Enam Ribu Rumah Rusak Pasca Gempa Ambon

Kondisi bangunan rumah yang rusak akibat gempa di Ambon, Maluku, Jumat (27/9/2019). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut korban meninggal akibat gempa magnitudo 6,5 yang mengguncang Maluku pada 26 September 2019 sebanyak 23 orang. (HO/BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA/AFP)
VisiMuslim - BPBD Provinsi Maluku mencatat lebih dari 6.000 rumah rusak akibat gempa M 6,5 yang terjadi beberapa waktu lalu (26/9). Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan bahwa data BNPB per 3 Oktober 2019, pukul 16.00 WIB mencatat rumah rusak 6.184 unit.

“Rincian rumah rusak dengan kategori berbeda yaitu rusak berat 1.990 unit, rusak sedang 1.101 dan rusak ringan 3.093. Selain kerusakan di sektor pemukiman, jumlah fasilitas umum yang rusak sebanyak 56 unit.

Sementara itu, data dari BPBD Provinsi Maluku jumlah korban meninggal dunia sebanyak 34 orang, sedangkan luka-luka 149 dan yang masih mengungsi 108.313,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Jumat (04/09/2019).

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini bantuan logistik baik yang melalui posko provinsi, kabupaten maupun yang langsung turun ke lokasi pengungsian makin merata. BNPB masih terus membantu pemerintah daerah selama masa tanggap darurat.

“BNPB kembali memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1 milyar untuk operasional penanganan darurat,” ulasnya.

Di samping itu, kata dia, logistik berupa tenda gulung 5.000 lembar, matras 3.500 dan selimut 5.000 akan diberangkatkan malam ini menuju Maluku. Terkait dengan pelayanan kesehatan, BNPB mengerahkan 3 unit rumah sakit lapangan.

“Pemerintah daerah setempat dan mitra bergerak cepat melakukan kegiatan dukungan psikososial di beberapa titik, seperti Liang, Waai dan Tulehu. Selain itu, pelatihan evakuasi gedung bertingkat juga diselenggarakan di Kota Ambon,” pungkas Agus. [kb]

Belum ada Komentar untuk "Enam Ribu Rumah Rusak Pasca Gempa Ambon"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...