Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komentari Video Kekerasan Kapolres, Rocky Gerung: Ada Komandan Ingin Pamerkan Kekuasaan

 


Jakarta, Visi Muslim- Rocky Gerung menganggap, kekerasan yang dilakukan seorang polisi kepada anggotanya sebagai langkah ingin diakui sebagai pimpinan yang disegani.

Hal itu tercermin dari aksi kekerasan yang dilakukan oleh AKBP SA kepada bawahannya, Brigadir SL pada 21 Oktober 2021 lalu.

“Ada juga soal keinginan komandan yang memamerkan kekuasaannya. Karena frustasi mungkin di dalam jabatan, sosial, keluarga, lalu dia mau pamerkan bahwa dia berkuasa. Itu salah arah. Pameran kekerasan. Itu pernah diulas oleh sosiolog merangkap filosof di Perancis,” kata Rocky dalam kanal Youtubenya, Rocky Gerung Official.

Selain itu, bila seorang anggota memiliki pangkat dan jabatan tinggi, apalagi jika punya fisik kuat, alangkah baiknya bila kekuatannya itu tidak diperlihatkan karena punya dampak besar.

“Padahal dalam sistem Demokrasi modern, power itu jangan digunakan. Justru efeknya cukup. Kekuatan itu justru efektif bila tak digunakan orang taat. Kenapa dia taat? Karena dia hormati hukum,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara), Irjen Bambang Kristiyono telah menonaktifkan AKBP SA dari jabatannya sebagai Kapolres Nunukan.

Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmat mengatakan, pada hari ini juga Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar dinonaktifkan dari jabatannya.

“Sudah dinonaktifkan pukul 14.00 tadi,” kata Kombes Budi kepada JPNN.com, Selasa (26/10).

Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyono menunjuk AKBP Ricky Hadiyanto yang menjabat sebagai Kasubbidpaminal Bidpropam Polda Kaltara sebagai pelaksana tugas (Plt) Kapolres Nunukan.

Sementara, Brigadir SL justru meminta maaf atas viralnya video penganiayaan yang dilakukan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar terhadap dirinya. Dia menyampaikan permohonan maafnya melalui video yang kini beredar luas. [Fajar]

Posting Komentar untuk "Komentari Video Kekerasan Kapolres, Rocky Gerung: Ada Komandan Ingin Pamerkan Kekuasaan"