Semangat 212 di 2017


Oleh : Dian Ummu Royah

Aksi 212 sudah sebulan lebih berlalu. Apakabar kaum muslimin saat ini? Sudah lupakah dengan aksi tersebut? Tentu saja tidak akan lupa karena aksi tersebut adalah kumpulan terbanyak kaum muslimin Indonesia khususnya dan umumnya dunia setelah aktivitas haji. Meski mungkin sebagian kaum muslim sudah lupa atau sudah tidak peduli dengan tuntutan awal dari aksi tersebut yaitu #TangkapAhok. Ditambah dengan gencarnya media terhadap isu lain yang membuat perhatian kaum muslim teralihkan. Saat inipun kita belum dapat kesimpulan dari hasil sidang sang penista, meski sudah jadi terdakwa ternyata sang penista masih bebas kampanye calon gubernur Jakarta.

Semangat 212 Semangat Persatuan Kaum Muslim

Berkumpulnya kaum muslim di monas bukan tanpa alasan, berawal dari video seorang gubernur DKI yang tersebar di media sosial dengan kalimat “ jangan mau dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51”. Kata – kata ini menyakitkan kaum muslimin, dan lahirlah aksi 4 November 2016 sebagai bentuk protes kaum muslim atas video tersebut dengan tuntutan pidanakan Ahok atas dugaan penistaan agama. Dari aksi tersebut didapatkan keputusan hasil diskusi dengan pemerintah yang diwakili oleh wakil presiden Yusuf Kalla untuk memproses kasus tersebut dalam dua minggu. Akan tetapi dalam waktu yang ditentukan kinerja kapolri belum memuaskan kaum muslimin. Dari situlah lahir Aksi 212.

Momen 212 membuat kita sadar bagaimana sebenarnya kekuatan kaum muslimin. Muslim yang satu mampu mempengaruhi muslim yang lain dalam kebaikan. Dilihat dari bagaimana kaum muslim dari Ciamis mampu menjadi martir dengan aksi jalan kakinya menuju DKI sehingga banyak kaum muslim yang akhirnya berfikir untuk sama-sama dating ke DKI bersama mereka. 

Momen 212 juga membuat kita tahu bahwa kaum muslimin masih peduli terhadap agama mereka. Mereka tergerak ketika Al-Qur’an yang selama ini mereka baca dinistakan. Aksi tersebut juga membuktikan bagaimana keimananlah yang membuat kaum muslim bersatu dan tergerakkan untuk sama-sama berkumpul di satu tempat satu tujuan yang sama.

Semangat Membela Seluruh isi Al-Quran

Iman terhadap Al-Quran adalah salah satu syarat keimanan yang harus dimiliki seorang muslim setelah iman pada Allah sebagai pencipta dan iman bahwa Muhammad adalah Rasulullah. Konsekuensi seorang muslim setelah menyatakan beriman adalah percaya terhadap seluruh isi Al-Quran dan mematuhi perintah Allah dalam Al-Quran serta menjauhi larangan-Nya. Dari situ maka sudah sepatutnya seorang muslim membela ayat Allah ketika ayat tersebut dinistakan. Ini adalah tuntutan keimanan.

Akan tetapi membela satu ayat saja yang dinistakan tidaklah cukup karena islam menuntut kita untuk mengimani seluruh ayat. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran :

“….Apakah kamu beriman kepada sebagian Al kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain ? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. “ (TQS. Al – Baqoroh : 85)

Saat ini banyak ayat-ayat Allah yang dinistakan secara tidak kita sadari. Menjadikan demokrasi sebagai sebuah tuntunan, bukankah itu juga sebagai sebuah kenistaan terhadap Al-Quran? Dimana hukum-hukum Allah dicampakan dan hukum manusia yang dipakai di negeri ini. Untuk itu semangat membela satu ayat A-Quran harus menjadi pemicu kita sebagai kaum muslim untuk membela seluruh ayat dalam Al-Quran.

Semangat Dakwah Menerapkan Seluruh Isi Al-Quran

Aksi 212 memang sudah berlalu tapi PR kaum muslimin belumlah tuntas. Menerapkan isi Al-Quran secara menyeluruh adalah PR besar kaum muslim saat ini. Untuk itu kita sudah seharusnya mendakwahkan pentingnya penerapan islam secara keseluruhan dalam bingkai Khilafah Islamiyah. Karena dengan Khilafahlah sang penista akan dihukum dengan adil. Dengan khilafahlah seluruh isi dari Al-Quran akan mampu diterapkan.

Karena itu semangat 212 seharusnya menjadi awal persatuan kaum muslim untuk sama-sama bersatu dan berjuang untuk menerapkan islam secara kafah. Semoga tahun 2017 adalah tahun terakhir Al-Quran dinistakan, tahun terakhir kaum muslim hidup di bawah system selain system islam. Wallahu’alam bishoab.. [VM]
loading...

Belum ada Komentar untuk "Semangat 212 di 2017"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel