Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

'Provokasi' Pejabat Polisi Soal Perbatasan Tajikistan-Kyrgyztan, Menlu Tajik: Santai, Itu Pernyataan Pribadi

Menlu Tajikistan, Sirojiddin Muhriddin

Dushanbe-Visi Muslim- Menteri Luar Negeri Tajikistan, Sirojiddin Muhriddin menganggap santai pernyataan seorang pejabat Polisi yang memicu protes di negara tetangga, Kyrgyzstan.

Pada 12 Februari 2020, Abdulloh Navjvonov, Kepala polisi wilayah Sughd Utara mengatakan bahwa di kota Khujand wilayah Batken selatan Kyrgyzstan "secara historis tidak pernah menjadi wilayah Kyrgyzstan."

Abdulloh juga mengatakan bahwa, "leluhur orang Tajik telah membawa orang-orang Kyrgiz ke Batken dan saat ini generasi mereka telah menciptakan masalah bagi kita (Tajikistan)."

Para pejabat di wilayah Batken Kyrgyzstan menyebut pernyataan Abdulloh "provokatif" dan mengatakan bahwa itu melanggar perjanjian perbatasan antara kedua negara.

Kementerian Luar Negeri Kyrgyzstan pada 14 Februari memanggil Duta Besar Tajikistan untuk Bishkek, Nazirmad Alizoda agar memberikan penjelasan terkait pernyataan Abdulloh Navjvonov.

Muhriddin mengatakan kepada wartawan di Dushhanbe pada 18 Februari bahwa pernyataan Abdulloh adalah sudut pandang pribadinya dan tidak ada hubungan dengan pemerintah.

Banyak daerah perbatasan di Asia Tengah diperdebatkan sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Perdebatan perbatasan ini sangat rumit seperti perbatasan di lembah Ferghana, di mana perbatasan antara Tajikistan, Uzbekistan dan Kyrgyzstan.

Pada Januari lalu, Para pejabat Kyrgyzstan mengevakuasi lebih dari 250 warga di sebuah desa di wilayah Batken setelah penduduk desa dari etnis  Kyrgiz dan Tajik bentrok di dekat wilayah sengketa perbatasan antara Kyrgyzstan-Tajikistan.

Pada Desember tahun lalu bentrokan juga terjadi dimana enam warga Kyrgiz mengalami luka-luka sementara pada September tahun lalu bentrokan menewaskan empat nyawa di wilayah itu. [] Gesang

Posting Komentar untuk "'Provokasi' Pejabat Polisi Soal Perbatasan Tajikistan-Kyrgyztan, Menlu Tajik: Santai, Itu Pernyataan Pribadi"