Ideologi Hakiki Mewujudkan Janji


Oleh : Isnawati

Spirit beragama adalah motor atau penggerak yang sangat penting dalam pembangunan sebuah peradaban bernegara. Peraturan yang mengarah pada terwujudnya keadilan dan kesejahteraan bersama adalah untuk mengaktualisasikan ide dan solusi. Terealisasinya janji yang bukan sekedar spirit tanpa bukti merupakan cita-cita seluruh umat.

Umat riuh dengan adanya pernyataan Ustadz Yusuf Mansyur yang menyatakan sosok Jokowi memiliki spirit kenabian. Pernyataan ini disampaikan dalam ceramahnya di Bandung (2/3/2019) saat menghadiri Diskusi Publik dan Pembekalan Relawan pemegang 01 se-Jawa Barat. Suara Islam (9/3/2019).

Sudah ketiga kalinya Jokowi diberi label setaraf sosok mulia dalam ajaran Islam, seperti Umar bin Khattab, Khalifah, dan sekarang disandingkan dengan kemuliaan seorang nabi dengan argumen tidak pernah alpa dalam menjalankan sholat, puasa senin kamis serta merakyat dan blusukan.

Gambaran tentang Islam saat ini sebatas pada spirit dalam menjalankan ibadah ritual saja seperti masalah ibadah, pakaian dan akhlak. Keagungan Islam ditutup rapat-rapat dengan kesimpulan bahwa jika sudah menjalankan banyak kebaikan berupa perbaikan diri untuk apa menjalankan amalan yang lain, inilah kesimpulan yang dangkal. Akibat dari kesimpulan yang gegabah ini berakibat fatal yaitu krisis identitas karena mental yang inferior.

Inferioritas dan krisis identitas adalah agenda besar yang memang dipromosikan oleh musuh-musuh Islam agar umat jauh bahkan mencampakkan Islamnya karena rasa malu dan minder lalu beralih memuja kebebasan yang sekuler.

Sekulerisme telah merobek kedaulatan, menodai kehormatan Islam sebagai idiologi yang hakiki. Kesadaran bahwa semua amal perbuatan tekait dengan Sang Pencipta yang kelak akan dipertanggung jawabkan dialihkan sehingga terlena dengan kenyamanan yang semu.

Sekulerisme menjadi arus massal dehumanisasi karena membuat umat semakin individualis tidak peduli pada orang lain, amar makruf nahi mungkar hanya menjadi slogan tak berdampak. Sekulerisme menawarakan racun pada umat Islam ditengah kemajuan teknologi yang menghancurkan kehidupan dan gagal dalam membangun sebuah peradapan.

Catatan tentang sejarah dunia Islam pernah mencapai puncak kejayaan sebagai pemimpin sebuah peradapan masih tersimpan dalam benak umat yang sekarang hanya tinggal cerita. Kini umat terbaik itu telah disibukkan dengan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan terjerembab dalam keputus asaan karena satu kesalahan yaitu tidak menjadiakan Islam sebagai idiologi.

Semua persoalan yang memperlemah kondisi umat harus segera diatasi melalui strategi dengan mengadakan perubahan secara menyeluruh meliputi ekonomi, sosial, politik dan budaya menuju peningkatan kwalitas umat. Kerangka identitas sebagai umat terbaik harus dibangun dengan komitmen yang kuat, mempelajari ajaran Islam secara kaffah.

Idiologi yang hakiki mampu mewujudkan janji berupa keamanan dan kesejahteraan, Islam sebagai solusi yang terbukti, Syariahnya rahmat bagi seluruh alam. Islam tegak bersama umat, bersatu mengemban cita-cita masa depan.

Cita-cita akan kembalinya Islam sebagai satu kesatuan yang utuh tidak cukup hanya membangun spirit tetapi kebulatan tekad dengan membangun kesadaran umat harus masif dilakukan. Umat yang satu, Daulatan yang satu dalam naungan yang satu LA lLLAHA  ILLA ALLAH.

"Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya" (HR. Daruqthni). Wallahu a`lam bish showab.[vm]

Belum ada Komentar untuk "Ideologi Hakiki Mewujudkan Janji"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...