Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Demokrasi Sistem Mundur, Yuk Mahasiswa Segera Ganti





Oleh: Abu Mush'ab AFB (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)


Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, mahasiswa yang dimotori BEM SI (Seluruh Indonesia) melakukan aksi serentak di berbagai wilayah di Indonesia. Ada 10 tuntutan yang diberikan kepada pihak pemerintah. Tuntutan ini adalah buntut dari kekecewaan mereka terhadap kebijakan-kebijakan penguasa yang mengecewakan.

Seharusnya Indonesia semakin maju tetapi yang terjadi malah sebaliknya, mundur dan terpuruk. Mahasiswa adalah katalisator utama perubahan. Mahasiswa pada tahun 1998 berhasil menumbangkan rezim tiran korup dan memulai era reformasi.

Indonesia memang telah lepas dari cengkraman diktator yang korup. Namun, reformasi tetap menggunakan sistem demokrasi. Kehidupan demokratis yang dimaksud ternyata menghasilkan masalah baru.

Kalau dulu yang korupsi adalah penguasa dan kroni-kroninya, pada masa reformasi semakin banyak pejabat yang terlibat korupsi. Ini disebabkan oleh pemilihan langsung yang biaya kampanyenya kemahalan. Parpol pun banyak yang korup. 

Harun Masiku adalah salahsatu contoh betapa lemahnya sistem hukum saat ini. Perlemahan KPK membuat banyak koruptor lolos dari OTT. Begitu juga korupsi bansos yang melibatkan anak "Pak Lurah" belum juga tuntas diselesaikan.

Sekali lagi, demokrasi bukan sistem yang baik untuk Indonesia. Demokrasi tak mampu mencegah perusahaan-perusahaan kapitalis dalam dan luar negeri mengeruk SDA Indonesia untuk kepentingan pribadi mereka. Freeport Mc Morran misalnya terus mengeksploitasi kekayaan alam Papua sejak 1966 hingga 2040 dengan hanya memberikan sedikit keuntungan bagi Indonesia.

Hasil tambang sebagian besar dibawa ke Amerika Serikat. Freeport pun menjadi salahsatu perusahaan besar di AS karena eksploitasi SDA Indonesia. Inilah rahasia mengapa Indonesia sulit memakmurkan rakyatnya sebab bukan pemerintah yang berdaulat penuh atas kekayaan SDA.

Selain itu masih banyak permasalahan yang menimpa negeri ini. Kriminalisasi ulama, aktivis dan mahasiswa terus berlangsung. Hidup dalam alam demokrasi tidak langsung menghasilkan pemimpin yang pro rakyat dan senang dikritik.

Biaya pendidikan dan kesehatan semakin mahal. Bepergian pun semakin sulit karena mahalnya biaya PCR. Telah vaksin belum tentu bebas PCR.

Hidup semakin carut marut seperti pengangguran semakin banyak, ekonomi lesu karena pandemi, utang luar negeri semakin banyak dan seperti tak bisa dilunasi lagi, dll. Dimanakah peran demokrasi? Yang katanya sistem pemerintahan terbaik di dunia.

Ternyata sistem ini hanya memperkaya para kapitalis dan memiskinkan mayoritas masyarakat. Rakyat kecewa dan sudah saatnya evaluasi sistem. Ganti sistem rusak ini dengan sistem Islam.

Sistem demokrasi lemah karena meletakkan hak membuat hukum kepada manusia. Sedangkan akal manusia terbatas. Manusia pun sering berkonflik karena perbedaan kepentingan.

Sedangkan Sistem Islam meletakkan hak membuat hukum berada di tangan Rabb (Allah). Rabb adalah pencipta Alam Semesta beserta manusia. Sehingga Rabb yang paling mengetahui bagaimana mengatur kehidupan manusia.

Ayo mahasiswa kobarkan jiwa muda dan intelektualitasmu. Tengoklah sistem Islam yang pernah berjaya 14 abad dalam mengatur 2/3 dunia. Sistem Islam berjaya mengentaskan kemiskinan dan tegas dalam menghukum koruptor. Bahkan saat ini Paus pun pernah menawarkan sistem ekonomi Islam sebagai bagian dari Sistem Islam sebagai solusi krisis ekonomi dunia.

Sistem Islam juga pernah menjadi mercusuar bagi rakyatnya dan negara lain (Eropa). Menyatukan negeri-negeri kaum Muslimin dan menyebarkan kemakmuran. Yuk mahasiswa bergerak bersama ganti sistem lama dan terapkan Sistem Islam. []

Bumi Allah SWT, 30 Oktober 2021. 


#DenganPenaMembelahDunia

#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan 

Posting Komentar untuk "Demokrasi Sistem Mundur, Yuk Mahasiswa Segera Ganti"