Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tak Menista, Ustadz Yahya Waloni Hanya Sampaikan Fakta


Ustadz Yahya Waloni yang menyebut "Saya tak mengatakan Bible Kristen fiksi, tapi Bible Kristen itu palsu!" tak bisa dikatakan menista agama Kristen dong. Karena secara faktual, memang lebih dari 80 persen kontennya bukan wahyu dari Tuhan lagi. Dan itu sudah dibuktikan secara ilmiah oleh puluhan doktor teologi sendiri.

Buku The Five Gospel, What Did Yesus Really Says, The Search for the Authentic Words of Yesus (1994) yang merupakan hasil seminar yang dihadiri 76 doktor teologi seluruh dunia, menyimpulkan hasil penelitiannya itu 82 persen konten Bible tidak bersumber dari Yesus.

Artinya, memang Bible yang sekarang ini lebih dari 80 persennya berbeda dengan Injil yang diterima Nabi Isa as dari Allah SWT 2 ribu tahun lalu. Dengan bahasa Ustaz Yahya Waloninya ya palsu. 

Jadi kalau tidak terima Bible dikatakan palsu alias sudah tidak original lagi, jangan salahkan Ustaz Yahya dong, tapi salahkan ke-76 doktor teologi yang menyimpulkan hasil penelitiannya itu bahwa 82 persen konten Bible tidak bersumber dari Yesus.  

Bahkan, lebih dari seribu tahun lalu, Allah SWT telah mengingatkan akan telah dipalsukannya Injil dan bahkan Taurat, salah satunya seperti termaktub dalam Al-Qur'an surah al-Baqarah ayat 79, yang artinya:

"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, 'Ini dari Allah,' (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan." (TQS al-Baqarah: 79).

Jadi, secara imani jelas dalam Al-Qur'an sudah disampaikan bahwa Al-Kitab (Injil dan Taurat) dipalsukan dan penelitian secara ilmiah oleh puluhan doktor Kristen sendiri telah membuktikan 82 persen Injil itu palsu. Clear kan!?

Selain itu, jangan coba-coba menyejajarkan Ustaz Yahya Waloni dengan manusia hina dina semacam si Tidak Kece yang jelas-jelas menista Nabi Muhammad SAW itu. 

Penista seperti si Tidak Kece itu dalam Islam wajib dihukum mati, bukan dipenjara maksimal 5 tahun sebagaimana vonis maksimal di negara Pancasila ini. 

Sedangkan Ustaz Yahya Waloni yang kini ditangkap dengan alasan menista agama Kristen, mesti segera dibebaskan dari segala tuduhan, karena ia tidak menista melainkan menyampaikan fakta apa adanya. 

Lebih dari itu, mestinya bangsa ini (termasuk umat Kristen) berterima kasih karena telah diingatkan kembali oleh Ustaz Yahya Waloni akan kondisi faktual Bible saat ini.

Dan jangan lupa, kawal terus kasus si Tidak Kece, jangan sampai makhluk busuk itu melenggang begitu saja tanpa hukuman. []

Depok, 18 Muharam 1443 H | 27 Agustus 2021 M


Oleh: Joko Prasetyo

(Jurnalis)

Posting Komentar untuk "Tak Menista, Ustadz Yahya Waloni Hanya Sampaikan Fakta"