Tugas Kaum Pejuang



Oleh: M. Arifin (Tabayyun Center)

Indonesia butuh perubahan ke arah perbaikan. Di negara ini liberalisasi masuk ke seluruh aspek kehidupan melalui pintu-pintu sistem politik dan pemerintahan, perundang-undangan, pendidikan serta media massa.

Peluang dan tantangan dakwah ini kiranya perlu segera ditindaklanjuti para aktivis dakwah untuk menyongsong kemenangan di depan mata.

1. Pencerdasan dan Perubahan Pemikiran.

Pencerdasan ini menggabungkan sentuhan pemikiran sekaligus perasaan dengan metode berpikir Islam cemerlang sehingga menimbulkan pengaruh yang kuat. Kesadaran masyarakat yang telah tercerahkan oleh ideologi Islam akan mendorong mereka melakukan gerakan massa menawaekan sistem Islam sebagai solusi atas problematika negeri.

Pemikiran cemerlang yang mengkristal dalam jiwa pengemban dakwah merupakan satu-satunya senjata ampuh untuk mengubah masyarakat. Tanpa ini, kegagalan dakwah tinggal menunggu waktu.


2. Performa Pengemban Dakwah.

Sebelum mengubah pemikiran masyarakat, pengemban dakwah terlebih dulu harus meng-up grade dirinya agar memiliki pemikiran cemerlang. Pengemban dakwah harus menjadi garda terdepan pengamalan syariah Islam pada skala individu, masyarakat dan warga negara. Kepribadian dan akhlak pengemban dakwah menjadi contoh miniatur ideologi Islam yang ia dakwahkan.

Pengemban dakwah harus senantiasa menelaah fakta, mendiskusikan masalah umat dan berusaha memahami solusi setiap persoalan umat baik di tataran mikro, makro dan global; misalnya masalah kenaikan bahan bakar minyak. Pengemban dakwah harus bisa menyampaikan solusi mikro kepada individu berupa energi alternatif yang bisa dipilih perseorangan atau masyarakat tertentu. Pada tataran makro pengemban dakwah harus mampu secara brilian menguraikan fakta-fakta kebijakan liberalisasi migas nasional serta bagaimana syariah Islam menjawab krisis energi dalam negeri.

Pada tataran global, pengemban dakwah cerdas menjelaskan makar dan latar belakang para kapitalis neoliberal mempermainkan harga minyak dunia. Permasalahan global dijawab dengan solusi global. Pengemban dakwah harus mampu menjelaskan kebijakan luar negeri Khilafah menjawab krisis energi dunia.

Ketika menghadapi sasaran dakwah hendaknya pengemban dakwah menghindari penggunaan label atau sterotipe—misalnya orang liberal, kapitalis, sipilis, ahli neraka, kafir dan sebagainya—sebelum benar-benar mengenal obyek dakwah. Patut disadari pula oleh para pengemban dakwah, bahwa kita hidup dalam lingkungan sistem kapitalis liberal yang sudah mapan. Sasaran dakwah malah menganggap ideologi Islam sebagai pemahaman asing yang merusak pemikiran mereka. Perlu kesabaran, keteguhan, keikhlasan dan cara-cara simpatik untuk mengambil hati dan pikiran obyek dakwah.

Di samping itu, para pengemban dakwah hendaknya menghindari hal-hal yang mengarah pada bahaya kelas, merasa lebih tinggi, unggul dibandingkan dengan umat. Bahaya kelas ini menimbulkan jarak lebar antara umat dan pengemban dakwah; selain memunculkan sikap ujub, takabur dan sulit menerima kebenaran pada pengemban dakwah. Hendaknya pengemban dakwah bersikap seperti individu-individu umat kebanyakan. Pengemban dakwah menyadari bahwa mereka adalah pelayan umat, dan tugas mereka dalam partai untuk melayani umat.


3. Memetakan Sasaran Dakwah.

Dalam meraih kepemimpinan umat, kita memerlukan pendekatan sesuai dengan sasaran dakwah masing-masing. Pendekatan ini bukan berarti mengurangi subtansi, tujuan dan target dakwah. Berdasarkan karakter dan tingkat pengaruhnya, sasaran dakwah bisa dibagi menjadi beberapa kelompok, yakni: tokoh atau public figure masyarakat (ulama, pemimpin organisasi massa); kalangan intelektual (kampus, cendekiawan, aktivis lembaga swadaya masyarakat/LSM, pemikir dan perumus kebijakan negara); militer; kalangan media massa; dan masyarakat umumnya.

Pengemban dakwah perlu membekali diri dengan tsaqafah Islam, ketajaman menganalisis persoalan masalah dan nafsiyah Islam yang mumpuni. Selain itu, mereka perlu memahami teori, filosofi, landasan ilmiah dan konsep dasar pemikiran kufur. Disarankan untuk membaca dan menelaah referensi-referensi yang menjadi landasan berpikir kalangan kapitalis, liberalis dan sosialis; apalagi jika sasaran dakwah kita para intelektual yang menggunakan teori maupun landasan ilmiah. Dengan memahami konsepsi dasar maka kita mampu membongkar kebrobrokan sebuah pemikiran secara fundamental, lalu mendekonstruksinya dengan syariah Islam. []

Belum ada Komentar untuk "Tugas Kaum Pejuang"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...