Perayaan Tahun Baru: Serangan Barat, Penjegal Kebangkitan Ummat


Oleh : Siti Masliha S.Pd, 
(Aktivis Muslimah Peduli Generasi)


Setiap kali menjelang malam pergantian tahun baru milyaran orang di seluruh dunia merayakannya. Tiupan terompet, pesta kembang api, hingar bingar musik adalah bagian yang tak terpisahkan dari pesta pergantian tahun baru. Ucapan "Happy New Year" atau "Selamat Tahun Baru" berkumandang dimana-mana. Tak sedikit dari kaum muslim ikut larut dalam perayaan pesta pergantian tahun baru ini tanpa mengetahui asal muasal dari mana pesta perayaan tahun baru ini. Kaum muslimin mendatangi tempat-tempat wisata, pusat-pusat perbelanjaan, dan lain lain untuk merayakan malam pergantian tahun.

Sejarah Tahun Baru

Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai Caisar Roma. Ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisi Romawi yang telah diciptakan sejak abad 7 SM. Dalam mendesain kalender baru ini Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes seorang ahli astronomi di Iskandariyah yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari sebagaimana dilakukan oleh orang orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambah 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada tanggal 1 januari. 

Caesar juga memerintahkan agar setiap 4 tahun 1 hari ditambahkan bulan februari yang secara teoritis bisa menghilangkan penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama setelah Caesar terbunuh tahun 44 SM dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya yaitu Julius atau juli. Kemudian nama bulan sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar augustus menjadi bulan agustus. 
Perayaan tahun baru ini terjadi pada pergantian kalender Georgian yang sejak dulu dirayakan oleh orang orang kafir.

Budaya Bebek

Itulah sejarah perayaan tahun baru. Perayaan ini jelas perayaaan orang-orang kafir dan kita sebagai kaum muslimin jelas haram ketika mengikutinya. Namun faktanya banyak dari kaum muslimin ikut dalam perayaan tahun baru ini. 

Miris melihat kondisi kaum muslimin saat ini. Para remaja laki-laki dan perempuan meraka larut dalam malam pergantian tahun. Mereka bercampur baur tanpa pengindahkan aturan. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang terjerumus kedalam sex bebas. Tidak kalah dengan para remaja ibu-ibu juga ikut larut dengan malam pergantian tahun. Mereka  turut serta membawa anak-anak nya tanpa mengerti apa yang sedang mereka lakukan.

Saat ini telah terjadi infiltrasi budaya kufur di tengah-tengah kaum muslimin. Sebagian besar kaum muslimin terlah terseret dalam budaya kufur tersebut. Mereka tidak merasa bahwa perayaan tahun baru adalah budaya atau hadharah asing. Mereka menganggap ini adalah suatu kewajaran. Mereka menganggap ketinggalan zaman jika tidak ikut budaya kufur ini. 

Ada juga yang beranggapan boleh merayakan tahun baru asal tidak melakukan hal-hal yang tidak dilarang seperti sex bebas, pesta narkoba dan lain-lain. Ini adalah pandangan yang keliru bukti keberhasilan musuh-musuh Islam untuk menggiring kaum muslimin untuk terjatuh dalam budaya mereka. Musuh-musuh Islam berusaha menyuntikkan budaya mereka supaya kaum muslimin jauh dari Islam. Tapi hal ini tidak disadari oleh kaum muslimin.

Serangan Budaya Barat

Dari sisi budaya dan gaya hidup perayaan tahun baruan pada hakikatnya adalah senjata kaum imperalis menjajah kaum muslimin untuk menyebarkan ideologi setan yang senantiasa mereka emban yaitu sekelurisme. Sekelurisme adalah faham memisahkan agama dalam kehidupan. Serangan pemikiran yang dilakukan Barat ini dimaksudkan sedikitnya ada 3 hal:

1. Menjauhkan kaum muslilimin dari pemikiran Islam.
2. Mengalihkan perhatian kaum muslimin atas penderitaan kaum muslimin.
3. Menjadikan Barat sebagai kiblat. 

Budaya tahun baruan ini diimpor dari Barat agar kaum muslimin menikmati budaya mereka dengan pesta pora, sex bebas dan lain-lain. Kaum muslimin dibuat bersenang-senang dengan budaya mereka. Barat mempromosikan budaya mereka lewat TV, Film, Sosmed dan lain-lain. Semua ini dibungkus rapi oleh Barat sehingga kaum muslimin tidak sadar mengikuti budaya Barat yang jauh dari Islam. kaum muslimin sibuk dengan perayaan tahun baru ini sehingga tidak fokus pada dakwah khilafah.

Back To Muslim Identity

Serangan budaya Barat ini telah lama merasuk ke dalam tubuh kaum muslimin. Seharusnya kita punya sikap yang tegas terhadap perayaan tahun baru yang jelas-jelas haram. "Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka " (HR. Abu Daud dan Ahmad). Hadits ini telah jelas jika kita mengikuti budaya Barat maka kita termasuk dalam golongannya. Barat sengaja melakukan berbagai serangan untuk menghadang kebangkitan Islam. "Sesungguhnya Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah ridho sampai kita mengikuti agama mereka" (Qs. Al Baqarah 120). Tugas kita sekarang adalah berdakwah di tengah-tengah masyarakat untuk menerapkan hukum-hukum Allah dalam wadah Khilafah Islamiyah. [vm]
loading...

Belum ada Komentar untuk "Perayaan Tahun Baru: Serangan Barat, Penjegal Kebangkitan Ummat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel