Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dongkrak Bisnis Pariwisata, Jangan Korbankan Moral Generasi Dan Masyarakat


Indonesia, Negeri yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), letaknya strategis, indah juga besar potensi pariwisatanya. Kini tidak hanya SDA yang menjadi incaran para pengusaha dan penguasa, dalam bidang pariwisata pun menjadi sasaran empuknya. 

Baru-baru ini Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, meminta para stakeholder pariwisata untuk terus menggenjot target menjaring 20 juta wisatawan tahun 2019. Selain dibukanya sekolah-sekolah untuk  menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang potensial, juga diusunglah tema "Go Digital" agar mempermudah marketing di bidang pariwisata.

Kebijakan Kementrian Pariwisata ini hanya meningkatkan kuantitas wisatawan, agar target dapat terpenuhi.Namun tidak dibarengi dengan kebijakan antisipasi terhadap dampak buruk yang terjadi di obyek-obyek wisata. Terutama antisipasi terhadap norma agama, moral akhlak, dan pergaulan.

Seharusnya penguasa negri ini lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Jangan sampai upaya untuk mendongkrak bisnis pariwisata ini harus dibayar mahal dengan kerusakan-kerusakan pada generasi dan masyarakat. 

Islam sangat menjaga kehormatan, moral generasi dan masyarakat.  Islam tidak hanya mengatur masalah ibadah saja, tetapi juga mengatur sistem hukum, politik, ekonomi, sosial budaya, juga sistem pergaulan. Dengan diterapkannya sistem Islam maka ancaman keruskan yang akan terjadi pada generasi dan masyrakat akan dapat dibendung, termasuk dalam hal pariwisata. [VM]

Pengirim : Saryati (Sary190487@gmail.com) 

Posting Komentar untuk "Dongkrak Bisnis Pariwisata, Jangan Korbankan Moral Generasi Dan Masyarakat"

close