Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Khilafah Tetap Ajaran Islam Meski Dihantam Badai


Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional & Pemerhati Politik Asal NTT)

Khilafah adalah warisan Rasulullah SAW. Yang dimiliki oleh umat Islam di seluruh dunia. 

Bertahan selama 14 abad di 2/3 dunia. Sistem ini berhasil menyatukan berbagai macam ras, suku dan agama. Belum pernah ada sistem di dunia ini yang mampu bertahan sedemikian lamanya tanpa konflik antar ras.

Amerika Serikat sebagai negara yang dianggap paling demokratis pun tak mampu membendung kerusuhan antar ras yang melintasi beberapa negara. Amerika Serikat pun gagal dalam membendung keserakahan para kapitalis yang menguasai mayoritas kekayaan negara itu sedangkan 30 juta warganya di PHK dan hidup dalam garis kemiskinan.

Kalau pun pada tahun 1924, Khilafah runtuh, itu disebabkan oleh konspirasi barat terhadap dunia Islam.

Barat tahu cara menghancurkan Islam dengan merusak wadah pemersatunya. Khilafah itu ibarat sebuah botol yang menampung air. Ketika botol itu rusak air nya pun berhamburan.

Khilafah masih ditakuti oleh Barat dan bahkan diprediksikan oleh NIC akan kembali tegak pada tahun 2020. Ramalan NIC tentang China dan India sebagai negara kuat telah terbukti kebenarannya.

Namun, kedua negara ini bukan ancaman untuk negara-negara kapitalis. China meskipun menguasai ekonomi dunia dan sumber virus Covid-19, namun tak pernah diserang AS. 

Karena China itu bukan ancaman dalam tatanan ideologi. India pun tak punya keinginan untuk menguasai dunia dengan kekuatan militer. Tak nampak pengaruh India dalam percaturan ekonomi global seperti China yang memperbuak negara lain melalui utang infrastruktur.

Komunisme telah runtuh dan kapitalisme mulai sempoyongan. Ketika sekarat, kapitalisme masih saja memandang Islam dengan ajaran Khilafahnya sebagai ancaman nyata.

Maka berbagai cara pun dilakukan untuk membendung arus Khilafah. Mulai dari opini negatif, bahwa Khilafah akan memecah belah persatuan. Padahal faktanya Khilafah adalah negara super power yang pernah menyatukan semua kaum Muslimin.

Khilafah dipecah oleh nasionalisme sempit. Sistem ini pun dituding sebagai ajaran radikal, padahal faktanya Islam hanya bisa diterapkan secara kaffah ketika menggunakan Khilafah sebagai sarana politisnya.

Ketika berbagai ujaran kebencian dimunculkan dan tak berhasil. Maka para Pejuang Khilafah pun dipersekusi. Padahal faktanya, para Pengemban Dakwah ini tak pernah anarkis dan bukan pelaku teror.

Mereka hanya menyampaikan kebenaran yang sering dianggap bahaya oleh pengusung kapitalisme dan komunisme. Ketika Pengemban Dakwah Khilafah bersuara ada yang ketakutan.

Takut tak bisa korupsi, merampok atau menjarah SDA. Takut pula tak bisa bergaul bebas, tawuran, dan mengonsumsi narkoba. Padahal sistem Islam berfungsi untuk menyelamatkan mereka dari tipu daya ideologi setan Kapitalisme dan Komunisme. 

Dua ideologi yang menuhankan materi dan tak punya aturan dalam halal dan haram. Adanya ideologi Islam akan menghilangkan sifat anti halal dan haram dari kapitalisme dan komunisme. 

Sistem ini yang telah terbukti pernah menyelamatkan Eropa dari zaman kegelapan dan kelaparan. Membebaskan dunia dari penjajahan Romawi. Dan dengan janji Allah SWT dan Rasul-Nya akan kembali menyelamatkan dunia untuk kedua kalinya dari ambang keterpurakan sistem dengan izin Allah SWT. []

Bumi Allah SWT, 7 Juni 2020

Posting Komentar untuk "Khilafah Tetap Ajaran Islam Meski Dihantam Badai "