"Sexy Killer" Sengkarut Oligarki


Oleh : Isnawati

Dokumenter garapan Dandhy Dwi Laksono yang diunggah pada tanggal 13 April 2019 ini mendadak menjadi viral dan menjadi perbincangan khalayak ramai hingga menembus 14 juta penonton dimedia sosial dalam jangka waktu 5 hari. Sikap apatis atau tidak percaya pada pengelolah negeri ini semakin bergelayut dalam benak para penontonnya. Kritikan karena rasa kecewa muncul bak jamur dimusim hujan.

Sengkarut perusahaan tambang batu bara menyelimuti para elite politik yang tampak berseberangan didepan layar ternyata menjalin kesepakatan dibalik layar. Film Sexy Killer adalah film yang sangat sexy mengungkap tabir kebohongan seperti film Samin VS Semen ( 2015 ), The Mahuzes ( 2015 ), ASYM METRIC ( 2018 ) dan lain-lain.

Film Sexy Killer diawali dengan kisah sejumlah warga di Kalimantan Timur yang kesulitan mendapat air bersih setelah ekspansi pertambangan batu bara seperti yang dialami Nyoman warga yang mengikuti program transmigrasi ke Kutai Kartanegara dan mengakui kehadiran perusahaan batu bara sudah memblokir aliran air ke pertanian.

Lubang bekas pertambangan yang berada disekitar kawasan pemukiman warga sepanjang tahun 2014 sampai 2018 telah merenggut 115 nyawa. Film tersebut juga menguak data dari masing-masing kubu yang ikut kontestasi dalam bursa pilpres ternyata memiliki investasi cukup besar disektor pertambangan batu bara.

Permasalahan di negeri ini sangat rumit dan sangat besar serta membutuhkan kekuatan masyarakat untuk membuat sebuah perubahan, tetapi fakta yang ada setiap kecarut marutan yang terjadi hanya menjadi bahan diskusi tanpa solusi yang hakiki, al hasil menjadi wacana saja sehingga sengkarut oligarki terus berjalan tanpa henti.

Perselingkuhan antara perusahaan, birokrasi dan politisi yang sarat dengan kepentingan harus ada penanganan secara meyeluruh, masyarakat harus ikut peduli terhadap masalah yang ada agar bisa mengubah dan mendorong peran transformasi energi yang lebih adil, berkelanjutan dan lebih baik.

Kasus Sexy Killer butuh penanganan yang cepat dan tuntas bukan hanya sekedar janji yang tak pasti. Pengawasan-pengawasan yang ada tidak akan menghasilkan solusi yang hakiki karena berbenturan dengan segala kepentingan.

Demokrasi liberalisme tidak mampu mempertanggung jawabkan atas apa yang terjadi. Film Sexy Killer adalah bukti kebobrokan demokrasi liberalisme dimana kesejahteraan hanya dinikmati segelintir orang.

Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut mewujudkan ketertiban dunia hanyalah cita-cita dalam kata dan tulisan belaka.

Film Sexy Killer membelalakkan banyak mata, pikiran dan hati nurani bahwa pembangunan apapun wujudnya PLTU, tambang, bandara, jalan tol dan lain-lain bukanlah untuk rakyat dan hukum yang melegitimasi pembangunan tersebut hanya untuk kepentingan segelintir oligarki.

Negara dan aparatur tidak tahu lagi dimana dan untuk siapa mereka ada, jeritan rakyat hanya dianggap nyanyian pilu tak bermakna.

Lingkaran setan hanya bisa diputus dengan merubah secara total sistem ekonomi dan politiknya sehingga ada peraturan yang melarang bahwa 3 hal tidak boleh dimiliki pribadi yaitu air, rumput dan api ( HR. Ibnu Majjah ). Negara tidak boleh memberikan jalan bagi individu atau golongan untuk menguasai sumber daya alam yang menyangkut hajat orang banyak.

Negara hanya wajib mengelolah kekayaan alam termasuk batu bara dan hasilnya sepenuhnya untuk rakyat sehingga seluruh rakyat dapat menikmati tanpa terkecuali. Negara juga harus memastikan setiap rakyat dapat akses energi secara adil, lingkungan bersih, kesehatan dan tatanan sosial yang baik, harapan dan cita-cita tersebut hanya bisa terwujud dengan landasan iman, takut dan taat pada syariat Islam secara sempurna ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Rantai komodifikasi PLTU dan batu bara oleh kapitalisme  harus segera diputus agar tidak ada lagi kesengkarutan oligarki yang menyengsarakan, menghinakan rakyat dalam kemiskinan dan kebodohan dengan menegakkan Syariah dan Khilafah. Wallahu a'lam bisswab.[vm]

Belum ada Komentar untuk ""Sexy Killer" Sengkarut Oligarki"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...