Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kajian Remaja Muslimah, Probolinggo: No V-Day Forever, Raih Cinta Sejati


Probolinggo-Visi Muslim- Ahad, 9 Februari  2020 - Smart With Islam  Probolinggo menggelar acara Talkshow  yang bertemakan "No V-Day Forever, Raih Cinta Sejati", bertempat di RM Warteg Bu Wiwik, Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Hadir lebih dari 50 peserta remaja Muslimah dari berbagai kecamatan di wilayah Probolinggo, bahkan ada satu peserta terjauh yang berasal dari Bali. Peserta juga berasal dari  berbagai jenjang pendidikan, mulai dari bangku SD sampai jenjang mahasiswa. Ustadzah Kholis selaku ketua pelaksana  beserta panita “pink” mendesain acara dengan apik, hingga peserta tak merasa bosan.


Acara dibuka oleh Host pada jam 09.00, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran surah Al Baqarah ayat 165 oleh Kak Yuli, seorang ibu rumah tangga muda. Disambung dengan acara Parodi yang dipersembahkan oleh siswi-siswi SD HSG Khoiru Ummah Paiton,   Probolinggo. Parodi ini  menyampaikan pesan tentang hari V-Day, dimana umumnya remaja memaknainya sebagai hari kasih sayang atau hari pacaran. 

Ending dari parodi tersebut adalah mengajak peserta untuk menyimak paparan dari pemateri inti pada acara talk show kali ini. Kak Meivita selaku pemateri menegaskan bahwa  V-day adalah budaya orang-orang kafir. Jadi ketika kaum muslimin mengikuti budaya kafir, maka mereka termasuk golongan orang-orang kafir juga. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud.

"Barang siapa yang mengikuti suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka"

Aktifitas pacaran yang faktanya banyak dilakukan bahkan dari anak TK --sekalipun mereka melakukannya karena ikut-ikutan--, sebenarnya dalam Islam hukumnya haram atau berdosa jika melakukan. Seperti dialog adik-adik SD HSG dalam parodi mereka tentang V-day yang tidak diperbolehkan. Pacaran itu  menyesatkan hingga mengundang zina di dalam aktivitasnya.

Pemateri melontarkan pertanyaan pada peserta, “Apa sudah ada yang punya pacar? Kalau punya, segera putuskan!” Tapi dari sebagian peserta menyatakan bahwa jika diputuskan akan merasakan sakit. 

“Memang begitu! Pada akhirnya kita akan sakit hati, tapi itu hanya sementara waktu saat perubahan diri kita menjadi lebih baik. Tak apa sekarang sakit hati, dari pada sakit hati ketika adzab Allah menimpa kita nantinya," papar Kak Meivi.

Seperti  perkataan Ustadz Fatih Karim dalam video yang ditayangkan, bahwa fakta perayaan V-day ini komersial atau dijadikan ajang bisnis. Contohnya, orang-orang penjual coklat, boneka, dan sejenisnya. Hal itu tentu saja sangat menguntungkan bagi mereka. Bahkan dengan memberi diskon yang besar.



Banyak remaja di luar sana yang masih mengatakan selamat hari Valentine Day, bahkan bangga dengan memberikan kehormatannya. Perusahaan-perusahaan besar juga menjadikan wanita sebagai ajang iklan. Dan hal ini bertolak belakang dengan kehidupan dalam Islam.

Seperti berita yang disampaikan oleh kak Meivi, Glenn Fredly menggelar konser untuk merayakan hari Valentine pada tanggal 13 Februari mendatang. Di mana konser itu pun merupakan ajang bisnis. Orang-orang yang ingin mengikuti konser harus punya uang untuk membeli tiketnya. 

Lalu berita selanjutnya , 5 Cople Spa di Jakarta  merayakan Valentine Day. Termasuk Polisi yang berhasil menggagalkan pengiriman 38.400 butir HS atau Happy Five atau obat pecandu, yang biasa dipakai orang untuk mengobati rasa stress. 

Memang wajar manusia yang mendapatkan ujian dalam hidupnya, sebab mereka hidup  untuk diuji. Namun sebagian orang akhirnya minum obat agar tidak stres. Untuk itu sebagai remaja harus melek dunia perpolitikan. Remaja harus paham peliknya persoalan dunia perpolitikan saat ini yang semakin marak dan keras.

Semua persoalan akan berkesudahan dengan hanya kembali pada kepemimpinan Islam. Kepemimpinan yang Allah ridhoi. 

Lalu, bagaimanakah dengan cinta sejati itu sendiri?

Dari tayangan video yang ditonton peserta, bisa ambil hikmah bahwa seseorang di hari kiamat akan dibersamai oleh orang-orang yang dicintainya. Ketika orang yang dicintainya berada dalam majelis ilmu, ia akan dibersamai oleh orang-orang di dalamnya. Tapi ketika bersama orang orang kafir, maka itulah teman sesungguhnya nanti di akhirat. 

Jadi, sebagai seorang muslim. Wajib bagi kita untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Agar kita dapat selamat dari siksaNya dan dikumpulkan bersama orang orang yang sholih dan Sholihah. 

Kesimpulannya, kita wajib mengingatkan orang-orang di dunia ini untuk diluaskan ilmu yang didapatnya. Bukan hanya berhenti pada diri sendiri saja, bahkan ketika kita memperluas ilmu itu kita akan mendapat pahala jariyah atau pahala yang akan terus mengalir. 

Setelah materi  tuntas, acara dilanjutkan ke sesi games yang dibimbing oleh Kak Eka selaku koordinator games. Bermain tangkap lari. Permainan ini mengandung makna untuk bertanya pada diri sendiri, ketika mendapat masalah kita harus lari dari masalah atau  berlarut larut dalam masalah??!! Sampai akhir sesi games terpilih 3 orang pemenang.

Menjelang akhir acara, peserta diberikan quistioner tentang keberlangsungan acara ini dengan diselingi pertanyaan yang diajukan oleh Kak Meivi dengan jelas dan ringkas.

Kemudian doa dipanjatkan oleh Ustadzah Hasna. Semua peserta ikut hanyut dan khidmat dalam doa.

Terakhir, acara ditutup oleh Host yaitu Kak Aisy dengan pembagian door prize dan foto bersama. Harapannya semoga peserta tercerahkan dan tidak ikut-ikutan budaya orang-orang kafir tapi sebaliknya mengagungkan budaya orang Islam.

Wallahu bi ashshowwab.

Reportase Oleh: Rahadatul Aisy

Posting Komentar untuk "Kajian Remaja Muslimah, Probolinggo: No V-Day Forever, Raih Cinta Sejati"