Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Reshuffle Kabinet Tidak Efektif


Reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi tidak efektif, karena tujuan melakukan reshuffle ini hanya untuk kepentingan asing dan para kapitalis. Pemerintahan Jokowi sangat memperhatikan kepentingan Cina dan Barat terutama Amerika dan Eropa. Adapun untuk kepentingan Cina lebih diperhatikan dalam 2 bidang yaitu insfrastruktur dan perdagangan karena utang dari Cina telah mendominasi pembiayaan insfrastruktur yang disalurkan melaui 3 Bank BUMN: BNI, BRI, Bank Mandiri. Sedangkan untuk kepentingan Barat lebih dominan dibidang pasar keuangan dan pertambangan minerba dan migas.

Untuk memenuhi kepentingan-kepentingan itu dibutuhkan sosok yang dinilai tepat yaitu Sri Mulyani(SM). Karena sosok SM dianggap bisa menarik investasi, khususnya hot money (uang panas). Sosok SM dikenal berhaluan neoliberal, terbukti saat SM menjadi menteri keuangan dulu telah mengeluarkan sejumlah kebijakan antara lain pengurangan/penghapusan subsidi dan saat ini subsidi tinggal sedikit. Kemungkinan akan adanya penghapusan subsidi lain seperti solar, gas LPG 3kg kedepannya.

Reshuffle kabinet ini bukan untuk kepentingan rakyat dan jelas tidak efektif. Dan pada akhirnya hanya akan menjadi ancaman besar bagi negeri ini. Hal ini terjadi karena penerapan ideologi sekularisme dan kapitalisme yang sarat dengan sistem ekonomi liberal yang terbukti telah membuat negeri ini terpuruk. Semua itu harus segera ditinggalkan dan diganti dengan sistem Islam dan penerapan Islam secara menyeluruh, agar dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang ada dan dapat terwujudnya hidup yang lebih baik untuk semua. Allah SWT berfirman yang artinya:

"Hukum jahiliahkah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada(hukum) Allah bagi kaum yang yakin?” (TQSal-Maidah[5]:50).

Wallahu a'lam bi ash-shawab. [VM]

Pengirim : Eli Supriatin (Bandung)

Posting Komentar untuk "Reshuffle Kabinet Tidak Efektif "

close