Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyambut Bisyarah


Oleh: Hj. Tia Damayanti M.Pd (Praktisi Pendidikan)

Apa peristiwa besar yang terjadi di tahun 1453? Sepertinya banyak yang tidak mengetahui. Padahal di tahun itu, tepat 20 Jumadil Awwal 1441 H, 584 tahun hijriyah yang lalu, Konstantinopel berhasil di bebaskan oleh Sultan Muhammad Al Fatih.

Tembok kota yang serusia 1000 tahun tak bergeming itu akhirnya takluk diiringi dengan ketakutan penduduknya sendiri. Pada 22 Mei 1453, sebanyak 70 kapal berhasil diangkut Sultan Utsmani, Muhammad Al Fatih (Mehmet ll) dengan sisa-sisa pasukan hebatnya di atas bukit Galata, dalam waktu satu malam. Mereka menggambarkan keterkejutannya dengan kalimat berikut,

”Kami tidak pernah melihat dan tidak pernah mendengar sebelumnya, sesuatu yang sangat luar biasa seperti ini. Al Fatih telah mengubah bumi menjadi lautan dan dia menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak-puncak gunung sebagai pengganti gelombang-gelombang lautan. Sungguh kehebatannya jauh melebihi apa yang dilakukan oleh Alexander Agung"

Selasa pagi, 20 Jumadil Ula 857 H bertepatan pada 29 Mei 1453, Muhammad Al Fatih merencanakan serangan terakhirnya untuk menaklukan Konstantinopel, setelah pengepungan selama lebih dari 50 hari.

"Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, dan tentaranya sebaik-baik tentara” (HR. Ahmad)

Pagi dini hari Sultan menyuruh seluruh pasukan memperbanyak munajat, shalat, ibadah nafilah, serta berpuasa untuk esok hari. Seraya memberi pidato yang tercatat dengan tinta emas:

"Jika penaklukan kota Konstantinopel sukses, maka sabda Rasulullah SAW telah menjadi kenyataan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti."

"Maka kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi janji dari hadits ini, berupa kemuliaan dan penghargaan."

"Oleh karena itu, sampaikanlah pada setiap pasukan, bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini, akan menambah ketinggian dan kemuliaan Islam."

"Untuk itu, wajib bagi setiap pasukan, menjadikan syariat selalu di depan matanya dan jangan sampai ada diantara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini."

"Hendaknya mereka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan dan gereja-gereja. Hendaknya mereka jangan mengganggu para pendeta dan orang-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran".

Sungguh menakjubkan upaya yang dilakukan oleh Muhammad Al Fatih dan pasukannya untuk menaklukan Konstantinopel. Mereka mencurahkan semua yang dimilikinya, harta, bahkan nyawa sekalipun. Dan semuanya itu in sya Allah akan diganti oleh Allah kelak dengan jannahNya.

Pembebasan kota Konstantinopel merupakan bagian dari sejarah kejayaan Islam. Bisyarah atau kabar gembira ini telah disampaikan Rasulullah saw kepada para sahabat jauh sebelumnya..

أي المدينتين تفتح أولا : أقسطنطينية أو رومية ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : مدينة هرقل تفتح أولا . يعني : قسطنطينية
"Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Roma?". Rasul menjawab, "Kota Heraklius dibuka lebih dahulu. Yaitu: Konstantinopel.” (HR. Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)

Hadits ini dinyatakan shahih oleh al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Sementara Abdul Ghani al-Maqdisi berkata, “Hadits ini hasan sanadnya.” Syaikh Al-Albani sependapat dengan al-Hakim dan adz-Dzahabi bahwa hadits ini shahih. (Lihat Silsilah Ahadits al-Shahihah 1/3).

Bisyarah adalah kabar baik dari Allah SWT yang diturunkan untuk hambaNya, baik melalui kitab suci al-Qur’an ataupun melalui Nabi besar kita, Nabi Muhammad saw. Bisyarah adalah janji Allah SWT dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad. Dengan Bisyarah inilah kaum muslimin dapat berjuang dan menorehkan tinta emas perjuangan Islam dalam sejarah peradaban dunia.

Selain Bisyarah penaklukan Konstantinopel, Rasulullah saw juga memberikan kabar kembali tegaknya Khilafah ‘Ala Minhaj an-Nubuwah. Rasulullah saw telah memberikan kabar gembira dengan penaklukan Konstantinopel, penaklukan Roma, kembalinya al-Khilafah ala minhaj an-nubuwwah, perang terhadap Yahudi dan kekalahan mereka secara telak. Rasul saw tentu tidak berbicara dari hawa nafsunya, melainkan hanyalah dari wahyu yang diwahyukan kepada beliau.

Tiga kabar gembira Rasul saw yang tersisa akan terealisasi dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Meski hal itu tentunya tidaklah akan terealisasi dengan turunnya malaikat dari langit dan menghadiahkannya kepada kita. Itu perlu usaha yang sungguh-sungguh..

Karenanya menjadi penting untuk kita mempersiapkan generasi terbaik layaknya generasi penakluk Konstantinopel sebagai wujud upaya menyambut bisyarah Rasulullah saw... menuju terbentuknya generasi penakluk Roma. Generasi tangguh yang tidak mudah putus asa ketika menemui kegagalan. Terus berjuang sampai tujuan teraih..

Peran berbagai pihak tentunya sangat dibutuhkan. Orang tua, masyarakat maupun negara. Orang tua mempersiapkan generasi sejak dalam kandungan, mendidik dan membinanya hingga terlahir sosok-sosok seperti Muhammad Al Fatih. Menceritakan sejarah penting kaum Muslimin dan masa-masa kejayaan Islam, hingga tergambarkan dalam benak mereka kegemilangan cahaya Islam..

Masyarakat dan lingkungan dalam hal ini berkontribusi dalam membentuk generasi, membentuk pribadi yang tangguh yang memiliki keimanan yang kokoh. Pun demikian halnya dengan negara yang mensupport,  memfasilitasinya dengan menyediakan pendidikan yang berkualitas yang mengarah pada pembentukan syakhsiyah (kepribadian) Islam  yang utuh bagi generasi muslim. Yang menghasilkan sosok-sosok yang cerdas prestatif, pun memiliki sikap dan tingkah laku yang sesuai dengan aturan nilai-nilai Islam.

Ketiga komponen tersebut selayaknya bersinergi untuk menyambut terwujudnya ketiga bisyarah Rasulullah saw yang akan menempatkan umat di tempat kemulyaan dan keberkahan hidup. Dan Islam akan kembali meraih kejayaan. [visimuslim.org]

Posting Komentar untuk "Menyambut Bisyarah"