Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketika Kapitalis Mencengkram Ibu Pertiwi


'Kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati air matanya berlinang mas intan yang kau kenang, hutan gunung sawah lautan simpanan kekayaan, kini Ibu sedang lara merintih dan berdoa', itulah satu penggalan lagu yang menggabarkan kondisi Negeri ini.

Sungguh miris kondisi yang ada di sekitar kita, sangat menyesakan dada dan menyakitkan hati, bagaimana kondisi rakyat saat ini yang dapat kita lihat dari antrian-antrian panjang yang ingin mendapatkan sembako murah yang ingin mendapatkan daging sapi murah, yang ingin mendapatkan zakat dari pengusaha kaya, bahkan yang memprihatinkan di tengah antrian ada anak kecil yang menangis karena terjepit, juga karena kepanasan, nenek tua renta pingsan karena tidak kuat dengan lamanya antrian, bahkan tak jarang memakan korban, hanya sekedar untuk mendapatkan semua itu.

Kondisi diatas menunjukan kepada kita bagaimana tidak stabilnya ekonomi negara, yang mengakibatkan sembako melambung harganya, harga-harga lain ikut naik, bahkan sayuran pun ikut merangkak naik, yang menjadikan yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Kenapa semua itu terjadi pada Negeri  kita? Padahal Negeri kita kaya akan sumber daya alam, hutan yang lebat, tanah yang subur, kandungan Gas Bumi yang melimpah, bahkan gunung emasnyapun kita miliki, sangat ironis sekali, ada peribahasa ”anak ayam mati di lumbung padi” ini semua terjadi karena kepemilikan umum dikuasai oleh pribadi, baik asing ataupun pribumi kaya, pengusaha- pengusaha nakal yang jadi penguasa, semua ini dinilai dengan materi, semua dibisniskan. “asal untung, biarin orang lain buntung”, itulah kapitalisyang tak punya hati nurani, asas manfaat, memanfaatkan semua peluang yang memperkaya diri sendiri, menebalkan kantong pribadi, sehingga seorang pengusaha menjadi sang penguasa yang bisa mengendalikan laju ekonomi di Negeri kita, seperti penimbunan daging, BBM, kartel, dll. Sungguh semuanya sangat menyengsarakan rakyat, semua terjadi karena liberalisme mencengkram Negeri ini, yang memberikan kebebasan orang kaya untuk mengusai kekayaan Negeri ini. Hal ini berbeda dengan Islam, Islam mengatur bagaimana kepemilikan umum, kepemilikan umum tidak boleh dikuasai oleh pribadi, kepamilikan umum harus dikuasai oleh Negara. Sesuai hadist Rosulullah SAW. Yang diriwayatkan imam Abu Daud, “Kaum Musliman berserikat dalam 3 hal, yaitu ladang rumput, air, dan api.” [HR. Abu Dawud].

Oleh karena itu jika ingin terlepas dari belenggu kehidupan seperti itu, tidak lain dan tidak bukan, yaitu dengan menerapkan islam di tengah kehidupan, Islam mengatur semua berbagai masalah, semua ada solusinya dalam islam, berbagai masalah pasti ada penyelesaian nya, karena Islam adalah aturan yang diturunkan Allah untuk hambanya, hambaya yang taat pasti menginginkan dan memperjuangkan agar Islam tegak di bumi ini. Kenapa harus dengan syari’at Islam? Itu adalah saebagai bukti bahwa kita taat pada Allah SWT “sami’na wa ato’na” 

Namun syari’at Islam ini menbutuhkan adanya institusi yang akan menerapkannya, sehingga mewujudkan Islam rahmatan lil alamin. Institusi ini tak lain adalah Khilafah ala minhaj nubuwwah. Wallahu’alam bisshawab. [VM]

Oleh : Sri Yuliawai (Yuli), Ibu Rumah Tangga

Posting Komentar untuk "Ketika Kapitalis Mencengkram Ibu Pertiwi"

close