Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menuju Indonesia Maju Bukan Sekedar Label


Oleh: Tia Damayanti, M.Pd. (Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Masalah Sosial Politik)

Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR), pada tanggal 10 Februari 2020 memberikan pernyataan resmi bahwa Indonesia naik kelas dari negara berkembang menjadi negara maju. Pernyataan resmi tersebut diberitakan oleh Harian THE STAR. The Star juga melansir bahwa selain Indonesia, Brazil, India dan bahkan Cina ikut-ikutan dinaikkan kelasnya.

Sekilas kata naik kelas begitu membanggakan. Padahal hal ini dilakukan karena Presiden AS Donald Trump dinilai frustrasi karena World Trade Organization (WTO) memberikan perlakukan khusus terhadap negara-negara berkembang dalam perdagangan internasional. Selain itu, proses investigasi dugaan subsidi terhadap negara berkembang lebih longgar. Ujung-ujungnya, produk negara berkembang bisa dijual lebih murah dan dapat menggilas produk sejenis di negara maju. (m.kumparan.com/23/02/2020)

Sebagai informasi, dengan fasilitas GSP, produk Indonesia mendapatkan keringanan tarif bea masuk (BM) hingga 0%. Pemerintah AS saat ini memberikan fasilitas GSP kepada 3.572 produk Indonesia. Tetapi dari jumlah tersebut, baru 836 produk yang sudah dimanfaatkan pelaku usaha di dalam negeri. Produk yang banyak diekspor ke AS dengan tarif BM 0% antara lain perhiasan, ban, koper, tas. (investor.id/25/02/2020)

Disinyalir bahwa Trump pun sangat frustrasi terhadap defisit neraca perdagangan Indonesia – Amerika Serikat. Karenanya ekspor Indonesia harus di rem, agar neraca perdagangan AS tidak makin defisit. Volume perdagangan ekspor Indonesia ke AS berada dalam kisaran 10% sampai 12%. Sementara volume perdagangan Indonesia ke Cina mencapai 15%. Demikian dilansir DW Nesw edisi Bahasa Indonesia.

Beberapa pakar ekonomi menerawang berbagai kerugian jika menjadi negara maju. Diantaranya, Indonesia tidak lagi mendapat potongan rabat ekspor dan juga tidak mendapat lagi fasilitas dan subsidi. Sehingga barang ekspor dari Indonesia harganya akan mahal. Tentu publik AS mulai enggan membeli. Ekspor Indonesia bisa menjadi minus dan tentu saja devisa akan mengalami anjlok, bahkan bisa sampai ambyar. Dengan naik kelasnya Indonesia, AS akan selalu menyoroti, memonitor dan bahkan menyelidiki alur perdagangan ekspor dari Indonesia. Dan tentunya negara lain yang naik kelas pun seperti China akan bernasib sama.

Inilah bentuk hegemoni AS terhadap perdagangan global. Dan WTO merestui apa yang dilakukan AS. WTO sebagai lembaga resmi pelaksana perdagangan bebas memang sengaja dibentuk dari sebuah kesepakatan negara besar untuk meluaskan pasar. WTO ini seolah menjadi legalitas perdagangan bebas dan legalitas bagi negara-negara besar untuk meluaskan pasar mereka dan mencari sumber daya alam baru yang murah melalui perdagangan dengan tarif nol persen, alias non hambatan. WTO dijadikan corong untuk penjajahan ekonomi dunia.

Negara maju, sebagaimana dilansir oleh wikipedia, adalah sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Dari definisi ini menjelaskan bahwa penetapan sebuah negara  dikatakan maju adalah karena dua hal, yakni kemajuan di bidang teknologi dan ekonomi. Lebih khusus lagi, dalam sistem saat ini, yaitu sistem kapitalis sekuler, standar kemakmuran suatu negara diukur berdasarkan tingkat GDP (Gross Domestic Product) atau Pendapatan Nasional negara.

Label negara maju merupakan sebuah prestise tersendiri bagi sebuah negara. Maju bermakna unggul, berada di garis depan. Namun apalah artinya jika negara tersebut unggul hanya di bidang ekonomi dan teknologi, namun di banyak sisi mempertontonkan kebobrokan yang nyata. 

Fakta menunjukkan bahwa AS, salah satu negara maju bahkan menjadi kiblat peradaban masa kini, nyatanya menyimpan potret buram yang tak bisa dielakkan. Pergaulan bebas, pembunuhan, kekerasan terhadap perempuan, LGBT, semuanya marak di sana. Bagaimana dengan Indonesia? Setali tiga uang, sama saja. Meskipun negeri ini mayoritas muslim, namun miris, fakta yang terjadi di AS terjadi juga disini.

Wajar, jika negara-negara yang katanya maju tersebut, menampakkan corak kehidupan yang tak beradab. Sebab, kapitalisme-sekular lah yang menjadi ideologinya. Standar kebahagiaannya adalah materi. Agama menjadi dipinggirkan, cukup menjadi ranah privat pemeluknya. 

Pelabelan negara maju semestinya tak cukup dengan kemajuan fisik belaka. Namun perlu dibarengi dengan kualitas manusianya. Manusia-manusia berkualitas dan tata kehidupan yang beradab hanya akan terlahir dari sebuah negara yang menjadikan Islam sebagai ideologinya. 

Ideologi Islamlah modal besar untuk memajukan Indonesia. Bukan dengan mempertahankan Sistem Kapitalis. Ketika aturan Islam diterapkan, maka tidak hanya Indonesia yang mengalami perubahan besar, tetapi seluruh dunia akan mengalaminya.

Berkaitan dengan hal ini Allah firmankan dalam QS.Al- A'raf ayat 96
"Dan jika penduduk negeri beriman dan bertaqwa, (Allah) bukakan kepada mereka (pintu-pintu) berkah dari langit dan bumi; mereka mendustakan (ayat) -ayat Kami), maka Kami siksa mereka lantaran apa yang telah mereka kerjakan."

Menerapkan hukum Islam adalah bukti ketaatan kepada Allah sebagai hamba yang beriman dan bertakwa. Maka sudah saatnya umat kembali pada jatidirinya sebagai umat Islam dan menerapkan Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah. Dengan Khilafah umat akan maju dan sejahtera.

Khilafah mempunyai visi yang jelas, penguasa berperan sebagai pelayan bukan pebisnis, serta menerapkan sistem ekonomi syariah yang ditopang politik Islam yang mampu meriayah, bukan berdasar kepentingan dan rebutan jabatan.

Kenapa ekonomi syariah? Karena ekonomi syariah bebas kepentingan manusia dan terbukti 1.300 tahun lebih berhasil meratakan kesejahteraan, adil, dan stabil. Ekonomi syariah bukan hanya bermakna pengaturan financing dan semacamnya, tapi berupa pengaturan makro dan mikro ekonomi yang mengacu kepada syariat Islam.

Mari kita berdo'a bersama bagi kemajuan negeri ini :

اللهم اجعل بلادنا بلدة طيبة ترضاها واجعل شعبنا شعبا صالحا طائعا لإرادتك واهد زعماءنا صراطك المستقيم وسهلهم لوفاء أماناتهم وعهدهم وصولا إلى الانطلاق لحياة شعبنا نحو مستقبلهم الزاهر

Ya Allah, jadikanlah negeri kami sebagai negeri yang maju yang Engkau ridhoi. Jadikanlah bangsa kami sebagai bangsa yang saleh dan taat pada kehendak-Mu. Berikanlah petunjuk jalan yang lurus untuk pemimpin-pemimpin kami. Berikanlah kemudahan bagi mereka untuk menunaikan tanggung jawab dan janji-janjinya (sebagai pemimpin) untuk keberhasilan kehidupan bangsa kami menuju masa depan yang cerah menjanjikan.

Wallahua'lam..

Posting Komentar untuk "Menuju Indonesia Maju Bukan Sekedar Label"