Australia Tekan Indonesia Tak Beri Keringanan kepada ABB

Ustadz ABB
VisiMuslim - Pemerintah Australia mendesak Indonesia tidak memberi keringanan apapun terhadap Ustadz Abu Bakar Baasyir (ABB). Desakan itu dikeluarkan setelah pemerintah Indonesia mewacanakan ABB dijadikan tahanan rumah karena alasan kemanusiaan.

“Kami berharap keadilan terhadap terpidana terorisme Baayir diteruskan dan dilakukan sepenuhnya, ia sudah seharusnya tidak diizinkan untuk menghasut orang lain melakukan serangan lainya di masa depan terhadap warga sipil yang tak bersalah,” ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Australia, Sabtu lalu, seperti dilansir dari Republika.

Pernyataan menuding Ustadz ABB bertanggung jawab penuh atas karena terlibat serangan bom Bali pada 2002. Dalam peristiwa itu, sebanyak 202 orang, yang mayoritas adalah warga negara asing, termasuk 88 orang berasal dari Negeri Kangguru itu tewas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Tyamizard Ryacudu mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengusulkan agar Baasyir menjadi tahanan rumah. Menurutnya, presiden ingin agar ulama yang juga merupakan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan salah seorang pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mumin menjadi tahanan rumah karena faktor usia dan kondisi kesehatannya yang terus menurun.

Sebelumnya, pihak keluarga Baasyir juga meminta agar ia dapat dipulangkan untuk dirawat di kediamannya. Selain faktor kesehatannya yang terus menurun, usia ustadz tersebut sudah menginjak kepala delapan.

ABB pada 2004 pertama kalinya divonis 2,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena dianggap terbukti terlibat peristiwa bom Bali dan bom di hotel JW Marriot. Kemudian pada 2011, ia kembali menerima vonis 15 tahun penjara karena kembali dianggap terbukti oleh pengadilan menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di pegunungan Jantho, Aceh. [kiblat/rol]

Belum ada Komentar untuk "Australia Tekan Indonesia Tak Beri Keringanan kepada ABB"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel