Hari Perempuan Internasional, Gerbang Feminis Menggencarkan Ide Penuh Cela


Oleh: Anggun Permatasari


Tanggal 8 maret dikukuhkan sebagai Hari Perempuan Internasional (International Women's Day). Tanggal tersebut diakui keberadaannya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1975. Sedangkan, mantan Presiden Barack Obama pada tahun 2011 menetapkan sebagai bulan sejarah perempuan. Sejak ditetapkannya, pegiat feminisme di seluruh dunia semakin gencar menyebarkan opini tentang kesetaraan gender.

Menurut kaum feminis, Hari Perempuan Internasional merupakan waktu merenungkan pencapaian, menyerukan perubahan dan merayakan tindakan keberanian yang dilakukan oleh perempuan. Tekad perempuan yang bernyali memainkan peran luar biasa dalam sejarah kehidupan dianggap perlu mendapat apresiasi.

Berangkat dari masih banyaknya perempuan yang tidak mendapatkan haknya dalam bidang pendidikan, kesehatan, kenyamanan hidup dan keamanan, mereka menuntut persamaan hak dengan laki-laki. Kaum wanita dianggap masih terkungkung diskriminasi, aturan adat, kekerasan dan penganiayaan bahkan pelecehan seksual.

Hari Perempuan Internasional sendiri digagas partai sosialis di Amerika Serikat yang menuntut pemangkasan jam kerja serta kenaikan upah. Gayungpun bersambut, gagasan itu diamini Konferensi perempuan dari 17 negara yang beranggotakan total 100 perempuan.

Dilansir dari laman liputan6.com., "Dunia akan memperingati Hari Perempuan Internasional pada Minggu (8/3/2020). Kali ini PBB mengangkat tema “Saya Generasi Kesetaraan: Menyadari Hak Perempuan”. Kampanye generasi kesetaraan membawa bersama orang dari setiap gender, usia, etnis, ras, agama dan negara untuk mendorong aksi yang akan menciptakan kesetaraan gender dunia yang semua layak mendapatkannya.

Tujuan kampanye adalah memobilisasi kaum perempuan untuk mengakhiri kekerasan berbasis gender, keadilan ekonomi dan hak untuk semuanya, otonomi tubuh, kesehatan dan hak seksual dan reproduksi, serta tindakan feminis untuk keadilan iklim. Selain itu, menginginkan teknologi dan inovasi untuk kesetaraan gender dan kepemimpinan feminis.

Terlepas dari segala penderitaan yang menimpa kaum perempuan. Sejatinya perempuan tidak perlu diperingati di hari tertentu. Karena semua kegetiran yang dialami kaum perempuan adalah buah pahit dari diterapkannya sistem demokrasi sekuler yang melahirkan gaya hidup liberal.

Ide kesetaraan gender yang merasuk pada pemikiran kaum perempuan sendiri juga adalah buah busuk sistem sekuler. Tanpa disadari, dengan mengusung persamaan hak dengan laki-laki, perempuan telah menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam jurang kehinaan.

Peran perempuan sebagai model dan bintang iklan kerap menghadirkan bias gender. Seksualitas perempuan juga dijadikan sebagai komoditas. Banyak produk yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan tubuh perempuan namun acap kali menampilkan sisi sensualitas perempuan dalam penayangan iklan.

Faktanya, ketidakadilan yang melanda kaum perempuan merupakan kerusakan yang bersifat sistemik. Yang sesungguhnya tidak hanya menyisakan penderitaan bagi kaum hawa tapi juga kaum adam.

Beragam kebijakan dan gerakan yang mengangkat kesetaraan, sampai saat ini tidak menyurutkan jumlah dan jenis persoalan yang menerpa perempuan. Eksploitasi ekonomi, eksploitasi tubuh, komersialisasi melalui media, kekerasan seksual, ketiadaan jaminan kesehatan, dll.

Jika pegiat feminisme mau berkaca, cara pandang liberal yang dianggap memberi solusi masalah dengan kesetaraan justru menghasilkan masalah-masalah baru berupa konflik dan persoalan disharmoni dalam keluarga dan masyarakat.

Oleh karena itu, saat ini hanya kembali pada syariat Islam saja kaum perempuan akan kembali mulia. Allah Swt. berfirman dalam alquran surat Al-An'am ayat 106, "Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik”.

Akidah Islam menjadi asas dasar negara sekaligus asas bagi sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara. Laki-laki dan perempuan dipandang sama sebagai hamba Allah, hanya ketakwaan yang membedakan di hadapan Allah Swt.

Perempuan dan laki-laki adalah makhluk ciptaan Allah Swt. Mereka diciptakan dengan segala perbedaan dan potensi masing-masing. Hukum-hukum berkaitan hak dan kewajiban sudah dibuat sedemikian adil sehingga kebaikan tercurah untuk keduanya.

Sudah menjadi fitrah laki-laki sebagai qawwam bagi perempuan. Laki-laki dibebani tugs sebagai penanggungjawab dan pemimpin untuk melindungi dan memuliakan perempuan, anak-anak, dan lansia. Sedangkan tanggungjawab pemberian jaminan lapangan kerja bagi laki-laki adalah negara.

Islam mendorong laki-laki agar produktif. Dengan segala kebijakan politik dan ekonomi, negara akan mengupayakan kestabilan iklim perekonomian masyarakat agar tercipta suasana kondusif dan nyaman.

Islam melarang perempuan menjadi pemimpin. Tentunya di dalamnya terdapat banyak kebaikan dari aturan yang telah ditetapkan Allah Swt. 

Laki-laki dan perempuan merupakan partner dalam kehidupan. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya akan saling melengkapi dalam membangun peradaban gemilang.

Hukum-hukum yang dibuat untuk perempuan sejatinya adalah untuk memuliakan perempuan. Contoh; perintah menutup aurat dan menundukan pandangan serta kemaluan. Perempuan senantiasa akan terjaga kehormatannya dari mata-mata genit dan tangan-tangan jahil laki-laki nakal.

Perintah menjadi ummun warabbatul albayt merupakan satu kehormatan untuk kaum wanita. Wanita didapuk sebagai pencetak generasi pejuang peradaban. Hukum bekerja atau beraktivitas di tanah publik adalah mubah selama tidak melalaikan tugas utamanya di tanah domestik.

Semua aturan dan hukum berkenaan dengan hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan sudah lengkap tertulis dalam al-quran dan assunah. Akan lebih maksimal pelaksanaannya apabila dibuat menjadi kebijakan dalam bentuk undang-undang oleh negara. Sayangnya, saat ini negara masih mengadopsi sistem sekuler demokrasi liberal yang justru memungkinkan ide-ide feminisme tumbuh subur.

Hanya khilafah yang mampu menuntaskan segala polemik kesetaraan gender dan permasalahan bangsa. Dengan menerapkan syariat Islam yang kaffah, negara akan menutup rapat-rapat gerbang pemikiran yang menyimpang. Sehingga tercipta kehidupan yang harmonis dan dinamis antara laki-laki dan perempuan. Wallahualam.

Belum ada Komentar untuk "Hari Perempuan Internasional, Gerbang Feminis Menggencarkan Ide Penuh Cela"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...