Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Soal Wadas, Dahlan Iskan Khawatir Ganjar Terjepit Kepentingan Antara Rakyat dan Pemilik Proyek



Jakarta, Visi Muslim- Peristiwa di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah memantik perhatian publik seantero negeri.

Tak sedikit yang mengusulkan solusi dari konflik agraria di Wadas adalah dengan menghentikan rencana pertambangan batu andesit untuk suplai material pembangunan Bendungan Bener.

Termasuk mengeluarkan Desa Wadas dari Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan Bendungan Bener.

Bicara soal Wadas tak bisa dilepaskan dari sosok kepala wilayah Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo. Pasalnya penetapan pertama Wadas sebagai sumber batu itu berdasar izin yang diberikan Gubernur Ganjar pada 8 Maret 2018.

Warga Wadas tidak setuju gunung batu di atas perkampungan mereka ditambang. Alasannya takut air yang jadi sumber kehidupan pertanian mereka terganggu.

Tahun 2019, izin IPL itu habis. Gubernur memperpanjang lagi satu tahun. Warga tetap menolak. Berbagai upaya mereka lakukan.

Tahun 2020, izin itu habis. Ganjar memperpanjang lagi 2 tahun. Penolakan dari warga berlanjut termasuk unjuk rasa.

Dengan demikian sudah lebih dua tahun penolakan warga itu diketahui secara luas di sana.

Tapi proyek harus segera jalan. Pengukuran tanah pun dilakukan di Wadas, seberapa luas yang masuk area tambang batu itu.

Warga tetap menolak. Petugas pengukur tanah harus bekerja. Mereka pun diamankan oleh ratusan polisi, maka terjadilah kehebohan itu.

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan beranggapan peristiwa heboh di Wadas ini memang persoalan berat bagi Ganjar.

Ia bisa kejepit antara kepentingan pusat dan desa. Antara bisnis dan aspirasi. Antara siapa yang mendapat proyek dan siapa yang harus dibela.

“Peristiwa besar bisa melahirkan tokoh besar. Atau menenggelamkannya. Wadas adalah tanjakan berat bagi Ganjar. Kalau ia berhasil mendakinya, ia akan ada di atas,” ujar Dahlan dilansir dari catatannya di Disway bertajuk ‘Batu Ganjar’, Rabu (16/2/2022).

Dahlan meyakini Ganjar tahu filsafat itu.

“Ia pesepeda yang andal. Sampai terjatuh-jatuh dan tangannya cedera. Tapi ia bangkit. Lalu mendatangi warga Wadas dengan tangan yang masih digendong akibat cedera itu,” ungkapnya. [Fajar]

Posting Komentar untuk "Soal Wadas, Dahlan Iskan Khawatir Ganjar Terjepit Kepentingan Antara Rakyat dan Pemilik Proyek"