Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tak Cukup Minta Maaf, Penulis ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ Harus Ditindak Tegas

Permintaan maaf saja tidak cukup, tetapi penulis buku yang mendorong remaja untuk berzina ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ menurut pengamat sosial dan remaja Iwan Januar, harus ditindak tegas. “Seharusnya ada tindakan tegas bagi yang bersangkutan!” tegasnya kepada mediaumat.com, Jum’at (6/2) melalui pesan singkat.

Iwan Januar
Namun, Iwan meragukan pemerintah akan melakukannya. “Tapi dalam negara demokrasi liberal seperti sekarang apa bisa? Kondisi sekarang membuat orang merasa bebas bicara semaunya, apalagi untuk urusan seksual. Ada payung HAM yang melindungi mereka,” keluh Iwan.

Ini bukan kali pertama, kasus semacam ini terus berulang. Sebelumnya beredar buku ‘Why’ dengan seri pubertas yang berisi tentang cinta sesama jenis. Parahnya, buku pelajaran sekolah berulang didapati konten porno. “Ini disebabkan kekacauan norma masyarakat. Ada Islam ada juga liberalisme hedonisme. Sehingga para penganut hedonisme merasa sah saja bicara seperti itu,” pungkasnya.

Sementara itu, penulis buku psikologi remaja yang mendorong remaja untuk melakukan perzinaan tersebut, psikolog Toge Aprilianto, telah meminta maaf melalui laman Facebook-nya. Ia menyatakan iktikad untuk menghentikan distribusi buku miliknya dan menyiapkan uang ganti rugi bagi pembeli yang terlanjur membeli buku kontroversialnya itu jika mereka memintanya.[] Joko Prasetyo [www.visimuslim.com]

Sumber : hizbut-tahrir.or.id

Posting Komentar untuk "Tak Cukup Minta Maaf, Penulis ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ Harus Ditindak Tegas"

close