Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Islamophobia Ditengah Wabah



Oleh:  Herawati, S.Pd.I

Saat pandemi covid19 menjangkiti lebih dari 184 negara termasuk Indonesia, dengan jumlah kasus positif yang terus bertambah setiap harinya. namun disaat yang sama penyakit sosial Islamphobia juga ikut menjadi pandemi global, menyebar luas keberbagai negri.
Efek dari  Islamphobia mempunyai dampak yang jauh berbahaya bagi kehidupan manusia, karena bisa menghilangkan naluri kemanusiaan dan menghilangkan keharmonisan sesama manusia. 

Sebagian mana dilansir dari REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kelompok-kelompok sayap kanan telah mengambil keuntungan dari ketakutan orang-orang terhadap pandemi covid-19 (virus corona), melalui teori konspirasi dan disinformasi dengan menjelek-jelekkan kaum Muslim, dan menyebarkan propaganda Islamofobia.Di Inggris, polisi kontraterorisme telah menyelidiki puluhan kelompok sayap kanan yang dituduh memicu insiden anti-Muslim selama beberapa pekan terakhir. 

Sementara di Amerika Serikat, situs website sayap kanan telah menyebarkan propaganda anti-Muslim secara daring. Mereka menyebarkan teori konspirasi palsu bahwa gereja-gereja di negara itu akan dipaksa untuk tutup selama pandemi, sementara masjid akan tetap terbuka untuk beribadah.

kebencian lewat gerakan islam phobia yang dilakukan kelompok-kelompok sayap kanan di berbagai negara menggunakan momen corona untuk menyerang umat Islam, memicu Islamofobia dengan rumor dan hoaks. Sarana penyebaran hoaks yang mereka pakai diantaranya Facebook dan tweeter. Tagar tagar anti Islam memenuhi media sosial tweeter. 

Sementara di India, para ekstrimis menyalahkan seluruh populasi Muslim di negara itu. Ekstrimis mengklaim muslim sengaja menyebarkan virus melalui "corona-jihad".Di India, tagar dan meme Islamofobia dimulai segera setelah wabah. Sentimen anti-Muslim sudah sangat tinggi di sana, dan lebih dari 50 orang telah tewas dalam kerusuhan anti-Muslim semenjak Februari. Pandemi covid-19 mengintensifkan Islamophobia di negara itu.

Sistem demokrasi sekular dianggap gagal dalam mengharmoniskan hubungan manusia, sistem ini juga menjadi pemicu terjadinya ketidak harmonis an diantara manusia, kerakusan rezim sekular terhadap kekuasaan dan harta. Sejatinya sistem demokrasilah  yang menimbulkan berbagai konflik  nasional dan internasional. 

Kita bisa melihat bagai mana ganasnya Zionis Yahudi israel dan Amerika Serikat  terhadap umat muslim Palestina dan irak, dua negara itu  bertahun-tahun telah berhasil merampas harta dan tanah wakaf kaum muslimin. 

Berbeda dengan sistem Islam,  yang dibangun atas dasar keimanan kepada Allah, sudah terbukti mampu menjaga keberagaman dan keharmonisan diantara manusia, ditengah perbedaan ras dan bahasa. Islam menghormati perbedaan karena perbedaan,  sebagai mana firman Allah: 

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ خَلْقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَٰنِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّلْعَٰلِمِينَ 

Terjemah "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui". (QS.ar rumah: 22) 

Tuduhan bahwa islam anti ras, dan agama yang selama ini digaungkan oleh penggangas islamphobia sesungguhnya suatu kebohongan dan fitnah yang keji yang di tuduhkan pada umat islam. Mereka sejatinya hanya menutupi berbagai pelanggaran dan penindasan yang mereka lakukan terhadap umat islam. 

Didalam sejarah Nabi Muhammad saw sebagai pemimpin pertama negara islam, Rosulullah berhasil mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Ansor sehingga harmonis,  setelah itu Rosulullah mengikat perjanjian dengan non muslim, agar terwujud kestabilan dan keharmonisan dalam negara islam. Dalam prakteknya sebagai pemimpin negara Rosulullah muhammad saw menjaga hak-hak warganya, baik muslim maupum non muslim. 

Terkait keimanan warga Daulah, maka Nabi berpatokan pada firman Allah SWT: 

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus… (QS. al-Baqarah: 256)

Nabi hanya berfokus pada dakwah dan menyeru pada jalan islam. 
Dalil diatas adalah jaminan, bahwa agama Islam dan umat islam tidak perlu ditakuti, karena dalam menyiarkan agama islam, tidak dengan paksaan . 

Begitulah islam dalam menjaga keharmonisan masyarakat, baik itu muslim ataupun nonmuslim. Sehingga banyak dari non muslim terpikat dengan kepemimpinan nabi dan indahnya dakwah islam  saat itu, sehingga mereka yang non muslim berbondong borong masuk kedalam islam.

Posting Komentar untuk "Islamophobia Ditengah Wabah"