Lebih Utamakan Bisnis Ketimbang Negara, Donald Trump Diperkarakan


Pejabat di Maryland dan Washington akan menuntut Presiden Donald Trump karena menerima pembayaran dan keuntungan dari pemerintah asing melalui kerajaan bisnisnya. Sebuah LSM yang menangani masalah etika mengajukan tuntutan serupa pada bulan Januari. Tapi ini yang pertama disampaikan oleh instansi pemerintah.

Tuntutan yang diumumkan tersebut diduga menambah masalah Trump yang saat ia bergulat dengan kongres dan penyelidikan jaksa penuntut khusus mengenai dugaan hubungan dengan Rusia, yang oleh agen intelijen AS ikut campur secara agresif dalam pemilihan 2016 untuk memenangkannya.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada bulan Januari, Trump telah mengalihkan kendali atas kerajaan real estate dan aset lainnya kepada anak-anaknya yang sudah dewasa, namun tidak menjualnya sebanyak yang di Amerika untuk menghindari konflik kepentingan.

Washington Post, Ahad (11/06), melaporkan gugatan tersebut akan diajukan Senin oleh Jaksa Agung Maryland dan Washington di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Maryland. Jaksa Agung Maryland Brian Frosh mengatakan bahwa kasusnya adalah tentang kegagalan Trump untuk memisahkan kepentingan pribadinya dari tugas kepresidenannya.

Frosh mengatakan bahwa klausul emoluments mengamanatkan bahwa “presiden menempatkan negara ini terlebih dahulu dan bukan kepentingan pribadinya terlebih dahulu.” Kasus utama dalam perselisihan tersebut adalah sebuah hotel yang dibuka Trump tahun lalu dengan menyewa sebuah bangunan besar dan megah yang dulunya merupakan kantor pos pusat, di ujung jalan dari Gedung Putih.

Selain masalah larangan pembayaran luar negeri, Maryland dan Washington mengeluh bahwa kehadiran hotel Trump menyakiti hotel saingan menurut hak hukum mereka. Washington Post mengutip contoh pemerintah asing yang menunjukkan preferensi untuk hotel itu atas yang lain. Dikatakan bahwa kedutaan Kuwait telah merencanakan untuk mengadakan sebuah acara di sebuah hotel Four Seasons namun akhirnya memindahkannya ke properti Trump, yang disebut Trump International Hotel. [kiblat]
loading...

Belum ada Komentar untuk "Lebih Utamakan Bisnis Ketimbang Negara, Donald Trump Diperkarakan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel