Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Khilafah Pelindung Martabat Muslimah


Oleh : Gayuh Rahayu Utami (Anggota Komunitas Penulis Peduli Umat Kota Malang)


Kurang lebih 99 tahun secara perhitungan masehi, Khilafah yang agung telah dilenyapkan dan dihapuskan oleh Mustafa Kemal Attaturk La’natullah ‘alaih. Nasib umat Islam di seluruh dunia menjadi tidak tentu arah, bobrok dalam menjalani kehidupan yang serba sulit. Daulah Islam terpecah belah menjadi lebih dari 40 negara bangsa. Tatanan kehidupan carut marut, rakyat turut menjadi terpuruk dari segi pemikiran dan sangat jauh dari Islam.

Bahkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa muslimah saat ini mengalami kemunduran yang sangat luar biasa karena diskriminasi pemakaian busana muslimah, pelecehan seksual, hilangnya peran ibu sebagai pengatur rumah tangga yang ideal, meningkatnya kasus perceraian,dll. Para remaja putri pun juga mengalami kemunduran berpikir. Diantara nya adalah terlalu mengidolakan seorang public figure yang telah nyata kafir, contoh k-pop, kemudian lebih suka memakai pakaian yang serba mini dan ketat, berperilaku hedonis, condong mengarah ke gaya barat, berani berpacaran, dan masih banyak lagi kerusakan secara sistematis ketika dunia tidak ada perisai yang mulia serta melindungi rakyat baik di dunia maupun di akhirat.

Meskipun Daulah Islam dihapuskan, hingga saat ini barat tidak henti – hentinya untuk menghancurkan kehidupan kaum muslimin. Mereka terus-menerus mencari cara agar Islam itu hancur dan membendung tegaknya khilafah,  padahal kembali tegaknya Khilafah adalah  janji Allah SWT. Para muslimah khususnya remaja putri terus dimasukkan perilaku liberal seperti gaya model berpakaian yang terbuka dan menganggap memakai busana muslimah adalah tidak mengikuti mode. Bisa kita lihat bahwasannya pemikiran sekuler, liberal, hidup yang hedonis (hura-hura) tampak di kehidupan sekitar kita. 

Terlebih- lebih sekarang di era milenial para muslimah diracuni paham feminisme dengan dalih kesetaraan gender. Padahal tujuan feminisme sebenarnya adalah memporak-porandakan tatanan kehidupan keluarga terutama peran muslimah sebagai pengatur rumah tangga sekaligus sebagai pendidik untuk putra putrinya. Barat memasukkan paham feminisme dengan cara mengadakan seminar bahwasannya Syariat Islam yang diberikan kepada muslimah adalah terlalu mengekang, tidak adil, dan tidak punya kebebasan. Mereka menganggap bahwa jika Syariat Islam diterapkan kepada muslimah, membuat mereka  tidak bisa berkarya di luar.

Telah tampak pula akibat feminisme, antara lain, menunda pernikahan karena sibuk berkarir, menunda kelahiran anak, perempuan lebih bangga jadi wanita karir daripada sebagai ibu rumah tangga yang  pahalanya sangat luar biasa di mata Allah Azza wa Jalla. Sesungguh nya ini adalah kedzaliman yang luar biasa bagi keluarga dan masyarakat Indonesia. Sungguh berbagai kedholiman ini terjadi karena ketiadaan Khilafah. Namun Barat sangat mengetahui jika khilafah tegak kembali, maka akan mengancam eksistensi mereka sehingga berusaha untuk menghalanginya. 

Kita sebagai muslimah perlu adanya kesadaran bahwa tanpa Khilafah kondisi muslimah saat ini jauh dari kemuliaan, baik di Indonesia  maupun di negara lain. Khilafah sebagai perisai umat telah terbukti mampu memuliakan wanita dan melindungi martabat kaum wanita. Salah satunya adalah pada masa Kholifah Al-Mu'tasimbillah yang menyelamatkan kehormatan seorang wanita yang dilecehkan orang Romawi. Kainnya dikaitkanke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya. Mendengar seruan minta tolong dari wanita tersebut maka Sang Kholifah mengirimkan pasukan yang panjangnya adalah dari kota Amuriah sampai kota Baghdad untuk mengepung kota Amuriah yang dikuasai orang Romawi. Begitulah Khilafah membela kemulian dan  martabat seorang muslimah dan tentunya juga membela Islam.

Oleh karena itu, marilah kita berusaha mewujidkan tegaknya Khilafah, karena Khilafah adalah bisyaroh dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam :

“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkat nya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa – penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyan ( penguasa – penguasa yang memaksakan kehendak ) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah ituakan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam diam.” (HR Ahmad; Shahih).

Peran muslimah sangatlah  penting untuk mendukung dan berkontribusi untuk  tegaknya khilafah ‘ala min hajin nubuwah, marilah kita menjadi muslimah yang memperjuangkan janji Allah SWT dan bisyaroh Rasulullah SAW. Hanya dengan Khilafah para muslimah akan mulia, sebagaimana dulu kemulian para wanita telah terbukti pada masa kekhilafahan. Selamatkan muslimah dengan syari’ah dan khilafah! . Wallahu a’alm bis showab. []

Posting Komentar untuk " Khilafah Pelindung Martabat Muslimah"

close