Berutang untuk Bayar Bunga, Pemerintah Semakin Semangat Palak Rakyat


Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani “kita berutang untuk bayar bunga utang” terkait Rancangan APBN 2017 mengkonfirmasi mengapa pemerintah semakin semangat memalak rakyat.

“Ini menunjukkan kondisi keuangan negara yang sangat buruk, karena melebihi jerat utang (debt trap), akibatnya, negara semakin semangat dan  tidak punya perasaan menaikkan beban hidup rakyat melalui kenaikan pajak, kenaikan BBM, memaksa rakyat bayar BPJS serta pungutan lainnya,” ujar Direktur Pusat Kajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (PKPEI) UPI Arim Nasim kepada mediaumat.com, Jum’at (6/1/2017).

Lebih parah lagi, pemerintah masih tetap mempertahankan kapitalisme dan liberalisme bahkan lebih masif lagi.

“Padahal  Sri Mulyani sendiri pernah mengatakan ‘Indonesia aneh, negeri kaya SDA tapi miskin sehingga harus terus menambah utang,’” pungkasnya. [web HTI]

Sumber : mediaumat.com, 7/1/2017
loading...

Belum ada Komentar untuk "Berutang untuk Bayar Bunga, Pemerintah Semakin Semangat Palak Rakyat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel