Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dari Kegelapan Menuju Cahaya




Oleh: Ummu Fathan 


Umat Islam minoritas ditindas di seluruh penjuru negeri. Seratus satu tahun umat islam hidup tanpa junnah. Institusi politik umat Islam ini dilengserkan oleh agen Inggris Mustafa Kamal Attartuk Laknatullah. Inilah awal penderitaan umat yang datang silih berganti,  deraian air mata dan tangis pilu anak-anak yatim dan ibu-ibu di Palestina, Suriah, Irak, Afghanistan yang sudah banyak kehilangan anggota keluarganya akibat kejahatan para pembenci islam. Penghinaan terhadap ajaran islam menjadi suatu yang lumrah. 

Bahkan kasus terbaru di India, para muslimah dilarang menggunakan jilbabnya ketika memasuki sekolah dan perguruan tinggi baik bagi pelajar maupun pengajar di seluruh bagian negara, ini merupakan aturan yang di berlakukan sesuai dengan keputusan pengadilan. Bahkan tidak sampai disitu, mereka pun mengalami pelecehan dan intimidasi oleh warga hindu (Republika.co.id 17/02/2022). 

Inilah salah satu bukti bahwa tanpa khilafah, persatuan umat sejatiya tidak akan terwujud. Umat terpecah belah, penegakkan syariah islam tidak sempurna, umat diurus dengan hukum yang bersumber dari hawa nafsu manusia, dan bisa dirubah sesuai dengan kepentingannya. Umat Islam tak memiliki perisai, lemah tak berdaya. Islam sejatinya rahmat bagi seluruh alam semesta, agama penutup akhir zaman yang diturunkan Allah swt melalui utusan terbaik-Nya. Islam mendorong manusia agar tidak hanya selamat di dunia tetapi juga di Akhirat. 

Sejarah telah mencatat, selama 1300 tahun sejak Rasulullah saw hijrah ke madinah hingga Runtuhnya Khilafah utsmani pada 28 rajab 1432 H/3 Maret 1924 M Islam berada dalam peradaban emas dan sampai saat ini tak ada yang bisa menandinginya. 

Keunggulan Islam

Ada tiga pandangan hidup (ideologi) di dunia ini, yaitu kapitalisme, komunisme, dan Islam. 

Kapitalisme, ideologi yang saat ini banyak digunakan di seluruh negeri dan Amerika sebagai jantungnya, tegak atas dasar pemisahan agama dengan kehidupan (sekularisme). Manusia berhak membuat peraturan hidupnya, agama hanya untuk beribadah dan tidak boleh mengatur kehidupan. 

Bahkan dengan ide sekularismenya ini berujung pada pencekalan terhadap ulama yang tidak sejalan dengan ideologi. Label ekstrmis, radikal, teroris, dan Intoleran kerap disematkan kepada orang-orang yang ingin taat kepada agamanya. 

Kapitalisme mengusung kebebasan, bebas tanpa batas melahirkan ekonomi kapitalis yang bebas mengelola kekayaan negara kepada kaum kaum kapital. Ini lah ciri khas ideologi ini, pemilik modal atau kaum kapital sangat berpengaruh atas setiap kebijakan elite kekuasaan (pemerintah). 

Lain halnya dengan komunisme atau sosialisme yang pernah diusung negara adi daya Unisoviet (Uni Republik Sosial Soviet) tahun 1922-1991. Penganutnya mengingkari adanya Tuhan, karena mereka menganggap itu sesuatu yang berbahaya bagi kehidupan. 

Agama dianggap candu yang meracuni masyarakat dan menghambat pekerjaan. Sehingga menghamba kepada selain Tuhan adalah ciri khas ideologi ini. Asas sama rata dan sama rasa tanpa memperhitungkan kebutuhan dan latar belakang, menjadikan ideologi ini tidak lama bertahan dipakai manusia. Karena sejatinya, kebutuhan manusia satu sama lain tidaklah sama. 

Ideologi yang ketiga adalah Islam. Islam bukan hanya sekedar agama yang dipakai di masjid dan kuburan. Tetapi Islam adalah sebuah ideologi, yang darinya terlahir suatu aturan. Aturan yang mengatur kehidupan manusia dan bersumber dari Yang Maha Pencipta yaitu Allah Swt. Allah Maha Tahu kebaikan dan keburukan untuk manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya, menghantarkan ideologi Islam sebagai solusi semua permasalahan manusia yang mendatangkan kesejahteraan. 

Islam Agama "fleksibel"

Islam adalah agama yang fleksibel karena Islam sangat cocok mengatasi semua masalah, serta luwes dan praktis untuk diterapkan kapanpun dan dimanapun. Anggapan bahwa Islam sudah sangat usang sangatlah tidak beralasan.

Pasalnya, manusia zaman dahulu dan sekarang sama saja. Sama-sama mempunyai potensi dan fungsi yang sama sebagai manusia. 

Secara Fitrahnya semua manusia mempunyai kebutuhan jasmani untuk menopang kelangsungan hidupnya, dan mempunyai naluri yang wajib dipenuhi serta mempunyai potensi akal untuk memaknai kehidupan. Fitrah inilah yang senantiasa melekat dan tidak akan berubah dalam kehidupan manusia.

Yang berubah hanyalah realitas yang mengelilingi manusia seperti sarana dan prasarana yang berpengaruh dari kemajuan sains dan teknologi. 

Pemenuhan kebutuhan jasmani, naluri, dan bekerjanya akal pada diri manusia adalah objek diterapkannya aturan. Setiap titik permasalahan yang dihadapi manusia adalah akibat penyelewengan dan pelanggaran aturan. 

Atas dasar ini, maka setiap permasalahan manusia zaman dahulu dan sekarang adalah sama, yaitu permasalahan akibat pemenuhan fitrahnya. Maka tidaklah dikatakan Islam zaman Rasulullah tidak dapat disamakan dengan Islam sekarang, karena aturan Islam mengatur manusia dengan fitrahnya yang sama tanpa adanya perubahan manusia zaman dulu dan manusia zaman sekarang. Keluwesan inilah yang menjadikan Islam tidak akan bisa berubah berdasarkan perubahan waktu, dan dapat diterapkan kapanpun dan di manapun. 

Menengok kembali pada sejarah, bagaimana Islam diterapkan hampir di dua pertiga belahan dunia merasakan persatuan dan kesatuan semua keyakinan (agama), menciptakan rasa aman dan sejahtera sebagai wujud Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. 

Hal ini diakui oleh para cendikiawan barat, diantaranya adalah Will Durant di dalam bukunya, The Story of Civilization menyebutkan, "Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para khalifah itu pun telah menyediakan berbagai peluang bagi siapa pun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka...." 

Bukti sejarah ini adalah fakta bahwa Islam cocok di segala tempat, bukan hanya di Arab melainkan di semua belahan dunia termasuk Indonesia. 

Khilafah

Sistem pemerintahan dalam islam adalah khilafah. Khilafah bukan sistem pemeritahan diktator, bukan pula sistem pemerintahan demokrasi. Khilafah merupakan sistem pemerintahan yang menerapkan Syariah Islam secara menyeluruh di dalam negeri serta menjadikan dakwah dan jihad sebagai asas politik luar negerinya. Kepala negara nya di sebut khalifah. 

Khilafah hanya menerapkan aturan yang bersumber dari Al quran, As sunah, Ijma sahabat,  dan qiyas syar'i. Jadi aturannya bukan diambil dari manusia dengan suara mayoritas, dan juga bukan dari para kapital. Islam pun bukan juga dari hawa nafsu penguasa. Negaranya tegak di atas Akidah Islam/Tauhid. Asas sistemnya adalah Iman bahwa semua itu berasal dari zat Allah yang Maha Tahu apa yang Dia ciptakan. 

Di dalam nya ada masyarakat  yang memiliki aturan, perasaan dan pemikiran yang islami yang saling tolong menolong dan saling mendukung, bukan di atas persaingan dan pergolakan memperebutkan kepentingan. 

Begitu indah, jika Islam dapat diterapkan, dan Khilafah mewarnai masyarakat di dunia. Apakah mungkin ia akan tegak kembali? Adalah suatu kepastian, karena itu janji Allah swt. Sebagaimana sabda Rasulullaah dalam HR. Ahmad : 

... Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.”  

Sekarang, saat nya umat islam membuat pilihan. Rela terkungkung dalam negara demokratis jebakan kapitalis dan membiarkan kaum muslim tertindas tanpa batas, atau beralih kepada Islam dan bangkit berjuang demi menegakkan Islam kaffah yang membawa berkah. Wallahu 'Alam bish shawab 

Posting Komentar untuk "Dari Kegelapan Menuju Cahaya"