Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketua KPK: Korupsi Kejahatan Luar Biasa, Seperti Kanker Menggerogoti Kemanusiaan


Jakarta, Visi Muslim- Korupsi adalah kejahatan kemanusiaan dunia. Perlu andil besar umat manusia untuk memenuhi keadilan dan rasa keadilan internasional.

Begitu pengantar pesan yang disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komjen Firli Bahuri dalam menyambut Hari Keadilan Internasional yang jatuh hari ini, Jumat (17/7).

Firli mengatakan, pada tanggal 17 Juli 1998 lalu negara-negara di dunia sepakat menandatangani Statuta Roma yang merupakan salah satu traktat penting dalam sejarah peradaban manusia. Di dalam Statuta Roma itu antara lain disebutkan pencarian keadilan bagi kejahatan kemanusiaan, genosida, kejahatan perang, dan kejahatan agresi.

“Saya memandang korupsi termasuk kejahatan kemanusiaan, sangat jelas, bukan hanya merugikan keuangan negara, ibarat kanker, korupsi juga sangat destruktif pada setiap aspek kehidupan umat manusia,” ujar Firli.

Sambungnya, korupsi sangat cepat berurat akar ke dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di dunia. Korupsi terbukti mampu beradaptasi, berevolusi hingga berinovasi dalam setiap situasi dan kondisi, sehingga kejahatan ini dapat dilakukan secara sistematik, terstruktur dengan dampak sistemik.

“Sudah cukup banyak bukti, korupsi menghancurkan setiap tatatan kehidupan suatu bangsa, membawa ketidakadilan, ketimpangan, kemiskinan serta keterbelakangan rakyat dalam sebuah negara. Dan yang pasti, korupsi menjauhkan suatu bangsa bangsa di dunia dari kata kemakmuran dan bahkan korupsi dapat menyebabkan gagalnya suatu negara mewujudkan tujuannya,” urai mantan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri ini.

Karena sudah masuk sampai fase berjejaring, KPK menjalankan beberapa strategi pemberantasan korupsi untuk mencegah sekaligus memberangus seluruh akarnya yang mencoba masuk atau terlanjur menjalar pada setiap sendi serta tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Dia menambahkan, diperlukan pergeseran 'paradigma' untuk melihat lebih dalam bahwasanya selain dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime), tetapi juga sangat jelas di depan mata, korupsi adalah kejahatan kemanusiaan (crimes against humanity).

“Terlebih lagi founding fathers kita, telah lama memikirkan keutamaan kemanusiaan dan keadilan seluruh bangsa Indonesia dan umumnya masyarakat dunia, jauh hari sebelum ditandatanganinya Statuta Roma,” masih kata Firli.

Menurut Firli, bukan tidak mungkin, buah pemikiran para pendiri bangsa ini, yang memandang suatu pemerintahan negara yang terbentuk harus memiliki tujuan utama melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darahnya, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dengan berdasar kepada kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial, menjadi inspirasi terciptanya Statuta Romawi.

“Hari Keadilan Internasional jangan hanya menjadi seremoni tahunan semata. Esensi dan makna World Day for International Justice seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat dunia khususnya kita, untuk berperilaku adil dimulai dari diri sendiri, adil kepada keluarga, teman, sahabat, dan adil kepada orang lain,” demikian Firli. [] Rmol

Posting Komentar untuk "Ketua KPK: Korupsi Kejahatan Luar Biasa, Seperti Kanker Menggerogoti Kemanusiaan"