Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

11 April 2022, Umur Panjang Perjuangan Mahasiswa Menuju Perubahan





Oleh: Ainul Mizan (Peneliti LANSKAP) 


Agent of Change, predikat yang diberikan pada mahasiswa. Mahasiswa bagian dari masyarakat. Darah muda yang mengalir dan intelektualitas menjadi bekal trust rakyat kepada mahasiswa sebagai perpanjangan tangan masyarakat.

Tanggal 11 April 2022, BEM SI (BEM Seluruh Indonesia) berencana menggelar aksi di depan istana dan mendatangi DPR RI. Para mahasiswa melihat bahwa kondisi rakyat sedemikian sulit. Belum lagi pandemi berakhir, rakyat menelan pil pahit naiknya harga kebutuhan pokok. Dari minyak goreng, telor dan semakin merembet pada semua komoditas ekonomi di pasaran. Kondisi rakyat semakin merosot. PPn sudah naik 11 persen. Justru berhembus wacana presiden 3 periode dan penundaan pemilu 2024. Belum lagi proyek IKN yang semakin kesini, muncullah keinginan agar rakyat yang akan menanggungnya.

Dalam rencana aksi tersebut, ada 5 tuntutan mahasiswa kepada pemerintah. Pertama, tuntutan agar Jokowi dengan tegas menolak wacana penundaan pemilu 2024 dan presiden 3 periode. Kedua, tuntutan agar pemerintah mengkaji ulang UU IKN. Ketiga, tuntutan agar presiden Jokowi menormalkan kembali harga kebutuhan pokok dan menjamin ketersediaannya di pasar. Keempat, tuntutan agar pemerintah mengusut mafia minyak goreng dan memberikan sangsi. Sedangkan yang kelima adalah tuntutan agar pemerintah menyelesaikan konflik agraria.

Menilik dari 5 tuntutan demo BEM SI tersebut, terlihat bahwa kelima tuntutan itu adalah persoalan-persoalan besar yang harus segera diselesaikan. Perjuangan mahasiswa guna menyampaikan tuntutannya tersebut sudah sedemikian besar. Hanya saja pengorbanan yang besar harus dibarengi dengan landasan keikhlasan karena Allah SWT. Mahasiswa perlu menancapkan dalam hati niat ibadah untuk menolong rakyat Indonesia dari berbagai bentuk kedholiman. Bahkan yang paling penting adalah adanya kesadaran mahasiswa bahwa keadaan bangsa akan tetap karut marut selama sekulerisme masih menjadi asas kehidupan berbangsa dan bernegara. Ideologi Kapitalisme dengan sistem Demokrasinya yang nyata telah menjadikan bangsa terpuruk. Artinya mahasiswa harus memiliki kesadaran ideologis bahwa hanya dengan ideologi dan sistem dari Sang Pencipta alam semesta, Allah SWT, keadaan bangsa dan negara akan menjadi baik.

Berikutnya mahasiswa harus menyadari bahwa keberadaan militer itu sebagai sanadatul hukmi (penopang kekuasaan) terhadap pemerintahan yang establish. Oleh karena itu, aksi BEM SI tersebut akan menjadi mimbar untuk mengedukasi masyarakat untuk bermuhasabah (mengoreksi) setiap kebijakan pemerintahan. Dengan kata lain, perjuangan masih panjang. Kunci keberhasilan menuju perubahan adalah kesadaran rakyat negeri ini untuk mengambil ideologi Islamnya dan bergerak menuntut penerapan Islam secara paripurna. Tentunya mahasiswa dalam menuju perubahan yang hakiki dan menyeluruh sangat urgen untuk mengambil Ideologi Islam sebagai garis perjuangannya. Saat demikian perjuangan akan terus berlanjut guna menjaga hukum-hukum Allah SWT tetap tegak di muka bumi.

Di dalam perjuangan tentu ada resikonya. Akhlaq terpuji harus menjadi hiasan diri dalam melakukan perjuangan. Tetap taat terhadap hukum dan santun menjadi modal dalam menapaki setiap tangga menuju keberhasilan. 

Cara-cara yang santun, dan intelektual akan mampu menyentuh jiwa-jiwa yang merindukan perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan demikian akan mampu memberikan kesadaran yang lebih luas kepada rakyat dan juga para tokoh masyarakat. Selanjutnya magnet perubahan menuju Islam akan mampu menarik ahlul quwwah (para pemilik kekuatan) untuk memberikan dukungannya dan menjadi penopang bagi tegaknya kehidupan yang berkah dalam naungan ridho Allah Swt. 


#10 April 2022 

Posting Komentar untuk "11 April 2022, Umur Panjang Perjuangan Mahasiswa Menuju Perubahan"