Selamatkan Indonesia Dari Kemiskinan dan Korupsi


Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala 
(Pemerhati Politik Asal NTT)

Indonesia adalah negeri kaya yang dirahmati Allah SWT. Negeri ini memiliki cadangan emas di Tembagapura terbesar di dunia, salahsatu migas terbesar di Natuna.

Negeri ini memiliki panjang pantai terbesar nomer dua di dunia setelah Brazil sehingga terkandung di dalamnya berbagai macam kekayaan bahari. Berbagai Ikan, terumbu karang, mutiara, dan lain-lain. Negeri ini juga memiliki hutan dalam jumlah yang besar.

Dengan kekayaan alam sebanyak ini seharusnya mampu memakmurkan rakyatnya. Sehingga tidak ada warga yang miskin dan korupsi. Namun fakta yang terjadi malah sebaliknya. Ada 25,14 juta rakyat miskin menurut standar BPS pada bulan Maret 2019.

Sudahlah miskin mereka harus menanggung beban harga barang yang semakin meroket. Ditambah lagi wajib membayar pajak sementara pendapatannya sulit naik. Pajak di Indonesia mencapai 83,3% dari APBN. 

Sebagai contoh ada seorang guru honor memiliki gaji Rp.250.000 per bulan yang diterima setiap 6 bulan sekali. Dengan gaji sekecil itu dia harus membayar berbagai keperluan hidup seperti makan, minum dan transportasi. 

Belum lagi ditambah membayar pajak motor sebesar Rp.300.000 per tahun. Guru honor ini tak sendirian ada puluhan juta rakyat Indonesia dengan berbagai profesi yang hidup menderita karena kemiskinan.

Selain itu, setelah 74 tahun Indonesia merdeka ternyata masih dibelenggu oleh kasus korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan ada potensi kerugian Rp.200 Trilyun pada 2019 saja. 

Memang OTT lancar dilakukan KPK sejak berdirinya tahun 2004 hingga 2019. Banyak koruptor baik itu anggota dewan, pengusaha swasta maupun pejabat daerah yang ditangkap. 

Namun belum mampu menyelesaikan kasus mega skandal seperti korupsi BLBI sebesar Rp.2.000 T. Kasus-kasus yang dibuka KPK hanya sebagian kecil, kasus yang lainnya belum tersentuh.

Negara ini sudah darurat kemiskinan dan korupsi. Negara harus berperan aktif dalam memberantasnya.

Beberapa langkah bisa dilakukan agar rakyat aman dan sejahtera. Pertama, dengan cara menasionalisasi aset-aset SDA yang dikuasai perusahaan asing. Langkah ini pernah dilakukan Peru dan Venezuela yang berhasil memajukan negaranya via SDA.

Indonesia mampu melakukan ini. Misalnya Pertamina memiliki kemampuan khusus pernah mengelola ladang migas di Perancis. Tentunya lebih mampu lagi mengelola yang ada di Indonesia. 

Jika langkah ini dilakukan pemerintah Indonesia maka APBN akan meningkat dan dapat melunasi utang luar negeri sebesar Rp.5.553,5 T. Kelebihannya untuk biaya kesehatan, pendidikan dan lain-lain.

Indonesia bisa mengadopsi ajaran Islam dalam mencegah korupsi. Misalnya Khalifah Umar bin Khattab ra rajin mengaudit kekayaan awal dan akhir setiap pejabat negara. Khalifah pun menaikkan gaji pejabatnya sehingga tidak ada yang mempunyai keinginan untuk korupsi. Jika semua langkah ini dilakukan Indonesia akan bebas dari jeratan kemiskinan dan korupsi. [visimuslim.org]

Belum ada Komentar untuk "Selamatkan Indonesia Dari Kemiskinan dan Korupsi"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...