan moral dan politik ” dalam menanggapi kejahatan ini. Hal ini hanya menuangkan bahan bakar kemarahan di kalangan kaum muslim muda yang dengan media sosial memiliki akses kepada informasi dan menyadari kejahatan yang lebih besar yang dilakukan di wilayah tersebut oleh para politisi Barat.

Kaum muslim menyebut ada satu juta penduduk Aljazair yang dibantai dalam perang kemerdekaan oleh Perancis – yang beradab. Kita juga ingat pemilu demokratis Aljazair tahun 1992 yang dimenangkan oleh FIS yang dicegah untuk membentuk pemerintahan oleh junta militer yang dibantu dan didukung oleh Perancis.

Jika rakyat Aljazair diizinkan untuk mengembangkan masa depan politik mereka mungkin tidak kita dapatkan ribuan kaum muda Aljazair yang terasing dan tersingkir dengan sedikit harapan di Perancis dan menuju ke Suriah untuk mendapatkan masa depan.

Serangan Paris Menewaskan lebih dari 130 orang

Ketika para komentator Barat berbicara tentang kekerasan politik yang dilakukan oleh kelompok-kelompok mereka menyalahkan kelompok tertentu yang dianggap bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Tapi berkaitan dengan kelompok-kelompok muslim yang melakukan kekerasan politik mereka menyalahkan kelompok “Islamis” dan “jihad” secara keseluruhan.

Untuk memperjelas hal ini, tindakan ini diklaim dilakukan oleh ISIS. Mereka sendiri yang harus disalahkan untuk hal itu. Tindakan ini harus disebut “kekerasan atau terorisme oleh ISIS,” bukan kepada yang lain. Kaum muslim di Barat tidak memikul tanggung jawab atas hal itu.

Ketika para politisi dan para ahli berbicara tentang kebangkitan kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan di Eropa, mereka melihat penyebabnya seperti terlalu banyak imigrasi, tekanan kepada pelayanan publik, dan kurangnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat asli setempat. Tapi kekerasan yang berasal dari dunia muslim ditampilkan sebagai tidak memiliki penyebab, tapi ini adalah hasil dari teologi yang buruk, atau kejahatan murni.

Jadi pertanyaan saya kepada setiap orang yang berpikiran sehat di negara manapun adalah: Bagaimana penduduk anda akan berperilaku jika mereka harus mengalami apa yang telah dialami oleh penduduk Irak?

Perang 35 tahun dan Kekerasan di Irak

Para pemimpin Barat telah terlibat dalam perang di Irak selama 35 tahun terakhir.

Dari tahun 1980 – 1988, Barat telah mendukung, membantu dan bersekongkol dengan Saddam Hussein dalam perang 8 tahun dengan Iran yang menelan satu juta jiwa. Perang ini menjadikan Irak miskin sehingga menyebabkan Saddam Hussein menyerbu Kuwait. Intervensi Barat dan Arab (termasuk Suriah) bersekutu untuk menjatuhkan dia dalam Perang Teluk Pertama 1990-1991. Rakyat Irak sekali lagi kehilangan anak-anak mereka dan infrastruktur negara mereka hancur.

Dengan gencatan senjata yang memalukan, apa yang terjadi selanjutnya adalah dekade pemiskinan secara ekonomi, dengan sanksi ekonomi yang melumpuhkan di mana 500.000 anak disebutkan telah kehilangan nyawa mereka. Selama masa itu diterapkan kekuatan udara terus-menerus untuk menurunkan dan menghancurkan negara dan infrastruktur Irak.

Setelah cukup melemahkan Irak, para politisi Barat memutuskan untuk menyerang dan mengambil alih Irak lagi. Kali ini mereka menghancurkan lebih banyak infrastruktur sehingga perusahaan-perusahaan mereka bisa membangun kembali dan mendapatkan keuntungan dari mereka. Para penjajah juga menyalakan api sektarianisme yang memungkinkan suatu komunitas untuk mempertahankan milisi dan senjata mereka dan menempatkan mereka dalam kekuasaan.

Jadi suatu komunitas tidak berdaya, miskin, dan tidak dilindungi, sementara komunitas yang lain diberdayakan. Pada masa pendudukan Irak telah terjadi kekejaman yang mengerikan dan penyiksaan terhadap penduduk sipil Irak yang dilakukan oleh semua pihak, penjajah , pemerintah, serta milisi milisi / kelompok bersenjata.

Invasi Barat ke Irak membuka gerbang neraka

Dalam 35 tahun rakyat Irak telah menjadi korban kekerasan yang paling mengerikan penggunaan instrumen mematikan yang paling canggih yang pernah diciptakan oleh manusia. Mereka telah dirampok dari sumber daya, dan menjadi korban tinakan brutal dan hilangnya nyawa penduduk dan anak-anak mereka dalam jumlah jutaan bukan ratusan. Infrastruktur modern dan cara hidup mereka telah hancur.

Di Eropa kita mendapatkan kebangkitan kelompok-kelompok ekstrimis bahkan jika hal itu dirasakan ada terlalu banyak imigran yang datang ke negara-negara itu. Karena itu apakah mengherankan jika sesuatu kelompok seperti ISIS dengan ide-ide ekstrim dan kekerasan telah muncul dari puing-puing Irak?

Saddam Hussain adalah seorang diktator yang melakukan kejahatan paling keji. Namun, beberapa kata-kata terakhirnya adalah petuah. Ketika dia dikutuk untuk pergi ke neraka oleh orang-orang mengejeknya, dia menjawab “maksud anda berarti neraka Irak.”

Dia benar. Irak telah menjadi neraka bagi orang-orang di sana. ISIS adalah produk dari neraka yang diciptakan oleh Barat.

Para politisi Barat sering mengatakan bahwa ISIS dan keyakinan mereka yang jahat itu tidak diragukan lagi mereka melakukan tindakan yang jahat itu tapi saya mengatakan ini kepada semua politisi: nilai-nilai dan jahat mereka muncul dari neraka yang telah Anda buat di Irak. Jangan membuat neraka di bumi bagi orang-orang dan berharap untuk menemukan malaikat di sana.

Kekerasan ISIS dan di wilayah ini adalah hasil karya Anda. Ini adalah refleksi dari nilai-nilai kekerasan, peperangan, sektarianisme yang Anda ditanamkan di Irak.

Teologi yang buruk atau kenyataan buruk?

Teori ekstremisme, dan radikalisasi bahwa Barat telah menciptakan untuk menargetkan semua muslim atas kekerasan politik yang sesat dan berakar pada sentimen sejarah anti-muslim telah diartikulasikan selama Abad Pertengahan dengan berusaha menciptakan Perang Salib dengan kekerasan yang mereka buat sendiri dan berfokus pada ‘jihad’ dan teologi balas dendam.

Setelah menciptakan kondisi yang tidak tertahankan seperti bagi rakyat Irak dan Palestina (sekarang lebih dari 60 tahun), dan Afghanistan (40 tahun) Barat menunjuk pada teologi yang buruk atau jihad atau Islamisme sebagai penyebabnya, seperti yang mereka lakukan dalam sejarah.

Penyebab kekerasan politik Islam bukanlah buruknya teologi namun adalah buruknya realitas politik.
Pada pertengahan tahun 1980-an Paris juga terkena serangan bom dan menjadi korban pembajakan pesawat. Kekerasan politik itu disalahkan kepada Hizbullah dan itu harus dilakukan dengan realitas perubahan politik dan melakukan perang di Lebanon dan Iran. Hari ini mereka aman dan tidak perlu menyerang Barat untuk mencapai tujuan politik mereka.

Semua kekerasan politik – bahkan yang dilakukan – memiliki sasaran dan tujuan politik.

Jadi saya tidak merasa perlu bertanggung jawab atau mengutuk apa yang terjadi di Paris. Saya tidak bertanggung jawab untuk hal itu, saya tidak mendorong hal itu, dan saya juga tidak mendukungnya.

Tindakan itu mengutuk dirinya sendiri. Jika saya mengutuk hal itu, saya juga perlu untuk mengutuk pemerintah kita sendiri atas neraka yang mereka telah ciptakan di Irak. Saya juga tidak bertanggung jawab untuk hal itu.

Apa yang menjadi tanggung jawab saya adalah membantu membawa perdamaian dan keamanan di antara masyarakat di negara ini dan di negara-negara seperti Irak dan Suriah. Untuk melakukan itu, Islam mengharuskan saya untuk berbicara kebenaran kepada mereka yang berkuasa dan lain-lainnya, namun dengan kekuatan dan keberanian, meskipun mungkin mereka tidak menyukainya.

Islam tidak tidak memproduksi ISIS, melainkan dekade kekerasan dan keterlibatan yang dilakukan Baratlah yang menyebabkannya. Semakin banyak kekerasan yang dilakukan mereka, dan didukung oleh Barat di dunia muslim akan semakin banyak kekerasan yang terjadi di dalam negeri mereka. [www.visimuslim.com]

Sumber: 5pillarsuk.com

Posting Komentar untuk "Saya tidak Bertanggung Jawab Atas Serangan Paris atau ISIS dan Tidak Juga Agama Saya"

close