Omnibus Law Buah Busuk dari Kapitalisme



Gresik-VisiMuslim- Hujan sejak sore yang menguyur kota industri tidak menyurutkan  para Pemuda yang ingin 'ngopi' dan 'diskusi'  untuk nyambung seduluran' dalam agenda wayahe ngopi yang di adakan oleh KOmunitas Pemuda Islam (KOPI), Jumat (07/02/2020).

Omnibus Law menjadi bahasan yang lagi viral dan sangat penting untuk di ketahui bagi para pemuda, tidak kecuali para pekerja yang mengais rejeki di kota industri ini. 

Dijelaskan dengan santai dan lugas oleh Kang Ipul sambil 'nyruput' secangkir Kopi hitam.

Dalam prolognya, Secara umum Kang Ipul menjelaskan definisi omnibus law adalah aturan yang akan 'menabrak'/menggantikan UU atau aturan yang ada. Dimana kekuasaan absolut (ciri negara Monarki) akan dipaksakan dalam sistem negara yang di katakan 'Demokrasi'. Sehingga secara tidak langsung langsung penguasa saat ini 'terindikasi' menyelewengkan kekuasaannya atau bahkan 'menabrak' konstitusi yang ada.

Sumber utama disusunnya draft kontroversial RUU Omnibus Law tersebut adalah sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan di negeri ini. Jika draft RUU ini lolos diundangkan, maka Omnibus Law ini semakin mengikis jaminan hidup rakyat. Karena perusahaan melepaskan jaminan sosial bagi pekerjanya.

Jadi, tidak mungkin ketika sistem Kapitalisme yang di jalankan negara ini akan memberikan kesejahteraan terhadap para buruh maupun rakyatnya. Hal ini wajar, karena segala hal yang memberikan 'sedikit' kenyamanan untuk rakyat pasti lambat laun akan di 'ambil' oleh penguasa Kapitalisme. Inilah watak dasar Kapitalisme. 



Ironisnya lagi, Omnibus  Law ini ingin menghapus label halal, Sehingga meskipun mayoritas penduduk negeri ini muslim. Tidak terjamin lagi kehalalan produk  beredar di lingkungannya.
Perlindungan produk akhirnya minim ataukah pemerintah memang sengaja menginginkan rakyatnya makan makanan haram lagi nan 'eksotis' seperti di wuhan untuk membuat virus-virus baru demi 'mengurangi' jumlah rakyat yang mulai kritis dengan penguasa yang dzalim. (N2ng, Boim)
_Salam KOPI_

Belum ada Komentar untuk "Omnibus Law Buah Busuk dari Kapitalisme"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...