Sambut Ramadhan dengan Kesungguhan Iman dan Kualitas Amal
Kota Malang (15/02/2026), dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Majelis Ilmu Taqorrub Ila Allah menggelar Tabligh Akbar dengan tema “Menyambut Ramadhan dengan Kesungguhan Iman dan Kualitas Amal”. Agenda ini diselenggarakan di Masjid Khadijah Kota Malang pada Ahad, 15/2/2026 pukul 08.00—11.15 WIB.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 900 peserta ini terdiri dari para ulama, cendekiawan muslim, pengusaha muslim, dan masyarakat umum dari Kota Malang dan sekitarnya. Acara yang penuh suka cita ini sesekali diselingi sholawat dan takbir, serta disiarkan secara live streaming di YouTube.
Tabligh Akbar ini menghadirkan Pengasuh Majelis Ilmu Taqorrub Ila Allah, Ustadz Budi Mulyana, serta para pembicara di antaranya Ustadz Sul’an dari Pakis, Ustadz Imron dari Pujon, Ustadz Abdun Muthi’ dari Batu, Prof. Dr. Yusuf Wibisono selaku cendekiawan muslim, Kyai Azizi Fathoni pengasuh Pondok Pesantren Darul Muttaqin, dan Ustadz Saad dari Sukun.
Ketua panitia, Bapak Hendra, mengatakan melalui tabligh akbar ini jamaah akan mendapatkan bekal ilmu yang diharapkan mampu dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui tabligh akbar ini, kita akan mendapatkan bekal dari para asatidz, bukan hanya berupa ilmu yang didengar, tetapi ilmu yang diharapkan mampu kita hayati dan kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa jamaah akan diajak memahami kembali hakikat puasa. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi latihan bagi hati: menahan emosi, menjaga lisan, serta menumbuhkan ketakwaan yang nyata dalam sikap dan perilaku.
“Kita akan diajak memahami kembali hakikat puasa—bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Tetapi latihan bagi hati: menahan emosi, menjaga lisan, serta menumbuhkan ketakwaan yang nyata dalam sikap dan perilaku kita,” jelasnya.
Ia memaparkan bahwa melalui acara ini, jamaah diajak untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an, menjadikan Ramadhan bukan hanya bulan membaca, tetapi juga bulan memahami, merenungi, dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
“Kemudian, kita akan diajak untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an, menjadikan Ramadhan bukan hanya bulan membaca, tetapi bulan memahami, merenungi, dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan kita,” paparnya.
Mengakhiri sambutannya, Bapak Hendra mengajak seluruh jamaah menyadari bahwa Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pembinaan, sekaligus bulan perubahan. Ia mengajak agar kehadiran dalam majelis ini bukan sekadar untuk hadir, tetapi untuk berubah, menguatkan tekad, memperbaiki diri, dan mendekat kepada Allah.
“Dan pada akhirnya, kita akan diingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pembinaan, sekaligus bulan perubahan. Maka melalui majelis ini, mari kita niatkan bahwa kehadiran kita hari ini bukan sekadar untuk hadir, tetapi untuk berubah—menguatkan tekad, memperbaiki diri, dan mendekat kepada Allah,” pungkasnya. [Salim]








Posting Komentar untuk "Sambut Ramadhan dengan Kesungguhan Iman dan Kualitas Amal"