Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jokowi Diam-diam Lanjutkan Proyek Ibu Kota Baru, Ubeidilah Badrun: Mulai Hilang Sensitivitas dan Nurani Kepada Rakyat

Photo: Istimewa

Jakarta, Visi Muslim- Presiden Joko Widodo dianggap telah kehilangan sensitivitas nurani karena diam-diam berupaya untuk melanjutkan proyek pemindahan ibukota disaat pandemi covid-19.

Inilah ungkapan yang diberikan oleh Direktur Eksekutif Center for Social Political  Economics and Law Studies (CESPELS), Ubaidillah Badrun, sesaat memperoleh dokumen yang berisikan perkembangan proyek pemindahan ibukota.

Dokumen tersebut adalah dokumen dengan nama paket Penyusunan Rencana Induk dan Strategi Pengembangan Ibukota Negara dan ditandatangani oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Jokowi dianggap acuh dan tak melihat situasi perekonomian yang saat ini memburuk akibat covid-19.

"Di tengah situasi sosial ekonomi yang memburuk akibat Covid-19, Jokowi ternyata seolah-olah diam-diam masih terus melakukan upaya melanjutkan proyek pemindahan ibukota," kata Ubedilah dilansir dari Rmol, Rabu, (22/4/2020).

Ubedilah menilai acuhnya Jokowi dilihat dari masih bergulirnya proyek penyusunan master plan ibu kota Negara.

"Hal tersebut terlihat dari masih bergulirnya proyek penyusunan master plan Ibukota Negara. Terkait proyek itu sudah tercantum dalam dokumen Layanan Pengadaan Secara Elektronik," tambah Ubedilah.

Ubedilah juga menginfokan jumlah dana proyek tersebut yang bernilai Rp. 85 miliar dan dijalankan melalui penunjukan langsung.

"Entah perusahaan mana dan milik siapa nanti yang akan ditunjuk langsung. Fakta tersebut, proyek pemindahan ibukota baru terus berjalan di tengah penderitaan rakyat akibat covid-19," kata Ubedilah.

Ubaidilah menilai bahwa berlanjutnya proyek pemindahan ibukota negara menandakan hilangnya sensitivitas nurani Jokowi terhadap penderitaan rakyat kecil.

"Maaf, saya menilai Presiden Jokowi mulai kehilangan sensitivitas nuraninya pada rakyat kecil. Ditengah rakyat menderita akibat covid-19 dengan jumlah korban yang semakin bertambah dan meninggal karena kelaparan seperti kasus di Banten, Jokowi malah mendorong proyek infrastruktur terus dijalankan. Seolah ego kepentingan dan ambisinya menutupi nuraninya. Ini performa politik terburuk Jokowi," imbuh Ubedilah.

Ubeidilah menyarankan agar Jokowi segera menghentikan seluruh proyek infrastruktur dan supaya mengutamakan nyawa rakyat akibat dampak wabah corona. [] Gesang/ Nilufar Babayiğit

Posting Komentar untuk "Jokowi Diam-diam Lanjutkan Proyek Ibu Kota Baru, Ubeidilah Badrun: Mulai Hilang Sensitivitas dan Nurani Kepada Rakyat"