Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ribuan Massa Turut dalam Aksi Bela Muslim India Jilid 2 di Jakarta


Jakarta-Visi Muslim- GNPF Ulama, PA 212, FPI dan banyak elemen Muslim lainnya kembali mengadakan Aksi Bela Muslim India di Kedutaan Besar India 
Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav S-1, RT.8/RW.3, Kuningan, Kuningan Tim.
Jakarta pada hari Jum'at tanggal 13 Maret 2020. Aksi jilid dua ini kembali dilaksanakan sebagai respon kepada kedubes India yang membatalkan secara sepihak pertemuannya dengan MUI dan 61 ormas Islam pada hari Kamis (12/3) di Gedung MUI Pusat.



Hal ini membuat massa Kaum Muslimin kecewa dan kembali melakukan aksi yang menuntut Dubes India diusir dari Indonesia. Tema besae aksi ada 2 yaitu "India adalah contoh dari kemunduran peradaban dunia (India is an example of degrade world civilization)" dan "Seret Narendra Modi ke Pengadilan HAM Internasional".

Aksi yang penuh semangat ini diisi dengan orasi-orasi dari para tokoh nasional. Orasi pertama oleh Ustadz Edi Mulyadi selaku Sekjen GNPF Ulama. Beliau mengatakan India adalah negara kafir Harbi Fi'lan selain negara teroris. Negara ini membunuh orang yang tidak seagama dengannya. Kaum Muslimin memerlukan seorang penguasa yang membela Islam dan menyayangi Ulama.


Menurut Beliau, maka perlu bagi Kaum Muslimin untuk berkuasa. Sesuai dengan dalil atau janji Allah SWT dalam Al Qur'an bahwa Allah SWT akan memberikan kekuasaan bagi Kaum Muslimin.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur; 24:55)

Janji Rasulullah akan terbukti nyata dengan hadirnya Khilafah pada akhir zaman. Khilafah adalah solusi.

Meskipun dihalangi oleh kaum kafir. Menurutnya menegakkan Khilafah adalah termasuk berhukum dengan hukum Allah SWT. Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah SWT tergolong orang yang Kafir. (Lihat Q.S. Al Maidah: 44).

Beliau juga mengajak berfikir kaum Muslimin bahwa mustahil kita berharap kepada pemilu. Pemilu itu seperti bermain bola. Seolah-olah adil padahal berat sebelah. Karena dalam pertandingan sepakbola, wasit dan hakim garis milik orang yang anti Islam. Lapangan juga milik mereka.

Orasi kedua oleh K.H. Shobri Lubis sebagai Ketua Umum FPI. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia mayoritasnya Islam namun non Muslim selamat ketika Muslim menjadi mayoritas. Kalau Kaum Muslimin minoritas sering dizhalimi. Dalam Al Qur'an dijelaskan bahwa orang kafir akan selalu memerangi Kaum Muslimin hingga mereka keluar dari agamanya selama mereka mampu melakukannya.

Pembantaian di Myanmar, Palestina, China dan lain-lain adalah contoh lemahnya kaum Muslimin tanpa kekuasaan. Kasus terbaru di India adalah kasus diskrimansi ketika dunia diam apabila pelaku nya adalah non Muslim dan korbannya Muslim. Namun, jika pelakunya Muslim langsung di blow up. Dunia marah dan menyebut Islam sebagai teroris serta menyerang negeri Kaum Muslimin tersebut.

Menurut Beliau, perlu diingat Islam tidak pernah mengajarkan umatnya mencari musuh. Tetapi jika musuh datang menyerang, hadapilah. Surga menjadi imbalan orang yang berjihad tersebut.

Panglima Nasional Jawara 411, Ustadz Fajir Mustofa, menyerukan agar Kaum Muslimin membela sesama Muslim yang ada di India. Karena semua Muslim bersaudara apa pun asal negaranya. Kaum Muslimin disatukan oleh Al Qur'an dan Rasulullah SAW.

Menurut beliau sebagai Jawara mereka harus mengikuti komando Ulana. "Jangan bertakbir dianggap teroris sedangkan salam pancasila dibiarkan", ujarnya kepada massa aksi. "Kedubes India mengatakan bahwa massa Kaum Muslimin di Indonesia adalah ekstrimis. Padahal ini kampungnya Kaum Muslimin dan mereka cuma menumpang", tambahnya.

Ustadz Maulan Siregar berorasi bahwa rahasia kemenangan Kaum Muslimin di Perang Badar adalah karena mereka tidak cari menang dan tidak mau kalah. Tetapi mereka mencari Syahid. Beliau juga menceritakan tentang kisah Thariq bin Ziyad yang memotivasi pasikan jihadnya dengan membakar kapal perang milik kaum Muslimin. Thariq berkata kini musuh di depan kalian dan lautan dibelakang kalian, mana yang akan kalian pilih? Kemenangan pun di tangan kaum Muslimin mengalahkan Spanyol.

Ketua Umum PA 212, Ustadz Slamet Maarif menjelaskan Keputusan MUI Pusat dan Para Pemimpin Ormas Islam di Aula Buya Hamka. Gedung MUI Pusat, sebagai berikut.

1. Mengutuk keras tindakan terorisme ekstrimis Hindu pendukung PM Modi terhadap Kaum Muslimin India yang tidak berdosa. Melanggar HAM.
2. Mendesak pemerintah India menegakkan keadilan bagi Mslm India dan mencabut UU Kewarganegaraan yang diskriminatif dan pemicu kekerasan
3. Mendesak India menyutujui resolusi PBB atas Kashmir
4. Mendesak RI meminta pertanggungjawaban pemerintahan India
5. Mendesak RI meminta pertanggungjawaban pemerintahan India atas kekerasan terhadap Kaum Muslimin di India
6. Jika pemerintah India masih melakukan kebiadaban dan terorisme maka diwajibkan seluruh umat Islam Indonesia memboikot produk India dan pemerintah Indonesia memutuskan huhungan diplomatik
7. Memberikan bantuan dan moral kepada umat Islam di India.

Orasi selanjutnya disampaikan oleh Habib Muhammad bin Alatas yang mewakili Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab. Menurutnya dua pertarungan akan dimenangkan oleh kaum Muslimin. Menurut hadis Rasulullah SAW, pertarungan pertama melawan India sedangkan yang kedua adalah perjuangan melawan kaumnya Nabi Isa As. Itulah tanda- tanda akhir zaman.

Hadir pula ketua PA 212 seJawa Barat yang mengatakan bahwa hanya ada satu solusi terhadap banyaknya pembantaian yang menimpa kaum Muslimin. Solusi itu adalah Sistem Khilafah atau Khalifah yang menghentikan semua nya itu. Kaum Muslimin memerlukan seorang pemimpin yang digelari Khalifah, Imam Besar atau Amirul Mukminin. Aksi dilanjutkan dengan pembakaran bendera India dan poster PM India Narendra Modi. Dilanjutkan doa yang dipanjatkan oleh Habib Novel Baswedan yang bermunajat agar Kaum Muslimin di India segera aman dan India ditimpa adzab Allah SWT baik itu Corona atau yang lainnya.

Dubes India tetap tidak mau ditemui oleh perwakilan peserta aksi. Dan massa berjanji akan  kembali beraksi di depan Kedubes India jika tuntutannya tidak dipenuhi oleh kedubes India.[] Rep: Abu Mush'ab Al-Fatih Bala

Posting Komentar untuk "Ribuan Massa Turut dalam Aksi Bela Muslim India Jilid 2 di Jakarta"