Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BWA Berhasil Himpun Satu Juta Wakaf Al-Qur'an

BWA Berhasil Himpun Satu Juta Wakaf Al-Qur'an
Tahun 2019 BWA meluncurkan program #2019SejutaQuran Bangkitkan Indonesia

Jakarta, VisiMuslim - Menandai momen pencapaian satu juta wakaf Al-Qur'an, Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA) mengadakan live conference yang bertajuk "BWA Capai Satu Juta Wakaf Al-Qur'an" Live on Zoom, BWA Youtube, dan Facebook Wakaf Qur'an yang dihelat pada Rabu, 10 Juni 2020 pukul 13.30 hingga selesai. Dipandu oleh David Chalik, acara menghadirkan CEO BWA Ustadz Heru Binawan, KH Zaitun Rasmin, Ustadz Fatih Karim, dan Ustadz Rendy Saputra.

Dengan tagar #2020SejutaQuran Kuatkan Indonesia, satu juta wakaf Al-Qur'an berhasil dihimpun BWA pada April 2020. Untuk itu,  BWA ucapkan terima kasih kepada para wakif yang telah berpartisipasi dalam wakaf Al-Qur'an walaupun sedang dalam kondisi pandemi.

Dengan semangat pencapaian ini BWA berkomitmen untuk lebih meningkatkan kinerja BWA sebagai lembaga filantopi Islam di Indonesia dengan menggandeng banyak partner lapang yang dapat mendeteksi kebutuhan Al-Qur’an di pelosok dan melakukan penetrasi distribusi ke daerah-daerah terpencil di Indonesia.

"Berdiri sejak tahun 2005, kegiatan distribusi wakaf Al-Qur'an BWA telah disambut antusias oleh para da'i lokal yang kesulitan memperoleh Al-Qur'an untuk membimbing murid binaannya. Tak hanya da'i lokal,  niat kami juga disambut hangat oleh para wakif yang  mempercayakan amanahnya kepada kami," kata CEO BWA, Ustadz Heru Binawan.

Ia menegaskan, titik kritis wakaf Al-Qur'an adalah distribusinya. Banyak lembaga, terutama lembaga filantropi yang mengumpulkan wakaf Al-Qur'an, namun mereka belum menyiapkan lokasi distribusi wakaf Al-Qur'an tersebut.

“Kunci sukses program wakaf Al-Qur'an adalah distribusinya. BWA punya banyak pengalaman menyalurkan wakaf Al-Qur'an ke wilayah pedalaman maupun pulau terpencil. Dan itu tantangannya tidak mudah, namun seringkali sangat mengharukan,” tuturnya.

Ia mencontohkan,  ada Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang hanya punya satu Alquran. Jadi, para santri kalau  mau membaca Alquran harus bergantian. "Contoh lain, ada seorang ibu di Pulau Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menangis saat kami beri Alquran dan Terjemahnya. Ketika kami tanya beliau bilang, 'Saya pernah dengar Alquran dan Terjemahnya, namun seumur hidup saya baru kali ini saya melihatnya,” ungkapnya.

Pernyataan Heru dibenarkan oleh Direktur Program BWA, Hazairin Hasan. “Kunci keberhasilan program wakaf Al-Qur'an adalah di distribusinya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, kapal laut BWA harus menempuh waktu berjam-jam, belasan jam, hingga puluhan jam untuk mengantarkan wakaf Al-Qur'an ke wilayah pedalaman dan pulau terpencil. Sebagai contoh, untuk mengantarkan wakaf Al-Qur'an ke Pulau Madu yang merupakan pulau paling selatan di Provinsi Sulawesi Selatan, menghabiskan waktu 24 jam dengan kapal laut  dari Makassar sampai tiba di Pulau Madu. 

“Bahkan, untuk mengantarkan wakaf Al-Qur'an di sebuah pulau terpencil di wilayah Maluku Tengah, harus menempuh waktu dengan kapal laut sekitar 40 jam. Perjalanan tersebut harus melewati Laut Banda yang terkenal dengan sebutan Segitiga Bermuda-nya Indonesia,” tuturnya.

KH Zaitun Rasmin sangat mengapresiasi aksi nyata BWA dalam menyalurkan wakaf Al-Qur'an. “Saya sangat terharu  atas  pencapaian para mujahid BWA menyalurkan satu juta wakaf Al-Qur'an ke seluruh peloksok Indonesia, terutama wilayah pedalaman dan pulau terpencil. Apa yang dulu dianggap mimpi kini terwujud. Yang penting ada niat, ada tekad, dan mulai (kerjakan),” kata KH Zaitun Rasmin.

Ia menegaskan, sangat penting bagi umat Islam memiliki, membaca, mempelajari dan mengamalkan isi Al-Qur'an. “Nabi menegaskan, Allah SWT akan mengangkat suatu kaum karena Al-Qur'an dan menghinakan suatu kaum karena Al-Qur'an. Tidak akan ada kejayaan umat, kecuali dengan Al-Qur'an,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebab kemuliaan umat ada pada Al-Qur'an, sebab kehinaan umat juga pada Al-Qur'an. “Kalau kita bersikap positif terhadap Al-qur'an, maka kita akan dimuliakan oleh Allah. Sebaliknya, kalau kita bersikap negatif kepada Al-Qur'an, maka kita akan dihinakan oleh Allah,” tegasnya.

KH Zaitun menambahkan, saat ini masih sekitar 85 persen umat Islam di Indonesia yang belum  punya Al-Qur'an. “Mari ajak keluarga kita untuk berwakaf Al-Qur'an. Mulai dari Rp 50 ribu kita sudah bisa berwakaf Al-Qur'an. Ini akan menjadi amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir. Wakaf Al-Qur'an adalah jembatan emas menuju kebaikan,” papar KH Zaitun Rasmin. [vm]

Posting Komentar untuk "BWA Berhasil Himpun Satu Juta Wakaf Al-Qur'an"

close