Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Naikkan Harga BBM, KAMMI: Pemerintah Tak Serius Kelola Negara


VisiMuslim - Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Irfan Ahmad Fauzi menegaskan bahwa kenaikan BBM per 1 Juli membuktikan pemerintah tidak mampu mengelola negara.

“Naiknya harga BBM yang kesekian kali ini membuktikan pemerintah tidak pernah serius mengelola negara. Agar rakyat diam, mereka menaikkanya di malam buta, rakyat telah merasa dipermainkan,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Selasa (03/07/2018).

Irfan juga menegaskan bahwa pada tahun 2017, ketika RAPBN, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tidak akan ada kenaikan harga bbm dan gal elpiji 3 kilo. “Tapi faktnya sekarang BBM dinaikkan berkali-kali, Saya juga dapat info dari kader di daerah, gas elpiji juga naik,” tuturnya.

Menurutnya, selama ini Pemerintah selalu mengatakan bahwa kenaikan ini karena faktor eksternal. Ia menilai, alasan tersebut menunjukkan seolah pemerintah ‘cuci tangan’.

“Makanya saya meminta bu sri mulyani menjelaskan secara terbuka kepada publik, jangan takut. Kalau memang tidak salah dan alasannya bisa diterima saya rasa rakyat akan legowo,” ucapnya.

Saya, kata dia, telah instruksikan ke kader-kader di daerah untuk terua mengawal isu ini. Yaitu dengan buat aksi-aksi kreatif sebagai bentuk penolakan kenaikan harga BBM.

Seperti diketahui, sejak Minggu 1 Juli 2018. PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga harga bahan bakar minyak nonsubsidi. BBM nonsubsidi yang mengalami kenaikan adalah Pertamax naik Rp. 800, dan Dexlite naik Rp. 1000 Perliternya.

Sedangkan untuk jenis BBM Pertalite, Premium, dan Solar tidak mengalami perubahan, tetap dengan harga yang sama. [vm]

Sumber : Kiblat

Posting Komentar untuk "Naikkan Harga BBM, KAMMI: Pemerintah Tak Serius Kelola Negara"

close