Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Buku yang Mencantumkan Nabi Muhammad SAW Bukan di Urutan Terakhir Harus Ditarik


Dirjen Pendidikan Islam dari Kemenag, Phil Kamaruddin Amin mengatakan telah mendesak penerbit yang mengedarkan buku yang mencantumkan urutan Nabi Muhammad SAW bukan di urutan terakhir untuk berbenah. Kamaruddin meminta kepada Kemendikbud menarik buku dari pasaran dan memusnahkannya.

“Saya sudah minta kepada Staf Direktorat di Kemendikbud untuk menarik buku tersebut dari peredaran,” ujar dia seperti dilansir Republika, Kamis (28/01).

Buku-buku tersebut dinilai tidak benar dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Apapun alasan dari kesalahan pencantuman tersebut tidak dapat ditoleransi.

Kamaruddin pun menyayangkan penerbit yang tidak teliti terhadap produk buatannya. Jika buku tersebut buatan pemerintah, maka seharusnya dapat diawasi dengan ketat dan menjadi tanggung jawab pemerintah dalam hal ini Kemendikbud sebagai penerbit.

Kemenag baru dapat melakukan tindakan setelah adanya masalah seperti ini. Karena mereka tidak bisa mengetahui produk tersebut sampai mereka dicetak dan diedarkan kepada masyarakat. Kamaruddin berharap adanya kasus ini dapat memahamkan masyarakat bahwa buku dari penerbit swasta tidak dapat dipantau oleh Kemenag maupun Kemendikbud.

Sebelumnya, telah ditemukan Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk kelas V SD yang dinilai menyesatkan beredar di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Buku terbitan Grafindo Media Pratama halaman 86 menyebutkan urutan Nabi Muhammad SAW berada di urutan 13, sedangkan di urutan terakhir adalah Nabi Isa AS. [VM]

Penulis: Taufiq Ishak
Sumber: Republika/Kiblat

Posting Komentar untuk "Buku yang Mencantumkan Nabi Muhammad SAW Bukan di Urutan Terakhir Harus Ditarik"

close