Tersandung Skandal Black Campaign, Menteri Perdagangan Jepang Mengundurkan Diri

FILE PHOTO: Japan's new Economy, Trade and Industry Minister Isshu Sugawara arrives to Prime Minister Shinzo Abe's official residence in Tokyo, Japan September 11, 2019. REUTERS/Issei Kato
VisiMuslim - Masyarakat Jepang memang dikenal menjunjung tinggi integritas dan harga diri. Terutama di kalangan pejabat pemerintahan yang tak segan mundur dari jabatannya saat tersandung kasus hukum.

Adalah Menteri Perdagangan Jepang, Isshu Sugawara yang langsung mengajukan pengunduran diri setelah muncul laporan media lokal pada Jumat (25/10), perihal black campaign yang diduga dilakukannya saat pemilihan umum beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Channel News Asia, Sugawara dicurigai telah melakukan money politics dengan memberikan 20.000 yen atau sekitar Rp 2,5 juta (Rp 129/yen) untuk sebuah keluarga yang terlantar di daerah pemilihannya. Selain itu, Sugawara juga dituding telah memberikan hadiah kepada pemilih lainnya.

Jumlah uang yang diberikan Sugawara sebenarnya terbilang kecil. Namun hal tersebut tetap merupakan pelanggaran undang-undang pemilu di Jepang.

Sementara itu, menurut laporan stasiun televisi NHK, Sugawara telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe setelah pertemuan kabinet.

Dikutip dari media lokal Jiji, Sugawara mengatakan, "Bukan maksud saya agar debat parlemen macet (karena skandal itu)."

Sugawara sendiri diangkat oleh Abe dalam perombakan kabinet baru-baru ini. Pengangkatan Sugawara difouskan untuk menangani negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat.

Setelah mengundurkan diri, tugas menteri perdagangan akan beralih menjadi tanggung jawab mantan Menteri Perdagangan sekaligus Menteri Luar Negeri saat ini, Toshimitsu Motegi. [gel]

Belum ada Komentar untuk "Tersandung Skandal Black Campaign, Menteri Perdagangan Jepang Mengundurkan Diri"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...