Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Tembak, Agar Tidak Terprovokasi China


Jakarta- Visi Muslim- Tidak ingin gegabah, Pemerintah Indonesia akan mengajukan jalur diplomasi kepada pemerintah komunis China perihal masuknya kapal Coast Guard milik China di wilayah Natuna.

Pakar diplomasi pertahanan, Anak Agung Banyu Perwita mengatakan kapal nelayan China yang berada di zona ekonomi ekslusif (ZEE) di mana wilayah itu masih termasuk bagian dari Indonesia.

"Kalau di ZEE itu kita tidak boleh langsung main tembak atau segala macam," ujar Agung, Minggu (5/1).

Agung menambahkan, secara konvensi hukum laut PBB atau Unclos 1982, Natuna Utara menjadi hak berdaulat bagi Indonesia.

Agung juga mengatakan namun jika ada kapal dari negara lain yang memasuki wilayah ZEE kita tidak boleh ditindak dengan kekerasan militer atau bahkan penembakan.

"Karena di Unclos pasal 279 dan pasal 301, negara yang bersinggungan dalam konteks ZEE dan masalah kemaritiman tidak boleh menggunakan ancaman atau menggunakan kekerasan, harus dilakukan dengan peace call," jucapnya.

Akademisi President University ini menyayangkan adanya pihak-pihak yang meminta kepada TNI dan Pemerintah agar menembak kapal China itu agar tidak lagi menyepelekan kedaulatan bangsa.

"Kita tidak bisa main tembak di zona ZEE. Justru kita salah (kalau nembak), namanya kita kena provokasi," tutupnya. [] Ni-Bay

Posting Komentar untuk "Jangan Tembak, Agar Tidak Terprovokasi China"