Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB): Menakar Obyektifitas Sejarah Islam di Nusantara

 


Jakarta, Visi Muslim- Upaya konstruksi sejarah Islam di Nusantara kini menemukan momennya. Apalagi bersamaan dengan peringatan Tahun Baru Hijriyah 1442 H. Kajian mendalam dan kritis ini mendapat perhatian luas. Khususnya dari Intelektual Muslim Indonesia yang berhimpun dalam Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB). Akhirnya, FGD Online kelima diadakan Sabtu (29/8/2020) Pukul 08.00-11.30 WIB.

Menghadirkan Intelektual yang berkompeten dibidangnya, di antaranya: Prof Dr-Ing Fahmi Amhar (Cendekiawan Muslim dan Peneliti), Dr Ahmad Sastra, MM (Dosen Filsafat Pascasarjana UIKA Bogor), Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA. (Guru Besar Pemikiran Islam UIN Ar Raniry Aceh), Drs. Moeflich Hasbullah, MA (Sejarawan Muslim dan Dosen), Rachmad Abdullah, S.Si, M.Pd (Sejarawan dan Penulis Buku Trilogi Revolusi Islam), dan Septian AW (Sejarawan Muda Komunitas Literasi Islam). 

Acara dibuka dengan penyampaian pengantar oleh pembicara kunci, Dr. Fahmy Lukman, M. Hum

(Direktur Institute of Islamic Analysis & Development INQIYAD). Beliau memberikan pengantar agar diskusi berjalan secara intelektual, obyektif, dan multiperspektif.

“Saya sangat berbahagia diskusi ini berjalan secara intelektual jernih tanpa emosional,”ungkapnya.

Kemudian Dr Fahmy melontarkan pertanyaan yang menggelitik, “Adakah objektifitas dan siapakah yang menjadi hakim memutuskan bahwa ini benar ini salah tentang sejarah?”

Tambahnya, “Upaya untuk memahami masa lalu, yang sudah mensejarah, menjadi bagian dari sejarah yang sudah berlalu bukanlah sesuatu yang sederhana dan mudah. Usaha untuk merekonstruksi bagaimana "sebuah fakta" yang terjadi terhadap sebuah atau banyak peristiwa itu memerlukan keseriusan yang luar biasa dari seorang intelektual melalui perangkat-perangkat ilmu pengetahuan."

“Keberadaan peninggalan yang mewujud berupa bahasa, tertulis dan tak tertulis, artefak, manuskrip, dan benda-benda lain pernah menjadi bagian masa lalu, memerlukan penafsiran yang tepat dengan berdasarkan epistemologi, ontolologi, dan aksiologinya,”ungkap Dr Fahmy yang juga pernah menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir.

Alhasil, menegaskan bahwa diskusi terkait sejarah juga dipengaruhi oleh world of view dan point of view terkait diskusi hubungan Islam dan Nusantara.

“World of view dan point of view seorang ilmuwan, cendekiawan, dan intelektual itu dipengaruhi latar belakang ideologi, politik, kultur sosial dan budaya, serta agama, yang turut andil dalam memberikan simpulan tentang dinamika hubungan Islam dan Nusantara pada masa lalu.”

Acara masih berlangsung. Diskusi tampak hangat dan mencerahkan. Nuansa akademis, intelektual, dan narasi ilmiah begitu kental. Simak dan ikuti diskusinya untuk mendapat pencerahan berharga.[hn]

Posting Komentar untuk "Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB): Menakar Obyektifitas Sejarah Islam di Nusantara "